Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSamaweda
Artikel Wikipedia

Samaweda

Samaweda atau Samaveda, yang berakar dari kata "sāman" (nyanyian) dan "weda" (pengetahuan), adalah salah satu dari Catur Weda. Samaweda merupakan himpunan mantra-mantra yang diberi tanda nada untuk dinyanyikan dalam berbagai irama. Sebagian besar isi Sama Weda diambil dari Reg Weda, perbedaannya hanya terdapat pada puji-pujian.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Samaweda
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
Weda
  • Regweda
  • Samaweda
  • Yajurweda
  • Atharwaweda

Pembagian Weda
  • Samhita
  • Brahmana
  • Aranyaka
  • Upanisad
Upanisad
  • Aitareya
  • Brihadaranyaka
  • Isa
  • Taittiriya
  • Candogya
  • Kena
  • Mundaka
  • Mandukya
  • Prasna
  • Swetaswatara
Wedangga
  • Siksha
  • Chanda
  • Wyakarana
  • Nirukta
  • Jyotisha
  • Kalpa
Itihasa
  • Mahabharata
  • Ramayana
Purana
Mahapurana
  • Agni
  • Bayu
  • Bhagawata
  • Bhawisya
  • Brahma
  • Brahmanda
  • Brahmawaiwarta
  • Garuda
  • Kurma
  • Lingga
  • Markandeya
  • Matsya
  • Narada (Naradiya)
  • Padma
  • Siwa
  • Skanda
  • Wamana
  • Waraha
  • Wisnu

Upapurana
  • Brihaddharma
  • Dewibhagawata
  • Ganesa
  • Kalki
  • Kalika
  • Kapila
  • Mudgala
  • Narasinga
  • Samba
  • Saura
  • Siwarahasya
  • Wisnudharmottara
Susastra lainnya
  • Smerti
  • Bhagawadgita
  • Sutra
  • Pancaratra
  • Tantra
  • Kumarawyasabharata
  • Stotra
  • Hanumancalisa
  • Ramacaritamanasa
  • Shikshapatri
  • Wacanamruta
OM Portal agama Hindu

Samaweda atau Samaveda (Sanskerta: सामवेद, sāmaveda), yang berakar dari kata "sāman" (nyanyian)[1] dan "weda" (pengetahuan), adalah salah satu dari Catur Weda. Samaweda merupakan himpunan mantra-mantra yang diberi tanda nada untuk dinyanyikan dalam berbagai irama. Sebagian besar isi Sama Weda diambil dari Reg Weda, perbedaannya hanya terdapat pada puji-pujian.

Dengan total 1875 mantra, sebagian besar isi Samaweda diambil dari Regweda tetapi disusun sesuai dengan urutan dibawakannya oleh penyanyi pada saat upacara.[2] Ada hanya sekitar 75 mantra unik dalam weda ini.[3]

Yang menyanyikan mantra dari Samaweda disebut sebagai Udgatara (udgātṛi).[4]

Sama Weda juga berisi himne-himne yang khusus disusun untuk dinyanyikan dalam upacara keagamaan.[5]

Samaveda banyak dipengaruhi oleh melodi dan irama, dengan tujuan agar doa-doa tersebut dapat dipahami dan diterima oleh alam semesta dan para dewa.

Struktur dan pembagian

Samaweda adalah yang terpendek dari keempat Weda dan berhubungan erat dengan Regweda. Samaweda, seperti Weda lainnya, berisi lapisan-lapisan teks dengan Samhita sebagai lapisan paling lama dan Upanisad sebagai lapisan paling baru. Samhita-nya dianggap sebagai koleksi independen, tetapi memiliki banyak mantra dari Samhita Regweda.[6]

Samaweda berfungsi tidak hanya sebagai teks untuk dibaca tetapi juga sebagai notasi musik untuk didengar — sebuah sintesis musik, suara, makna, dan spiritualitas. Tanda nada di manuskrip Samaweda melestarikan suaranya dan mengingatkan melodi kuno.[7]

Tema utama dan filosofi

Upanisad-upanisad dalam Samaweda menekankan pentingnya susila sebagai dasar untuk pengetahuan spiritual dan kesadaran diri. Mantra di Samaweda mengandung simbolisme, suara, musik, alam semesta dan berbagai aspek spiritual. Dewa Indra (इन्द्र), Agni (अग्नि), dan Soma (सोम) dipujakan, tetapi sering kali mantra-mantra itu tampak sebagai pemujaan kepada Yang Mahakuasa.[6]

Upanisad di dalam Samaweda

Dua upanisad utama yang tertanam di dalam Samaweda adalah Chāndogya Upaniṣad[8] dan Kena Upaniṣad.[9] Konsep Ātman (diri sejati) dan Brahman (realitas absolut) dalam kedua teks ini menekankan kesatuan semua makhluk.

Chāndogya Upaniṣad

Kutipan Samaweda dari manuskrip yang bertanggal bertanggal abad ke-12
Kutipan Samaweda dalam bahasa Sanskerta dengan tanda baca di manuskrip yang bertanggal abad ke-12.

