Skhoinos adalah satuan panjang dan luas Mesir, Yunani, dan Romawi berdasarkan tali simpul yang pertama kali digunakan dalam ilmu ukur wilayah pada zaman Mesir Kuno.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Skhoinos | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hieroglif Mesir |
Skhoinos (bahasa Mesir: i͗trwcode: egy is deprecated , har: "ukuran sungai"; bahasa Yunani Kuno: σχοίνοςcode: grc is deprecated , translit. skhoínos; bahasa Latin: schœnuscode: la is deprecated ) adalah satuan panjang dan luas Mesir, Yunani, dan Romawi berdasarkan tali simpul yang pertama kali digunakan dalam ilmu ukur wilayah pada zaman Mesir Kuno.
Bangsa Yunani yang mengadopsinya dari bangsa Mesir, umumnya menganggap skhoinos sama dengan 40 stadion, tetapi baik skhoinos maupun stadion tidak memiliki nilai mutlak, dan masing-masing memiliki beberapa ragam setempat. Strabo mencatat bahwa satuan ini juga beragam dengan tanah lapang. Herodotos (2.6 and 2.149) mengatakan, bahwa skhoinos setara dengan 60 stadion atau sekitar 105 kilometer (65 mi).[1] Perhitungan tersebut sesuai dengan jarak yang ditunjukkan oleh Triakontaskhoinos yang membentang di selatan Riam Pertama di Nubia.[2] Plinius Tua 5.11 menyatakan bahwa skhoinos setara dengan 30 stadion. Strabo 17.1.24: tergantung tempatnya, rentang antara 30 hingga 120 stadion. Isidoros dalam Parthian Stations menerangkan bahwa skhoinos yang digunakan di pangkalan Partia miliknya telah diberi nilai antara 4,7 hingga 5,5 kilometer, tetapi nilai pastinya tetap diperdebatkan mengingat kesalahan yang diketahui di beberapa jaraknya.[3][4]
Skhoinion (bahasa Yunani Pertengahan: σχοινιονcode: grc is deprecated , translit. skhoinion, har. 'tali') atau "skhoinos kecil" pada masa Kekaisaran Romawi Timur setara dengan 20.000 pous atau 33⅓ stadion.[5]
Bangsa Romawi juga menggunakan schoenus sebagai satuan luas, setara dengan actus quadratus atau setengah jugerum (2.523 m2 (27.160 sq ft)) yang dibentuk oleh bujur sangkar dengan sisi 120 kaki Romawi. Loh Herakleia menegaskan bahwa setiap schoenus harus ditanami dengan 4 pohon zaitun dan beberapa tanaman anggur, sebagai hukuman denda.[6]