Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sekolah Minggu

Sekolah Minggu yang dikenal sebagai sekolah Sabat dalam beberapa denominasi Kristen Sabat, adalah lembaga pendidikan atau kegiatan mingguan di tempat ibadah, biasanya bernuansa Kristen dan sering ditujukan untuk anak-anak atau orang yang baru mengenal agama. Banyak denominasi Kristen yang mengajarkan kisah-kisah Alkitab di dalam Sekolah Minggu. Biasanya kegiatan Sekolah Minggu diadakan di dalam sebuah Gereja atau dirumah jemaat dengan sebuatan diluar kata "Sekolah Minggu". Guru yang mengajar biasanya terdiri dari orang-orang Kristen yang sudah mengerti Alkitab. Biasanya diadakan pelatihan atau penataran sebelum bisa menjadi guru Sekolah minggu.

Ibadah anak-anak Kristen yang biasanya diselenggarakan pada hari Minggu
Diperbarui 14 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sekolah Minggu
Sekolah Minggu di Oklahoma, Amerika Serikat, ca. 1900.
Suasana Sekolah Minggu di Chicago, AS, 2008
Kelompok sekolah Minggu Baptis di Amherstburg, Ontario, ca 1910

Sekolah Minggu yang dikenal sebagai sekolah Sabat dalam beberapa denominasi Kristen Sabat, adalah lembaga pendidikan atau kegiatan mingguan di tempat ibadah, biasanya bernuansa Kristen dan sering ditujukan untuk anak-anak atau orang yang baru mengenal agama. Banyak denominasi Kristen yang mengajarkan kisah-kisah Alkitab di dalam Sekolah Minggu. Biasanya kegiatan Sekolah Minggu diadakan di dalam sebuah Gereja atau dirumah jemaat dengan sebuatan diluar kata "Sekolah Minggu". Guru yang mengajar biasanya terdiri dari orang-orang Kristen yang sudah mengerti Alkitab. Biasanya diadakan pelatihan atau penataran sebelum bisa menjadi guru Sekolah minggu.

Kelas sekolah Minggu biasanya mendahului ibadah Minggu dan digunakan untuk memberikan katekese kepada umat Kristen, terutama anak-anak dan remaja, dan terkadang juga orang dewasa. Gereja-gereja dari berbagai denominasi Kristen memiliki ruang kelas yang terhubung dengan gereja untuk tujuan ini. Banyak kelas sekolah Minggu beroperasi dengan kurikulum yang ditetapkan, dengan beberapa mengajarkan katekismus kepada peserta. Anggota sering menerima sertifikat dan penghargaan atas partisipasi, serta kehadiran.

Kelas sekolah Minggu dapat menyediakan sarapan ringan. Namun, pada hari-hari ketika Komuni Kudus dirayakan, beberapa denominasi Kristen menganjurkan puasa sebelum menerima unsur-unsur Ekaristi.[1]

Sejarah

Kisah di balik sekolah minggu Robert Raikes

Dimulai dari krisis ekonomi di Inggris pada abad ke-18. Robert Raikes yang adalah wartawan surat kabar di Inggris meliput berita mengenai keadaan tersebut. Dalam tugasnya tersebut, Raikes menemui banyak anak-anak yang harus menjadi tenaga kerja di pabrik-pabrik sebagai buruh kasar. Mereka bekerja dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Pada hari Minggu mereka libur.

Anak-anak tersebut memiliki uang sendiri untuk mereka belanjakan, hasil dari upah mereka sebagai buruh. Hari Minggu mereka habiskan untuk bersenang-senang. Minum-minuman keras, berjudi, bertingkah liar, dan tindakan-tindakan yang tidak terpuji lainnya.

Hati Raikes tergerak. Dia lantas membuka sebuah kelas yang terletak di sebuah dapur kecil milik Meredith di kota Scooty Alley. Kelas tersebut dibuka setiap hari Minggu. Awalnya anak-anak diajarkan sopan santun, kebersihan, membaca, menulis, dan sebagainya. Perkembangan selanjutnya mulai diajarkan ajaran-ajaran Alkitab.

