LRT Rute Kelana Jaya adalah rute kereta cepat kelima dan rute dengan sistem terotomasi penuh, tanpa pengemudi pertama di area Lembah Klang dan merupakan bagian dari Sistem Transit Terpadu KL Raya/Lembah Klang. Melayani 37 stasiun, rute ini memiliki jalur sepanjang 46.4 km yang kebanyakan berada di bawah tanah dan layang. Sebelumnya dikenal sebagai PUTRA LRT, rute tersebut saat ini dioperasikan oleh Rapid Rail, anak usaha Prasarana Malaysia. Rute ini dinamai dari terminus sebelumnya, Stasiun Kelana Jaya. Rute ini memiliki nomor 5 dan berwarna Rubi pada peta transit resmi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| LRT Rute Kelana Jaya | |
|---|---|
| 5 | |
Kereta Bombardier Innovia ART 200 2-gerbong di stasiun Kelana Jaya. | |
| Ikhtisar | |
| Nama asli | LRT Laluan Kelana Jaya |
| Jenis | Kereta cepat - lintas rel terpadu |
| Sistem | LRT2 - THALES SelTrac CBTC |
| Status | Beroperasi |
| Lokal | Lembah Klang |
| Terminus | KJ1 Gombak KJ37 Putra Heights |
| Stasiun | 37 [1] |
| Layanan | Gombak - Ara Damansara Gombak - Ara Damansara - Putra Heights |
| Penumpang harian | 225,053 (2015) |
| Penumpang | 82.144 juta (2015)[2] ( |
| Nomor lintas | 5 (Merah Delima) |
| Situs web | myrapid |
| Operasi | |
| Dibuka | 01 September 1998 (1998-09-01) (Disambungkan 30 Juni 2016 (2016-06-30)) |
| Pemilik | Prasarana Malaysia |
| Operator | Rapid Rail |
| Karakteristik lintas | Landasan bertingkat, bawah tanah, dan layang |
| Depo | Depoh Subang |
| Rangkaian | Set kereta INNOVIA ART 200 Mark II 2-gerbong & 4-gerbong Perbedaan panjang tren |
| Data teknis | |
| Panjang lintas | 464 km (288 mi) |
| Lebar sepur | 1.435 mm (4 ft 8+1⁄2 in) sepur standar |
| Elektrifikasi | Landasan keempat |
| Kecepatan operasi | 80 km/h (50 mph) |
5 - Rute Kelana Jaya | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
LRT Rute Kelana Jaya (bahasa Melayu: Laluan Kelana Jayacode: ms is deprecated ; bahasa Inggris: Kelana Jaya Linecode: en is deprecated ) adalah rute kereta cepat kelima dan rute dengan sistem terotomasi penuh, tanpa pengemudi pertama di area Lembah Klang dan merupakan bagian dari Sistem Transit Terpadu KL Raya/Lembah Klang. Melayani 37 stasiun, rute ini memiliki jalur sepanjang 46.4 km yang kebanyakan berada di bawah tanah dan layang. Sebelumnya dikenal sebagai PUTRA LRT, rute tersebut saat ini dioperasikan oleh Rapid Rail, anak usaha Prasarana Malaysia. Rute ini dinamai dari terminus sebelumnya, Stasiun Kelana Jaya. Rute ini memiliki nomor 5 dan berwarna Rubi pada peta transit resmi.

Rute Kelana Jaya terdiri dari satu rute yang ditetapkan dari Kelana Jaya hingga ke Terminal Putra yang melayani di area Petaling Jaya di selatan; daerah barat daya dan Pusat Kota Kuala Lumpur di tengah; dan beberapa daerah perumahan dengan kepadatan rendah di utara Kuala Lumpur. Rute 29 km ini adalah sistem driver otomatis terpanjang ketiga, terpanjang ketiga otomatis sepenuhnya, otomatis SkyTrain di Vancouver, Kanada (49.5 km) dan Lille Metro VAL di Lille, Prancis (32 km).
Stasiun-stasiun di sepanjang Rute Kelana Jaya diatur ke arah utara-selatan. Terdapat 24 stasiun, 16 di antaranya di jembatan, dan 5 lainnya antara Pasar Seni dan Taman Ampang di bawah tanah.
Seperti halnya dengan Rute Ampang, stasiun-stasiun di rute ini juga terdiri berbagai desain. Sebagian besar stasiun struktur jembatan dibangun sesuai dengan empat gaya utama yang menampilkan desain atap yang berbeda untuk bagian lintas tertentu. Stasiun KL Sentral juga menunjukkan arsitektur yang lebih paralel dengan semua bangunan Stasiun Sentral. Stasiun bawah tanah memiliki tata letak serambi dan vestibula yang unik, serta dilengkapi dengan pintu platform untuk mencegah intrusi antara platform dan landasan. Sebanyak 13 stasiun (termasuk dua stasiun terminal dan lima stasiun bawah tanah) berperon pulau (island), sementara 11 lainnya juga dilengkapi dengan dua peron sisi (side) masing-masing. Stasiun-stasiun yang berperon pulau mempermudah pertukaran antara kereta api arah utara dan kereta api arah selatan tanpa harus berjalan naik/turun ke lantai serambi.
