Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiShalih bin Mirdas
Artikel Wikipedia

Shalih bin Mirdas

Abu Ali Shalih bin Mirdas, juga dikenal dengan laqab Asad al-Dawla, adalah pendiri dinasti Mirdas dan emir Aleppo dari tahun 1025 hingga kematiannya pada Mei 1029. Menurut sejarawan Suriah Ibnu al-Adim dan Ibnu Khallikan, nama lengkap dan silsilah Shalih adalah Abū ʿAlī Ṣāliḥ bin Mirdās bin Idrīs bin Nāṣir bin Ḥumaid bin Mudrik bin Syaddād bin ʿUbaid bin Qais bin Rabīʿah bin Kaʿab bin ʿAbdullāh bin Abū Bakr bin Kilāb bin Rabīʿah bin ʿĀmir bin Ṣhaʿṣhaʿah bin Muʿāwiyah bin Bakr bin Hawāzin bin Manṣūr bin ʿIkrimah bin Khaṣafah bin Qays ʿAylān. Pada puncaknya, emirat (kerajaannya) mencakup sebagian besar wilayah barat Jazirah, utara Suriah dan beberapa kota Suriah tengah. Meskipun mengalami beberapa kali gangguan, keturunan Shalih memerintah Aleppo selama lima dekade berikutnya.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Shalih bin Mirdas
Emir of AleppoTemplat:SHORTDESC:Emir of Aleppo
Shalih bin Mirdas
Bagian depan koin emas dengan tulisan Arab
Dinar emas dicetak di Aleppo atas nama Shalih bin Mirdas dan mengakui kekuasaan khalifah Fathimiyah az-Zahir, 1028/29 M
Emir Aleppo
BerkuasaJuni 1025–Mei 1029
PendahuluTsu'ban bin Muhammad
PenerusMu'izz ad-Daulah Tsimal
Syibl ad-Daulah Nashr
KematianMei 1029
Al-Uqhuwanah, pantai timur Danau Tiberias
PasanganTarud
KeturunanSyibl ad-Daulah Nashr
Mu'izz ad-Daulah Tsimal
Asad ad-Daulah Atiyya
Nama lengkap
Abū ʿAlī Ṣāliḥ bin Mirdās
Nama takhta
Asad ad-Daulah (Singa Negara)
SukuBanu Kilab
DinastiMirdas
AyahMirdas bin Idris
IbuRabab al-Zawqaliyya
AgamaIslam Syiah

Abu Ali Shalih bin Mirdas (bahasa Arab: ابو علي صالح بن مرداسcode: ar is deprecated , translit. Abū ʿAlī Shāliḥ ibn Mirdās), juga dikenal dengan laqab (julukan kehormatan) Asad al-Dawla ("Singa Negara"), adalah pendiri dinasti Mirdas dan emir Aleppo dari tahun 1025 hingga kematiannya pada Mei 1029. Menurut sejarawan Suriah Ibnu al-Adim (meninggal 1262) dan Ibnu Khallikan (meninggal 1282), nama lengkap dan silsilah Shalih adalah Abū ʿAlī Ṣāliḥ bin Mirdās bin Idrīs bin Nāṣir bin Ḥumaid bin Mudrik bin Syaddād bin ʿUbaid bin Qais bin Rabīʿah bin Kaʿab bin ʿAbdullāh bin Abū Bakr bin Kilāb bin Rabīʿah bin ʿĀmir bin Ṣhaʿṣhaʿah bin Muʿāwiyah bin Bakr bin Hawāzin bin Manṣūr bin ʿIkrimah bin Khaṣafah bin Qays ʿAylān. Pada puncaknya, emirat (kerajaannya) mencakup sebagian besar wilayah barat Jazirah (Mesopotamia Atas), utara Suriah dan beberapa kota Suriah tengah. Meskipun mengalami beberapa kali gangguan, keturunan Shalih memerintah Aleppo selama lima dekade berikutnya.

Shalih memulai kariernya pada tahun 1008, ketika ia merebut benteng sungai Efrat di ar-Rahbah. Pada 1012, dia dipenjara dan disiksa oleh emir Aleppo, Mansur bin Lu'lu'. Dua tahun kemudian dia melarikan diri, menangkap Mansur dalam pertempuran dan membebaskannya untuk berbagai konsesi, termasuk setengah dari pendapatan Aleppo. Ini menjadikan Shalih sebagai emir tertinggi dari sukunya, Bani Kilab, yang kepala sukunya banyak yang telah meninggal di ruang bawah tanah Mansur. Dengan prajurit Badui miliknya, Shalih merebut serangkaian benteng di sepanjang Efrat, termasuk Manbij dan Raqqa, pada tahun 1022. Dia kemudian membentuk aliansi dengan Bani Kalb dan Bani Thayyi' dan mendukung perjuangan mereka melawan Fathimiyah dari Mesir. Selama pemberontakan suku ini, Shalih mencaplok kota-kota Suriah tengah Homs, Baalbek dan Sidon, sebelum menaklukkan Aleppo yang dikuasai Fatimiyah pada tahun 1025, dan berhasil "menyukseskan rencana yang memandu nenek moyangnya, Bani Kilab selama satu abad", menurut sejarawan Thierry Bianquis.

