Santo Benno adalah uskup Meissen, Jerman, dan menjadi misionaris suku Wenden. Ia lahir di sebuah keluarga bangsawan Saxon. Setelah melayani kerajaan, ia ditugaskan sebagai uskup Meissen. Ia sempat terlibat pertikaian antara Raja Henry IV dengan Paus. Beberapa kali Benno terlibat dalam situasi sulit pertikaian antara Paus dengan raja-raja lain. Pada waktu-waktu tersebut, Benno tetap berupaya menjalankan tugasnya sebagai uskup dengan baik, yakni berkhotbah, mengajar, mengunjungi umat, dan menegakkan disiplin gereja. Benno juga terkenal sebagai seorang musisi dan penafsir kitab Injil. Ia juga menjadi misionaris bagi suku Wenden dan berupaya memajukan pertanian rakyat. Penghormatan bagi Santo Benno dilakukan setiap tanggal 16 Juni.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Santo Benno | |
|---|---|
![]() | |
| Lahir | 1010 Hildesheim, Jerman |
| Meninggal | 16 Juni 1106 Meissen, Saxon |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Kanonisasi | 31 Mei 1523 oleh Paus Adrianus VI |
| Pesta | 16 Juni |
| Pelindung | nelayan, |
Santo Benno (meninggal tahun 1106) adalah uskup Meissen, Jerman, dan menjadi misionaris suku Wenden.[1] Ia lahir di sebuah keluarga bangsawan Saxon.[2] Setelah melayani kerajaan, ia ditugaskan sebagai uskup Meissen.[2] Ia sempat terlibat pertikaian antara Raja Henry IV dengan Paus.[2] Beberapa kali Benno terlibat dalam situasi sulit pertikaian antara Paus dengan raja-raja lain.[2] Pada waktu-waktu tersebut, Benno tetap berupaya menjalankan tugasnya sebagai uskup dengan baik, yakni berkhotbah, mengajar, mengunjungi umat, dan menegakkan disiplin gereja.[2] Benno juga terkenal sebagai seorang musisi dan penafsir kitab Injil.[2] Ia juga menjadi misionaris bagi suku Wenden dan berupaya memajukan pertanian rakyat.[1] Penghormatan bagi Santo Benno dilakukan setiap tanggal 16 Juni.[2]