Sa'id bin Jubair adalah seorang tabi'in, ulama ahli tafsir dan sahabat Ibnu Abbas. Sa'id lahir pada tahun 665. Nama lengkapnya adalah Sa'id bin Jubair bin Hisyam al-Asadi. Ia merupakan maula Bani Walibah bin al-Harits, salah satu klan dari suku Bani Asad bin Khuzaimah. Kunyah atau panggilannya adalah Abu Muhammad dan Abu Abdullah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama dalam bahasa asli | (ar) سعيد بن جبير |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 665 (Kalender Masehi Gregorius) Kufah |
| Kematian | 714 Wasith, Irak |
| Penyebab kematian | Pemancungan |
| Tempat pemakaman | Makam Sa'id bin Jubair |
| Data pribadi | |
| Kelompok etnik | Orang Arab |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Ulum hadis, Fikih dan tafsir al quran |
| Pekerjaan | Faqih, muhaddits, mufasir |
Sa'id bin Jubair (bahasa Arab: سعيد بن جبيرcode: ar is deprecated ) adalah seorang tabi'in, ulama ahli tafsir dan sahabat Ibnu Abbas.[1] Sa'id lahir pada tahun 665.[2] Nama lengkapnya adalah Sa'id bin Jubair bin Hisyam al-Asadi. Ia merupakan maula Bani Walibah bin al-Harits, salah satu klan dari suku Bani Asad bin Khuzaimah.[3] Kunyah atau panggilannya adalah Abu Muhammad dan Abu Abdullah.[4]
Sa'id bin Jubair meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik, Adh-Dhahhak bin Qais, Ibnu az-Zubair, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan lain-lain.[5] Sedangkan yang meriwayatkan darinya adalah kedua putranya, Abdul Malik dan Abdullah, Ya'la bin Hakim, Ya'la bin Muslim, Abu Ishaq As-Sabi'i dan lain sebagainya.[5]
Sa'id bin Jubair ikut serta dalam pemberontakan Ibnul Asy'ats melawan gubernur Irak al-Hajjaj bin Yusuf dan pasukannya namun Sa'id dan pasukan Ibnul Asy'ats menderita kekalahan. Setelah itu Sa'id bersembunyi dan berpindah-pindah tempat, hingga ia tertangkap dan dibawa kepada al-Hajjaj.[6] Al-Hajjaj kemudian memerintahkan agar Sa'id dibunuh.[7]
Setelah berdialog panjang dengan Hajjaj, di mana ia tetap melawan argumentasi Hajjaj, Sa'id kemudian dihukum mati di istana Hajjaj pada bulan Sya'ban tahun 95 H atau 714 M di kota Wasith.[4][2][8] Beberapa bulan kemudian Hajjaj menyusul kematian Sa'id karena penyakit yang tiba-tiba menderanya. Para ulama mengatakan hal itu karena sumpah doa Sa'id sebelum dibunuh Hajjaj.[9]