Chāndogya Upaniṣad menyentuh semadi, susila, alam semesta, dan hubungan antara Ātman dan Brahman. Topik utama termasuk semadi pada suku kata suci 'Om' (ॐ), diskusi tentang konsep kebaikan dan kejahatan, sifat dharma, dan berbagai tahap kehidupan (āśrama). Di dalam Chāndogya Upaniṣad juga terdapat pernyataan terkenal "Tat Tvam Asi" (तत् त्वम् असि), yang menekankan kesatuan jiwa individu dengan semangat kosmik.

Upanisad ini berkaitan dengan gagasan tentang Yang Mahatinggi, kekuatan mistik, yang terkandung dalam kata Brahman dan Atman dan bagaimana kedua entitas ini menyatu satu sama lain dan menjadi identik.[10]

Teks Chāndogya Upaniṣad di bagian 8.15.1 berisi salah satu referensi paling awal tentang ahimsa.[11]

Kena Upaniṣad

Kena Upaniṣad terdiri dari dua bagian: bagian pertama yang berisi prosa lama dan bagian kedua yang berisi mantra-mantra baru. Kata "kena" dalam bahasa Sanskerta berarti "oleh siapa",[12] dan ini adalah kata pertama dalam serangkaian pertanyaan yang ada dalam Upanishad ini. Melalui serangkaian pertanyaan filosofis, teks ini mengeksplorasi konsep tentang siapa yang menggerakkan atau mendorong pikiran untuk berpikir, nafas untuk bergerak keluar, dan ucapan untuk diucapkan. Perwujudan apa yang berada di balik mata dan telinga? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut mengarah pada diri sejati yang berada di luar pikiran dan indera tetapi merupakan perwujudan yang olehnya pikiran dan indera beroperasi.[13]

Kena Upaniṣad menyoroti pentingnya memahami dua jenis pengetahuan: empiris (yang dapat dipelajari) dan konseptual (intuitif), dengan fokus pada pemahaman Brahman. Brahman digambarkan sebagai esensi di luar persepsi indrawi, bukan objek penyembahan tetapi sebagai inti yang memungkinkan persepsi dan pemahaman.

Selain itu, upanisad ini menekankan pencerahan diri, menjelaskan berbagai aspek keberadaan dan hubungan antara dewa (seperti Agni (अग्नि), Vayu (वायु), dan Indra (इन्द्र)) dan Brahman melalui alegori. Dalam epilognya, Kena Upaniṣad menekankan hidup etis sebagai dasar pengetahuan spiritual dan kesadaran diri.

Referensi

  1. ↑ "सामन्". Wiktionary, the free dictionary (dalam bahasa Inggris). 2023-11-07.
  2. ↑ ""САМАВЕДА" | это... Что такое "САМАВЕДА"?". Словари и энциклопедии на Академике (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2023-11-27.
  3. ↑ "INDIAN EDUCATIONAL SYSTEM IN THE VEDIC PERIOD" (PDF). Shanlax International Journal of Arts, Science and Humanities: 98.
  4. ↑ "Agama Hindu". Agama Hindu. Diakses tanggal 2023-11-27.
  5. ↑ "Google". www.google.com. Diakses tanggal 2025-01-14.
  6. 1 2 "Samaveda | Vedic Heritage Portal". vedicheritage.gov.in. Diakses tanggal 2023-11-27.
  7. ↑ Katz, Ruth (1974). "On "Nonsense" Syllables as Oral Group Notation". The Musical Quarterly. 60 (2): 187–194. ISSN 0027-4631.
  8. ↑ The Chandogya Upanishad of the Samaveda (dalam bahasa Sanskerta). Sucharoo Press. 1873.
  9. ↑ Misra, Munindra (2017-10-09). Kena Upanishad: From: Sama Veda (dalam bahasa Inggris). Osmora Incorporated. ISBN 978-2-7659-3049-5.
  10. ↑ Oldenberg, Hermann (1991). The Doctrine of the Upaniṣads and the Early Buddhism (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publ. ISBN 978-81-208-0830-0.
  11. ↑ www.wisdomlib.org (2019-01-04). "Chandogya Upanishad, Verse 8.15.1 (English and Sanskrit)". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-27.
  12. ↑ "किम्". Wiktionary, the free dictionary (dalam bahasa Inggris). 2023-09-17.
  13. ↑ "Knowledge-Centered Tradition in India: From Ancient to the Modern Times" (PDF). The Icfai Journal of History and Culture. II (1): 13.

Lihat pula

  • Regweda
  • Yajurweda
  • Atharwaweda
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Struktur dan pembagian
  2. Tema utama dan filosofi
  3. Upanisad di dalam Samaweda
  4. Chāndogya Upaniṣad
  5. Kena Upaniṣad
  6. Referensi
  7. Lihat pula

Artikel Terkait

Sama

halaman disambiguasi Wikimedia

Weda

Kitab suci agama Hindu

Kitab suci

biasa juga disebut dengan nama Catur Weda, terdiri dari: Rgweda Yajurweda Samaweda Atharwaweda Agama Islam Al-Qur'an Hadis sahih Agama Kong Hu Cu Empat Kitab:

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026