Space Launch System adalah sebuah roket peluncur kelas-super berat yang dirancang Amerika Serikat. Roket ini diturunkan dari desain Shuttle-Derived Launch Vehicle (SDLV), yang menggunakan komponen dan teknologi dari Program Pesawat Ulang Alik dan Program Constellation. Setelah Program Constellation dibatalkan, NASA merancang roket ini untuk menggantikan Pesawat Ulang Alik. Roket ini pertama kali meluncur pada tannggal 16 November 2022 pada misi nirawak Artemis 1.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Space Launch System (SLS, Bahasa Indonesia: Sistem Peluncuran Ruang Angkasa) adalah sebuah roket peluncur kelas-super berat[a] yang dirancang Amerika Serikat. Roket ini diturunkan dari desain Shuttle-Derived Launch Vehicle (SDLV), yang menggunakan komponen dan teknologi dari Program Pesawat Ulang Alik dan Program Constellation.[2] Setelah Program Constellation dibatalkan, NASA merancang roket ini untuk menggantikan Pesawat Ulang Alik. Roket ini pertama kali meluncur pada tannggal 16 November 2022 pada misi nirawak Artemis 1.[3]
Roket ini telah direncanakan untuk menjadi roket utama dari program eksplorasi ruang angkasa NASA, termasuk penerbangan bulan berawak Program Artemis, dan kemungkinan misi manusia ke Mars.[4] SLS direncanakan untuk meluncurkan wahana berawak Orion dan menggunakan fasilitas kompleks peluncuran 39B Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida.
Small: 0–2 t payloads; Medium: 2–20 t payloads; Heavy: 20–50 t payloads; Super Heavy: > 50 t payloads.
...the U.S. human spaceflight program will require a heavy-lift launcher ... in the range of 25 to 40 mt ... this strongly favors a minimum heavy-lift capacity of roughly 50 mt....