Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sampah antariksa

Sampah luar angkasa adalah objek di orbit sekitar Bumi yang diciptakan oleh manusia, yang tidak lagi berguna. Sampah luar angkasa terdiri atas satelit yang tidak berfungsi lagi hingga fragmentasi ledakan, debu, atau partikel kecil lainnya. Awan partikel yang sangat kecil dapat menyebabkan kerusakan erosif.

Pencemaran orbit di sekitar Bumi oleh benda-benda buatan manusia yang tidak lagi berguna
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sampah antariksa
Sampah luar angkasa terlihat dari orbit geosinkron.

Sampah luar angkasa adalah objek di orbit sekitar Bumi yang diciptakan oleh manusia, yang tidak lagi berguna. Sampah luar angkasa terdiri atas satelit yang tidak berfungsi lagi hingga fragmentasi ledakan, debu, atau partikel kecil lainnya.[1] Awan partikel yang sangat kecil dapat menyebabkan kerusakan erosif.

Karena di Luar Angkasa tidak terpengaruh gaya gravitasi, maka fragmentasi ledakan akan melaju terus. Hal ini akan menjadi sangat berbahaya untuk pesawat antartiksa, karena fragmentasi ledakan tersebut bisa bertabrakan dengan pesawat dan menimbulkan kerusakan. Sampah luar angkasa berbeda beda bentuk dan jenis ukurannya, ada yang berukuran besar, ada pula yang berukuran sangat kecil.

Ada banyak sampah di luar angkasa dari yang berukuran 1 cm hingga 15 cm. Partikel ini bergerak dengan kecepatan lebih dari 20,000 mil per jam, dan bisa bertahan lama melaju di luar angkasa, hingga pada akhirnya jatuh akibat daya tarik gravitasi bumi, dan terbakar oleh atmosfer.

Catatan kaki

  1. ↑ "Technical report on space debris" (PDF). United Nations. 1999. Diakses tanggal 2006-04-05.ISBN 92-1-100813-1

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Space debris.
  • NASA J-Track 3-D; an interactive, 3-dimensional plot showing the position of over 900 satellites
  • NASA Orbital Debris Program Office
  • Space-Track - The Source for Space Surveillance Data
  • EISACT Space Debris during the international polar year
  • "What is Orbital Debris?" from the Center for Orbital and Reentry Debris Studies at The Aerospace Corporation Diarsipkan 2012-05-16 di Wayback Machine.
  • Would a Saturn-like ring system around planet Earth remain stable? - A. Ahad
  • Intro to mathematical modeling of space debris flux Diarsipkan 2019-02-28 di Wayback Machine.
  • Leonard David, "The Clutter Above," Bulletin of the Atomic Scientists, July/August 2005.
  • SOCRATES: A free daily service predicting close encounters on orbit between satellites and the thousands of rocket bodies and other pieces of debris orbiting Earth.
  • A summary of current space debris by type and orbit.
  • Space Junk Astronomy Cast episode #82, includes full transcript.
  • Paul Maley's Satellite Page - Space debris (with photos) which has reentered the atmosphere intact. Diarsipkan 2005-02-27 di Wayback Machine.
  • Space Debris Illustrated: The Problem in Pictures
  • Don Kessler's Web Page Diarsipkan 2007-09-26 di Wayback Machine.
  • "Space the final junkyard" documentary film Diarsipkan 2009-07-22 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel


Ikon rintisan

Artikel bertopik sampah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Peluruhan radioaktif

Radioaktivitas buatan dipancarkan oleh radioisotop yang sengaja dibuat manusia, dan berbagai jenis radionuklida dibuat sesuai dengan penggunaannya. Radioaktivitas

Institut Teknologi Sumatera

Institut Teknologi Di Sumatera

Hipatia

filsuf Neoplatonist Yunani

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026