Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tahun Baru Jawa

Tahun Baru Jawa merupakan peringatan tahun baru dalam kalender Jawa yang dimulai pada hari pertama bulan Sura, sesuai dengan bulan pertama Muharram dalam kalender Hijriyah. Hal ini diperingati terutama di pulau Jawa, serta daerah atau negara lain dengan populasi suku Jawa yang signifikan.

hari raya keagamaan Kejawen
Diperbarui 8 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tahun Baru Jawa (bahasa Jawa: ꦠꦲꦸꦤ꧀ꦲꦚꦂꦗꦮcode: jv is deprecated , translit. Taun Anyar Jawa; Petjo: Javaans Nieuw Jaarcode: pey is deprecated ) merupakan peringatan tahun baru dalam kalender Jawa yang dimulai pada hari pertama bulan Sura (ꦱꦸꦫ; sura), sesuai dengan bulan pertama Muharram dalam kalender Hijriyah.[1] Hal ini diperingati terutama di pulau Jawa, serta daerah atau negara lain dengan populasi suku Jawa yang signifikan.[2]

Tahun baru Jawa atau dikenal dengan istilah siji sura (satu sura) diperingati tiap tahunnya dan telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari masing-masing daerah di Jawa. Bulan Sura dianggap keramat oleh masyarakat Jawa.[3]

Tahun baru Jawa biasanya diperingati pada malam hari setelah terbenamnya matahari. Pandangan dalam masyarakat Jawa, hari ini dianggap kramat terlebih bila jatuh pada jumungah legi (Jumat). Untuk sebagian masyarakat pada malam siji sura dilarang untuk ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lain.

Tradisi

Kerbau albino dalam pelaksanaan Kirab Malam Siji Sura.
Anak perempuan ketika mengikuti tradisi Kirab Mubeng Beteng.
Acara 1 Sura di Surakarta

Hari Jawa dimulai saat matahari terbenam (magrib) pada hari sebelumnya, bukan pada tengah malam; dengan demikian, penekanan yang cukup besar ditempatkan pada malam hari pertama bulan Sura.[4][5]

Tradisi malam Tahun Baru Jawa meliputi:

  • Meditasi, praktik umum dalam kebudayaan Kajawèn. Tujuannya adalah untuk mengkaji diri dari apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya dan untuk mempersiapkan apa yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. Dua jenis utama meditasi dalam tradisi siji sura meliputi:
  • Tapa Bisu: meditasi dalam keheningan
  • Tirakatan dan tuguran: begadang semalaman melakukan refleksi diri dan berdoa. Banyak orang juga menziarahi makam dan tempat ibadah selama bertirakat.
  • Ruwatan: adat membersihkan secara spiritual, seperti rumah atau bangunan, dari roh jahat.
  • Kirab Budaya adalah praktik umum dalam kebudayaan keraton Jawa. Tujuannya adalah untuk memperingati tahun baru Jawa dan memperbaiki diri. Kirab budaya dalam tradisi siji sura meliputi:
  • Kirab Malam Siji Sura: diadakan oleh Kesunanan Surakarta, sebuah tradisi membersihkan benda pusaka keraton dan kirab kerbau albino (kebo bule).[6]
  • Kirab Mubeng Beteng: diadakan oleh Kesultanan Yogyakarta, sebuah tradisi dengan tidak berbicara (tapa bisu), berkeliling melintasi tembok keraton. Bermakna mengesampingkan hal-hal yang negatif, serta melambangkan keprihatinan dan introspeksi diri.

Lihat juga

  • Kalender Jawa
  • Kalender Hijriyah

Catatan

  1. ↑ Kamajaya, 1915- (1992) 1 Suro tahun baru Jawa perpaduan Jawa-Islam Yogyakarta : UP. Indonesia, 1992
  2. ↑ Australian National University (1966-06-30), "The Faculty of Oriental Studies (30 June 1966)", Report of the Council (315 of 1966), Govt. Print. Office: 92, ISSN 0572-1318 reporting publication of the then ANU staff member Soebardi. Calendrical traditions in Indonesia Madjalah IIlmu-ilmu Satsra Indonesia, 1965 no.3. - Madjalah ilmu-ilmu sastra Indonesia = Indonesian journal of cultural studies, Jajasan Penerbitan Karya Sastra, Ikatan Sardjana Sastra Indonesia, Dengan Bantuan Departemen Research Nasional, 1963, ISSN 0125-9946
  3. ↑ Arif, Abdul (14 Juli 2022). "7 Alasan Mengapa Bulan Suro Dianggap Keramat". babad.id. Diakses tanggal 26 Juli 2022.
  4. ↑ "Javanese set to celebrate 'Satu Suro'", Asia Africa Intelligence Wire, Financial Times Ltd, 2005-02-08, diakses tanggal 13 Juli 2021
  5. ↑ "A distinctively new year", Asia Africa Intelligence Wire, Financial Times Ltd, 2005-02-08, diakses tanggal 13 Juli 2021
  6. ↑ Paku Buwono, Sunan of Surakarta XII, 1925- XII (2006), Karaton Surakarta : a look into the court of Surakarta Hadiningrat, Central Java, Marshall Cavendish Editions, ISBN 978-981-261-226-7 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) - Kirab Pusoko - page 283, and 299-301 - procession of the heirlooms

Bacaan lebih lanjut

  • Soebardi. Calendrical traditions in Indonesia Madjalah IIlmu-ilmu Satsra Indonesia, 1965 no.3.

Pranala luar

  • Javanese Calendar and Its Significance to Mystical Life Diarsipkan 2017-09-24 di Wayback Machine., oleh Suryo S. Negoro
  • l
  • b
  • s
Hari raya di Indonesia
Nasional
  • Kelahiran Pancasila
  • Kemerdekaan Indonesia
  • Sumpah Pemuda
Tahun baru
  • Masehi (1 Januari)
  • Imlek
  • Saka (Nyepi)
  • Waisak
  • Hijriyah (1 Muharram)
  • Jawa (1 Sura)
Keagamaan
  • Galungan
  • Iduladha
  • Idulfitri
  • Isra Mikraj
  • Jumat Agung
  • Kenaikan Yesus
  • Kuningan
  • Maulid Nabi Muhammad
  • Natal
  • Paskah
  • Saraswati

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tradisi
  2. Lihat juga
  3. Catatan
  4. Bacaan lebih lanjut
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Hindu di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jawa Timur

provinsi di Pulau Jawa, Indonesia

Islam di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026