Stasiun-stasiun di Rute Terminal PUTRA-Kelana Jaya dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk lift dan lift kursi roda di samping tangga jalan dan tangga biasa di setiap stasiun, serta celah antara platform dan kereta api kurang dari 5 cm untuk memungkinkan mereka untuk masuk dan keluar kereta. Selain itu:
Stasiun-stasiun ini adalah satu-satunya sistem transit kereta api ringan di Lembah Klang yang dirancang untuk memberikan kenyamanan khusus bagi pengguna prioritas. Semua stasiun di Rute Kelana Jaya juga memiliki kamera pemantau (CCTV) terbatas untuk pengamanan.
Berikut adalah stasiun yang telah dibangun dan telah beroperasi sejak 1999
| Nomor stasiun | Nama | Jenis peron | Transfer stasiun | Keterangan |
| KJ01 | Gombak | Peron Pulau, Terminal | Sebelumnya dikenal sebagai stasiun LRT Terminal PUTRA. | |
|---|---|---|---|---|
| KJ02 | Taman Melati | Peron Tepi | ||
| KJ03 | Wangsa Maju | Peron Pulau | ||
| KJ04 | Sri Rampai | Peron Tepi | Dibuka pada 24 Desember 2010 setelah ditutup ketika mulai operasi | |
| KJ05 | Setiawangsa | Peron Pulau | ||
| KJ06 | Jelatek | Peron Tepi | ||
| KJ07 | Dato' Keramat | |||
| KJ08 | Damai | Peron Pulau | ||
| KJ09 | Ampang Park | Bawah tanah | ||
| KJ10 | KLCC |
Terminal bus RapidKL | Bawah tanah | |
| KJ11 | Kampung Baru | Bawah tanah | ||
| KJ12 | Dang Wangi | Jarak jalan kaki dengan Stasiun Monorel Bukit Nanas | Bawah tanah | |
| AG07 SP07 KJ13 |
Masjid Jamek | Bersambung dengan Rute Sentul Timur-Ampang dan Rute Sentul Timur-Sri Petaling | Bawah tanah | |
| KJ14 | Pasar Seni | Jarak jalan kaki dengan Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur dan perhentian bus RapidKL dan Metrobus | ||
| KJ15 MR01 |
KL Sentral | Peron Tepi | Bersambung dengan Rute Batu Caves-Pelabuhan Klang, Rute Rawang-Seremban, Rute KLIA Transit, Rute KLIA Ekspres, Jarak jalan kaki dengan Rute KL Sentral-Titiwangsa dan perhentian bus RapidKL dan Metrobus | |
| KJ16 | Bangsar | |||
| KJ17 | Abdullah Hukum | |||
| KJ18 | Kerinchi | |||
| KJ19 | Universiti | Peron Pulau | Perhentian bus RapidKL | |
| KJ20 | Taman Jaya | Peron Tepi | ||
| KJ21 | Asia Jaya | Peron Pulau | ||
| KJ22 | Taman Paramount | Peron Tepi | ||
| KJ23 | Taman Bahagia | |||
| KJ24 | Kelana Jaya | Peron Pulau, Terminal | Perhentian bus RapidKL |
Jalur ini menggunakan kereta api berteknologi Bombardier Advanced Rapid Transit (Mark II) yang menggunakan motor linear. Ini adalah yang pertama digunakan di negara tersebut. Kereta dioperasikan secara otomatis dengan terus dipantau oleh operator.
Pada Senin, 24 Mei 2021 saat itu dua rangkaian saling bertabrakan (adu banteng) dalam terowongan, antara Stasiun Kampung Baru dan KLCC, hingga menyebabkan 210 penumpangnya terluka. Sebanyak enam di antaranya kritis.
Dalam hasil investigasi yang diumumkannya 10 Juni lalu, Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong menyebut masinis dan operator di pusat kontrol sama-sama telah mengabaikan prosedur operasional standar hingga menyebabkan kecelakaan tersebut. Mereka tak saling berkomunikasi sehingga membuat satu rangkaian LRT yang seharusnya menuju depo bergerak dalam mode otomatis ke arah yang salah.
Sedang rangkaian kereta yang kedua, yang memuat penumpang, juga dirilis dari stasiun tanpa informasi yang akurat tentang adanya rangkaian kereta di depannya. Kecelakaan itu menyebabkan jalur LRT Kelana Jaya ditutup selama hampir sepekan sebelum kembali beroperasi kembali per 28 Mei 2021.
Kecelakaan itu dicatat sebagai yang terburuk sejak Malaysia mulai mengoperasikan LRT pada 1996.
Pada 2008, kejadian itu menyebabkan satu rangkaian kereta ditabrak dari belakang oleh rangkaian lainnya.
Pada 2006, satu rangkaian LRT kosong penumpang menerabas penghalang di satu stasiun di ujung jalur. Satu keretanya menggantung di udara pada ketinggian 25 meter.