Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hubungan kekerabatan

Hubungan kekerabatan atau kekeluargaan merupakan hubungan antara tiap entitas yang memiliki asal-usul silsilah yang sama, baik melalui keturunan biologis, sosial, maupun budaya. Dalam antropologi, sistem kekerabatan termasuk keturunan dan pernikahan, sementara dalam biologi istilah ini termasuk keturunan dan perkawinan. Hubungan kekerabatan manusia melalui pernikahan umum disebut sebagai "hubungan dekat" ketimbang "keturunan", meskipun kedua hal itu bisa tumpang tindih dalam pernikahan di antara orang-orang yang satu moyang. Hubungan kekeluargaan sebagaimana genealogi budaya dapat ditarik kembali pada Tuhan, hewan yang berada dalam daerah atau fenomena alam.

istilah hubungan manusia
Diperbarui 19 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hubungan kekerabatan
Hubungan kekerabatan pada umumnya

Hubungan kekerabatan atau kekeluargaan merupakan hubungan antara tiap entitas yang memiliki asal-usul silsilah yang sama, baik melalui keturunan biologis,[1] sosial,[2] maupun budaya. Dalam antropologi, sistem kekerabatan termasuk keturunan dan pernikahan, sementara dalam biologi istilah ini termasuk keturunan dan perkawinan. Hubungan kekerabatan manusia melalui pernikahan umum disebut sebagai "hubungan dekat" ketimbang "keturunan" (juga disebut "konsanguitas"), meskipun kedua hal itu bisa tumpang tindih dalam pernikahan di antara orang-orang yang satu moyang. Hubungan kekeluargaan sebagaimana genealogi budaya dapat ditarik kembali pada Tuhan[3] (lihat mitologi, agama), hewan yang berada dalam daerah atau fenomena alam (seperti pada kisah penciptaan).

Hubungan kekerabatan adalah salah satu prinsip mendasar untuk mengelompokkan tiap orang ke dalam kelompok sosial, peran, kategori, dan silsilah. Hubungan keluarga dapat dihadirkan secara nyata (ibu, saudara, kakek) atau secara abstrak menurut tingkatan kekerabatan. Sebuah hubungan dapat memiliki syarat relatif (mis., ayah adalah seseorang yang memiliki anak), atau mewakili secara absolut (mis, perbedaan status antara seorang ibu dengan wanita tanpa anak). Tingkatan kekerabatan tidak identik dengan pewarisan maupun suksesi legal. Banyak kode etik yang menganggap bahwa ikatan kekerabatan menciptakan kewajiban di antara orang-orang terkait yang lebih kuat daripada di antara orang asing, seperti bakti anak.

Jenis

Lihat entri Templat:Kamus bergambar/id:Kekerabatan di kamus bebas Wikikamus.

Secara garis besar, hubungan kekerabatan dibagi menjadi tiga, yaitu:[4]

Sistem kekerabatan parental/bilateral

Sistem ini menarik garis keturunan dari pihak ayah dan ibu. Anak menghubungkan diri dengan kedua orangtuanya dan juga kerabat ayah-ibunya secara bilateral. Contoh suku yang menggunakan sistem ini adalah: Jawa, Sunda, Madura, dan Bugis.

Sistem kekerabatan patrilineal

Sistem ini menarik garis kekerabatan dari pihak ayah. Sistem ini menghubungkan anak dengan kerabat ayah berdasarkan garis keturunan laki-laki secara uniteral. Dalam masyarakat patrilineal keturunan dari pihak bapak dinilai memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan terhormat. Contoh suku yang menggunakan sistem ini adalah: Batak, Bali, Ambon, dan Asmat.

Sistem kekerabatan matrilineal

Sistem ini menarik garis kekerabatan dari pihak ibu. Sistem ini menghubungkan anak dengan kerabat ibu berdasarkan garis keturunan perempuan secara uniteral. Dalam masyarakat matrilineal, keturunan garis ibu sangat penting, sehingga menimbulkan hubungan kekeluargaan yang lebih rapat dan meresap di antara warganya yang seketurunan garis ibu. Menimbulkan konsekuensi yang lebih besar daripada garis keturunan bapak, misalnya dalam hal pembagian warisan. Contoh suku yang menggunakan sistem ini adalah suku Minangkabau.

Rujukan

  1. ↑ Schneider, David (1984). A Critique of the Study of Kinship (dalam bahasa Inggris). Ann Arbor, MI: University of Michigan Press. hlm. 49. ISBN 978-0-472-08051-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Fox, Robin (1974). Kinship and marriage : an anthropological perspective (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 30. OCLC 906073547. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ On Kinship and Gods in Ancient Egypt: An Interview with Marcelo Campagno Damqatum 2 (2007)
  4. ↑ Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Aura Publisher. hlm. 96–98. ISBN 978-623-211-107-3.
  • l
  • b
  • s
Hubungan kekerabatan
Keluarga
Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
  • Moyang
  • Buyut
  • Cilawagi
Leluhur ke-2
  • Kakek
  • Nenek
Leluhur ke-1
  • Orang tua
    • Ayah
    • Ibu
  • Paman
  • Bibi
  • Mertua
    • Ayah
    • Ibu
Generasi ego
  • Saudara
    • Kakak
    • Adik
  • Sepupu
  • Ipar
  • Suami
  • Istri
  • Besan
Keturunan ke-1
  • Anak
    • Laki-laki
    • Perempuan
  • Menantu
  • Keponakan
Keturunan ke-2, dst.
  • Cucu
  • Cicit/buyut
  • Piut/canggah
  • Anggas
Status anak
  • Sulung
  • Bungsu
  • Tunggal
  • Kembar
  • Yatim piatu
  • Kandung
  • Sepihak
  • Tiri
  • Angkat
  • Asuh
Status individu
  • Pria dan Wanita
  • Putra dan Putri
  • Jaka dan Gadis
  • Lajang dan Berkeluarga
  • Bujangan dan Perawan
  • Menikah/kawin
  • Duda dan Janda
  • Trah
  • Silsilah
  • Genealogi
  • Moietas
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Kamus Sejarah Swiss
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis
  2. Sistem kekerabatan parental/bilateral
  3. Sistem kekerabatan patrilineal
  4. Sistem kekerabatan matrilineal
  5. Rujukan

Artikel Terkait

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Kementerian di Indonesia

Manusia

nama umum Homo sapiens, satu-satunya spesies genus Homo yang masih ada

Sejarah hak asasi manusia

manusia berasal dari teori hak kodrati. Teori tersebut menyebutkan bahwa hak asasi manusia merupakan hak yang dimiliki oleh manusia karena Ia manusia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026