Samtidar adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Iksan Lahardi. Film ini dibintangi antara lain oleh Andy Carol, A. Hamid Arief dan Ellya Rosa
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Samtidar | |
|---|---|
| Sutradara | Iksan Lahardi |
| Produser | Julies Rofi'ie |
| Skenario | Herman Nagara |
| Cerita | Rofi'ie Prabancana |
| Pemeran | Andy Carol Naumi Ekpuan Nuniek Gunadi Johny Lesar Suradal Rofi'ie Prabancana Ardi HS Wolly Sutinah Atmonadi Hassan Sanusi A. Hamid Arief Ellya Rosa Godfried Sancho Eddy Gombloh Rina Hassim |
| Penata musik | Mus Mualim |
| Sinematografer | Max Tera |
| Penyunting | Rizal Asmar |
| Distributor | PT Sri Agung Utama Film |
Tanggal rilis | 1972 |
| Durasi | 100 menit |
| Negara | Indonesia |
Samtidar adalah film drama keluarga Indonesia yang diproduksi pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Iksan Lahardi. Film ini dibintangi antara lain oleh Andy Carol, A. Hamid Arief dan Ellya Rosa
Meski ayahnya, Ahmad Syarief (A. Hamid Arief) yang semula kaya raya jadi jatuh miskin, karena usahanya bangkrut, sikap Samtidar (Andy Carol) tak berubah. Ia tetap tabah dan rajin belajar. Ketika pindah ke desa, ia juga membantu kakeknya bekerja di ladang. Ayahnya kemudian tak tentu kabarnya ketika mulai mengadu untung ke kota lagi. Oleh seorang kawan usahanya, Syarief diberi jalan ke Hong Kong. Untuk membantu keadaan keluarga kakeknya yang miskin, Samtidar lalu juga pergi ke kota untuk mencari kerja. Yang ditemui ternyata penderitaan, sampai ia ketemu seorang sopir, Kamal (Rofi'ie Prabancana), yang menjadikannya kenek. Setiap tiga hari atau seminggu, ia pulang untuk memberikan hasil kerjanya pada ibunya. Kehidupan agak terangkat, tapi penderitaan masih mengintip. Ayahnya yang berhasil, pulang. Yang dijumpai hanya istrinya, Aminah (Ellya Rosa), yang cepat-cepat diajaknya pergi karena urusan masih banyak. Bahkan kakek-nenek hanya sempat ditinggali surat, karena sedang ada di ladang. Surat diterbangkan angin, hingga kakek-nenek mencari-cari. Pada saat itu pula Samtidar pulang, la sedih dan mengira ibunya celaka seperti yang diimpikannya. Samtidar kembali terlunta-lunta, hampir jumpa dengan orangtuanya di sebuah pertokoan saat ayah-ibunya yang sedang mencari-cari tengah minum sambil memutuskan memasang iklan saja. Samtidar tidak kembali ke tempat Kamal. Ia malah pergi ke warung tempat Kamal biasa makan. Di sini Kamal membaca iklan Samtidar yang hilang. Kamal mengajak Samtidar ke rumah orangtuanya dan minta upah sebuah truk. Permintaan disetujui, tapi Kamal menolak. Ia ingin Samtidar bisa diaku sebagai anaknya juga, karena sudah tujuh tahun kawin tak punya anak. Syarief dan Aminah menolak. Cek pemberian dikembalikan Kamal. Samtidar mengejar. Syarief dan Aminah luluh dan membiarkan Kamal mengakui Samtidar sebagai anaknya.