Sekretariat Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia adalah unsur sekretariat yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Setjen KPK dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sekretariat Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Dasar hukum | Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 |
| Susunan organisasi | |
| Sekretaris Jenderal | Cahya Hardianto Harefa[1] |
| Kepala Biro / Sekretariat | |
| Biro Keuangan | Isnaini[1] |
| Biro Umum | Tomi Murtomo[1] |
| Biro Sumber Daya Manusia | Zuraida Retno Pamungkas[1] |
| Biro Hukum | Iskandar Marwanto (Plt.)[1] |
| Biro Hubungan Masyarakat | Yuyuk Andriati Iskak[1] |
| Sekretariat Pimpinan | - |
| Kantor pusat | |
| Gedung Merah Putih Jln. Kuningan Persada Kav 4 Jakarta 12950 | |
| Situs web | |
| http://www.kpk.go.id/id | |
Sekretariat Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (disingkat Setjen KPK RI atau Setjen KPK) adalah unsur sekretariat yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Setjen KPK dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia.[2]
Setjen KPK mempunyai tugas menyiapkan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan administrasi, sumber daya, pelayanan umum, keamanan dan kenyamanan, hubungan masyarakat dan pembelaan hukum kepada segenap unit organisasi KPK.[3]
Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi:[3]
Struktur organisasi Setjen KPK terdiri dari:[3]