Shalih mendirikan administrasi yang terorganisir dengan baik atas wilayah kekuasaannya yang berbasis di Aleppo. Secara militer, ia mengandalkan Banu Kilab, sambil memercayakan administrasi fiskal kepada wazir Kristen lokalnya, mengawasi aḥdāts (milisi perkotaan) di bawah Salim bin Mustafad, dan masalah peradilan kepada qāḍī (hakim kepala) Syiah. Pemerintahannya secara resmi ditoleransi oleh Fatimiyah, yang secara formal dipatuhi olehnya. Aliansinya dengan Bani Tayy akhirnya membuatnya terlibat konflik dengan jenderal Fatimiyah, Anusytakin ad-Dizbari, dan membuatnya terbunuh oleh pasukan ad-Dizbari dalam pertempuran di dekat Danau Tiberias. Shalih digantikan oleh putranya Nashr dan Tsimal.

Bibliografi

  • Amabe, Fukuzo (2016). Urban Autonomy in Medieval Islam: Damascus, Aleppo, Cordoba, Toledo, Valencia and Tunis. Leiden: Brill. ISBN 978-90-04-31598-3.
  • Bianquis, Thierry (1993). "Mirdās, Banū or Mirdāsids". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P. & Pellat, Ch. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume VII: Mif–Naz (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 115–123. doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_5220. ISBN 978-90-04-09419-2.
  • Crawford, Robert W. (April–June 1953). "Reconstruction of a Struggle within the Mirdāsid Dynasty in Ḥalab". Journal of the American Oriental Society. 73 (2): 89–95. doi:10.2307/595365. JSTOR 595365.
  • De Slane, Mac Guckin (1842). Ibn Khallikan's Biographical Dictionary, Volume 1. Paris: Oriental Translation Fund of Great Britain and Ireland. hlm. 631.
  • Kennedy, Hugh N. (2004). The Prophet and the Age of the Caliphates: The Islamic Near East from the 6th to the 11th Century (Edisi Second). Harlow: Pearson Education Limited. ISBN 978-0-582-40525-7.
  • Lev, Yaacov (2009) [2003]. "Turks in the Political and Military Life of Eleventh-Century Egypt and Syria". Dalam Hidemitsu, Kuroki (ed.). The Influence of Human Mobility in Muslim Societies (Edisi Second). London and New York: Kegan Paul. ISBN 978-0-7103-0802-3.(perlu berlangganan)
  • Mouton, J. M. (1997). "Shayzar". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P. & Lecomte, G. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume IX: San–Sze (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 411. doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_6901. ISBN 978-90-04-10422-8.
  • Smoor, Pieter (1985). Kings and Bedouins in the Palace of Aleppo as Reflected in Maʻarrī's Works. Manchester: University of Manchester.
  • Smoor, Pieter (1986). "Al-Maʾarrī". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Lewis, B. & Pellat, Ch. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume V: Khe–Mahi (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 927–935. doi:10.1163/1573-3912_islam_COM_0599. ISBN 978-90-04-07819-2.
  • Sobernheim, M. (1936). "Mirdāsids". Dalam Houtsma, M. Th.; Wensinck, A. J.; Levi-Provençal, E. (ed.). The Encyclopædia of Islam: A Dictionary of the Geography, Ethnography and Biography of the Muhammadan Peoples. Vol. III: L–R. Leiden: E. J. Brill. hlm. 515.
  • Zakkar, Suhayl (1971). The Emirate of Aleppo: 1004–1094. Beirut: Dar al-Amanah. OCLC 759803726.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bibliografi

Artikel Terkait

Syibl ad-Daulah Nashr

Emir Aleppo dari tahun 1029 hingga 1038

Mu'izz ad-Daulah Tsimal

Emir Mirdasiyah Aleppo

Dinasti Mirdas

Dinasti Mirdas (bahasa Arab: المرداسيونcode: ar is deprecated , translit. al-Mirdāsiyyīn), juga disebut sebagai Bani Mirdas adalah dinasti Arab yang menguasai

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026