SMA Negeri 59 Jakarta adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di bilangan Klender, Jakarta Timur. Memiliki rentang kelas X (Sepuluh), XI (Sebelas), dan XII IPA dan IPS. Ditambah letaknya yang strategis, seperti kelurahan dan puskesmas hingga membuat para siswa merasa nyaman bersekolah disana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| SMA Negeri 59 Jakarta | |
|---|---|
![]() | |
| Informasi | |
| Didirikan | 5 Maret 1982 |
| Jenis | Negeri |
| Akreditasi | "A" |
| Kepala Sekolah | Evi Hayati Nur, M.Pd |
| Jumlah kelas | 7 kelas setiap tingkat |
| Jurusan atau peminatan | IPA dan IPS |
| Rentang kelas | X, XI, XII IPA, XII IPS |
| Kurikulum | Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka |
| Jumlah siswa | 756 siswa (36 siswa per kelas) |
| NEM terendah | 7.588 (2007) |
| NEM tertinggi | 8.925 (2007) |
| Alamat | |
| Lokasi | Jl. Bulak Timur I 10/11, Klender, Jakarta Timur, DKI Jakarta, |
| Tel./Faks. | (021) 8614101 (021) 86612548 |
| Situs web | http://www.sman59jkt.sch.id/ |
| Lain-lain | |
| Lulusan | http://fsa59.org/ |
| Moto | |
SMA Negeri 59 Jakarta adalah Sekolah Menengah Atas Negeri yang berada di bilangan Klender, Jakarta Timur. Memiliki rentang kelas X (Sepuluh), XI (Sebelas), dan XII (Dua belas) IPA dan IPS. Ditambah letaknya yang strategis, seperti kelurahan dan puskesmas hingga membuat para siswa merasa nyaman bersekolah disana.
Kepala SMA Negeri 12 Jakarta pada saat itu, Bapak Drs. Djoko Waliadi, memberi tugas kepada Ibu Wijasti Trihadi BA dan dibantu Bapak Drs. Wasis Ekyono mengelola SMAN 12 Jakarta kelas jauh mulai tahun pelajaran 1979 yang berlokasi di jalan Bulak Timur 1/10-11 Klender Jakarta Timur.
Seiring dengan perjalanan waktu pada tanggal 5 Maret 1982, SMA Negeri 12 Jakarta kelas jauh melepaskan diri dari induknya SMAN 12 Jakarta menjadi SMAN 59 Jakarta. SMAN 59 Jakarta memiliki satu ciri khusus, yaitu memiliki dua gedung (utara dan selatan) yang dibatasi oleh jalan raya (Jalan Bulak Timur 1). Pada tahun pelajaran 2003/2004 tepatnya bulan September 2003, SMAN 59 Jakarta direhabilitasi total dengan kapasitas 27 ruang belajar dari sebelumnya 18 kelas, ditambah fasilitas ruangan lain untuk kegiatan-kegiatan kesiswaan. Berpijak dengan ciri kekhususannya dengan dua gedung karena lokasi jalan raya, muncul juga ciri khas berikutnya, yaitu memiliki jembatan yang menghubungkan gedung utara dan selatan persis di atas jalan Bulak Timur 1.
Kemajuan dan perkembangan SMAN 59 Jakarta tidak terlepas dari hasil kerja keras yang memimpin sekolah ini:
| No | Nama Kepala Sekolah | Masa Aktif |
|---|---|---|
| 1 | Ibu Z. Wijasti Trihadi BA | 19 Juli 1982 - 29 Juni 1983 |
| 2 | Bapak Drs. Imam Subana | 29 Juni 1983 - 5 Juni 1990 |
| 3 | Bapak Drs. Obing | 5 Juni 1990 - 15 Juni 1993 |
| 4 | Bapak Drs. Emon Rukmantara | 15 Juni 1993 - 15 Juli 1997 |
| 5 | Bapak Drs. Tamsis Abu Mahasin | 15 Juli 1997 - 15 Juli 2001 |
| 6 | Bapak Drs. H.M. Chalid, MM | 15 Juli 2001 - 2 Mei 2003 |
| 7 | Bapak Drs. Harapan Situmorang | 2 Mei 2003 - 15 Mei 2005 |
| 8 | Bapak Drs. H. Subijanto | 15 Mei 2005 - Agustus 2009 |
| 9 | Ibu Dra. Hj. Hastuti Rostyaningsih, M.M. | Agustus 2009 - 2012 |
| 10 | Bapak Drs. H. Sukarmo, M.Pd. | 2012 - 2014 |
| 11 | Ibu Sri Rukminisatiti | 2014 - 2019 |
| 12 | Bapak Drs. Marihot Malau, M.Pd. | 2019 - ? |
| 13 | Ibu Evi Hayati Nur, M.Pd | ? - Sekarang |
Seperti halnya sekolah lain, SMA Negeri 59 pun memiliki nama panggilan. Karena angka 59 dalam angka Romawi bertuliskan LIX,maka SMA Negeri 59 disebut juga SMALIX,perpaduan antara SMA dan angka 59 dalam angka romawi.
SMA Negeri 59 Jakarta banyak menorehkan prestasi dibidang akademik maupun nonakademik, yang prestasinya sebagai berikut:
C.BASKET
D. ATLETIK DAN OOSN
E. PMR
F. Seni
G.KIR
H.Lain-lain
Setiap tahunnya diadakan LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) untuk perekrutan anggota masing- masing ekstrakurikuler dan OSIS.
Pada awalnya, LDKS diadakan per-ekskul, namun semenjak tahun 2003 hingga saat ini, LDKS diadakan Gabungan seluruh OSIS dan ekskul.
SMA Negeri 59 memiliki 8 bidang yang membidangi tiap ekstrakurikuler dan OSIS.
Saat awal berdirinya SMALIX, cukup banyak siswa yang beragama Buddha, hingga didirikan RohBudh. Namun seiring perjalanan waktu, siswa yang beragama Buddha semakin berkurang, dan hanya menjadi sebagian kecil saja. Sehingga RohBudh pun lama kelamaan hilang dengan sendirinya.
Tiap tahunnya diadakan Rapat Pleno untuk menetapkan Ketua OSIS dan MPK yang baru, selain itu juga menetapkan anggaran untuk masing-masing ekstrakurikuler.
Pada awalnya, KIR 59 adalah perkumpulan beberapa siswa jurusan IPA yang membentuk kegiatan belajar bersama. Lama kelamaan bukan siswa IPA saja yang turut bergabung. Hingga dibentuklah wadah yang menampung kreativitas meraka.
Kegiatannya meliputi Praktikum yang diadakan tiap seminggu sekali, Study Tour, Pelatihan, Seminar, dll.