Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pop art

Pop art yang berasal dari kata popular art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950-an di awal-awal zaman post modern art, zaman di mana semua orang mulai bosan dengan gaya modern. Pop Art merupakan seni yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pop art
Pop art: GILL, James (katalog no. 519): Marilyn Monroe, Pink Marilyn (2008)

Pop art yang berasal dari kata popular art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950-an di awal-awal zaman post modern art, zaman di mana semua orang mulai bosan dengan gaya modern. Pop Art merupakan seni yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung.

Pada waktu itu, seni hanyalah sesuatu yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan kelas atas, sehingga dengan adanya gerakan pop art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari golongan bawah hingga golongan atas. Seniman Pop Art yang paling terkenal adalah Andy Warhol, dengan karyanya yang menggambarkan wajah Marylin Monroe yang disajikan dengan warna-warna komplemen yang tegas. Andy Warhol adalah seniman Amerika Serikat. Dialah yang mulai memopulerkan pop art di Amerika dan seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, gerakan ini dipelopori oleh Wedha Abdul Rasyid yang berhasil menciptakan teknik baru yang diakui dunia, yakni Wedha's Pop Art Potrait (WPAP).[1][2]

Sejarah

Pop dikenal dikenalkan oleh Lawrence Alloway dari inggris yang merupakan seorang kurator sekaligus kritikus. Pop Art merupakan perlawanan dari seni-seni yang sudah mapan dan ada sebelumnya, yang ketika itu pusatnya ada di Inggris dan Amerika Serikat pada 1950. Pop Art berhasil tenar karena Andi Warhol yang mengangkat konsep pop art menggunakan benda yang sehari-hari bisa ditemui. Sehingga pop art mudah dilakukan oleh siapa pun karena menggunakan objek yang populer yang mudah ditemui sehari-hari. Seni pop mewakili untuk kembali ke bentuk seni yang lebih objektif.

Seni pop menjadi acara budaya karena cerminan nya yang erat dari situasi sosial tertentu dan karena gambar nya yang mudah dipahami segera dieksploitasi oleh media massa. Pop art ditampilkan menjadi lebih mudah dinikmati oleh siapa pun karena penggunaannya menggunakan media seperti pada spanduk, poster dan bentuk media komersial lainnya. Maka, banyak karya pop art memiliki warna-warna yang cerah dan mencolok. Baik dalam komik, illustrasi, kartun, dan lukisan lainnya.[3]

Karakteristik

Populer

penggunaan media-media yang mudah ditemui, pop menjadi suatu bentuk karya yang pada akhirnya mencakup khalayak yang luas. Banyak karya pop art akhirnya memiliki peminat yang cukup banyak.

Solusi Jangka Pendek

Pop art menjadi salah satu media untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, karya pop art tidak bisa bertahan lama seperti karya seni klasik lainnya. Pop art berubah menjadi dan berkembang mengikuti keadaan yang sedang terjadi.

Dapat dihabiskan

Sifatnya yang tidak bertahan lama membuat pop art mudah untuk dilupakan. Tak banyak karya pop art yang akhirnya dikenang.

Berbiaya Murah

Menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar membuat pop art memiliki angka produksi yang cukup murah.

Diprosuksi Secara Massal

Banyak karya pop art yang diproduksi secara massal yang justru menjadi komoditas penjualan.

Muda

Perkembangan yang cukup pesat dulu, membuat karya seni pop art memiliki pasang surut karena sesuai dengan keadaan di Amerika. Pop Art juga sebagai sumber pemikat dan ditunggangi kepentingan "Industri Massa" yang menargetkan anak muda sebagai calon konsumennya.

Jenaka

Selera humor atau jenaka adalah bagian penting dalam sebuah karya seni agar audiens bisa terlibat rasa.

Memiliki Maksud

Sama seperti karya seni yang lain, pop art juga harus memiliki maksud dalam pembuatannya. Hal ini agar penonton tahu pesan yang akan disampaikan.

Memiliki Daya Tarik

Pop art memiliki corak yang membuat orang tertarik, entah itu karena warnanya yang mencolok atau bisa juga karena gambarnya yang unik.

Bisnis Yang Besar

Karya pop art biasanya ditampilkan pada media iklan sebuah brand. Andy Warhol, menjadi terkena karena menggunakan konsep pop art dengan media cetak sablon untuk brand produk kaleng sup Campbell[4]

Lihat pula

  • Pop art
  • WPAP

Referensi

  1. ↑ "Pengertian Pop Art". Sigondang Pos. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  2. ↑ "Apa itu Pop Art ?". Kelas Desain. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  3. ↑ "Apa Itu Pop Art? Pengertian, K". Kompas.com.
  4. ↑ "Karakteristik Pop Art".
Lihat entri pop art di kamus bebas Wikikamus.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Karakteristik
  3. Populer
  4. Solusi Jangka Pendek
  5. Dapat dihabiskan
  6. Berbiaya Murah
  7. Diprosuksi Secara Massal
  8. Muda
  9. Jenaka
  10. Memiliki Maksud
  11. Memiliki Daya Tarik
  12. Bisnis Yang Besar
  13. Lihat pula
  14. Referensi

Artikel Terkait

SinemArt

perusahaan asal Indonesia

Musik pop

genre musik populer yang berasal dari bentuk modernnya di akhir 1950-an, berasal dari rock and roll

Daftar produksi SinemArt

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026