Kelas ini berkembang. Dalam waktu empat tahun sekolah yang diadakan pada hari Minggu itu semakin berkembang bahkan ke kota-kota lain di Inggris. Dan jumlah anak-anak yang datang ke sekolah hari minggu terhitung mencapai 250.000 anak di seluruh Inggris.

Ketika Robert Raikes meninggal dunia pada tahun 1811, jumlah anak yang hadir di Sekolah Minggu di seluruh Inggris mencapai lebih dari 400.000 anak. Gerakan di Inggris ini akhirnya menjalar ke berbagai tempat di dunia, termasuk negara-negara Eropa lainnya dan ke Amerika.

Dasar-Dasar Pelayanan Ibadah Sekolah Minggu Anak

Berikut ini dasar Alkitab dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mengenai pelayanan sekolah minggu.[2]

  • Pelayanan Anak Masa Perjanjian Lama (Ulangan 6:4–7)
    • Pembinaan rohani anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga (Ulangan 6:4-7).
    • Pada zaman pembuangan ke Babilonia, orang tua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah lima tahun ke sinagoge untuk dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru menjadi fasilitator yang selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
  • Pelayanan Anak Masa Perjanjian Baru (1 Timotius 3:15)
    • Ketika orang-orang Yahudi yang dibuang di Babilonia diizinkan pulang ke Palestina, mereka meneruskan tradisi membuka tempat ibadah sinagoge ini di Palestina sampai masa Perjanjian Baru.
    • Tradisi mendidik anak-anak secara ketat terus berlangsung sampai pada masa rasul-rasul (1 Timotius 3:15) dan gereja mula-mula. Namun, tempat untuk mendidik anak perlahan-lahan tidak lagi dipusatkan di sinagoge tetapi di gereja, tempat jemaat Tuhan berkumpul.

Perkembangan Sekolah Minggu di Indonesia

Dari para misionaris yang pergi melayani ke negara-negara Asia, akhirnya pelayanan anak melalui Sekolah Minggu juga hadir di Indonesia.

Berikut beberapa dugaan perkembangan pelayanan sekolah minggu di Indonesia. Masih dugaan karena memang tidak ada catatan resminya bagaimana sekolah minggu di Indonesia mulai berkembang.[3]

  1. Ada inisiatif pribadi membuka pelayanan anak dan menggunakan hari Minggu, seperti yang disebarkan para misionaris. Ada beberapa catatan surat pribadi, sebelum Indonesia merdeka, bahwa anak-anak dikumpulkan di rumah tangga-rumah tangga.
  2. Biasanya anak-anak ikut dalam kebaktian gereja bersama orang tuanya dikumpulkan untuk ibadah sendiri.
  3. Pada abad ke-19 sekolah minggu berkembang di Eropa dan Amerika. Akibatnya juga terasa di Indonesia terutama di daerah Zending-Zending.
  4. Permulaan abad 20 Zending-Zending mendirikan sekolah untuk anak-anak dan kebaktian Anak. Ada beberapa buku pedoman mengajar PAK anak yang diterbitkan oleh para missionaris/Zending.
  5. Dari Dewan Gereja Indonesia (sekarang PGI) dibentuk "Seksi Sekolah Minggu sementara" dan disahkan pada tahun 1953.

Referensi

  1. ↑ Kanel, Danny Von (2005). Building Sunday School by the Owner's Design (dalam bahasa Inggris). CSS Publishing. hlm. 69. ISBN 978-0-7880-2353-8.
  2. ↑ Pengenalan Sekolah Minggu
  3. ↑ Silabus PAK Anak[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sunday school.
  • (Indonesia) Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen
  • (Indonesia) Sekolah Minggu Diarsipkan 2009-03-06 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Pelatihan Guru Sekolah Minggu
  • (Indonesia) Pernak-Pernik Sekolah Minggu
  • (Inggris) Robert Raikes and the Sunday School Movement
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • NARA
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Dasar-Dasar Pelayanan Ibadah Sekolah Minggu Anak
  3. Perkembangan Sekolah Minggu di Indonesia
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Paskah

peringatan Kristen atas kebangkitan Yesus

Kekristenan

agama Abrahamik monoteistik

Hari Kasih Sayang

hari perayaan cinta dan kasih sayang, jatuh tanggal 14 Februari

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026