Rita Butarbutar dikenal sebagai penyanyi Pop legendaris di Indonesia dan penyanyi Pop tanah Batak dan Penyanyi Religi Kristen. Ia lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia, 11 Mei 1960). Namanya melambung pada tahun 1980-an dengan diciptakannya lagu Seandainya Aku Punya Sayap oleh Rinto Harahap. Selain itu, Rita juga dikenal sebagai salah satu vokalis wanita Indonesia dengan jangkauan vokal tertinggi di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Rita Butarbutar | |
|---|---|
| Lahir | Rita Butarbutar 11 Mei 1960 Pematang Siantar, Simalungun, Sumatera Utara |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pekerjaan | Penyanyi |
| Tahun aktif | 1983–sekarang |
| Karier musik | |
| Genre | |
| Instrumen | |
| Label | |
| Artis terkait | |
Rita Butarbutar dikenal sebagai penyanyi Pop legendaris di Indonesia dan penyanyi Pop tanah Batak dan Penyanyi Religi Kristen. Ia lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia, 11 Mei 1960). Namanya melambung pada tahun 1980-an dengan diciptakannya lagu Seandainya Aku Punya Sayap oleh Rinto Harahap . Selain itu, Rita juga dikenal sebagai salah satu vokalis wanita Indonesia dengan jangkauan vokal tertinggi di Indonesia.
Awal karier Rita di dunia olah vokal bermula pada tahun 1980. Rita yang saat itu masih muda belia dipertemukan dengan Rinto Harahap , pemilik Lolypop Records. Musisi yang dikenal jago menulis lagu cengeng itu kemudian menciptakan sebuah lagu berjudul Seandainya Aku Punya Sayap untuk dinyanyikan Rita Butarbutar. Lagu yang dimuat dalam album pop Indonesia itu kemudian dikenal luas oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di kawasan Indonesia bagian timur. Lagu itu juga sempat direkam ulang oleh grup musik Geisha. Nama Rita Butarbutar pun kemudian semakin dikenal dan lagu tersebut menjadi salah satu Hits di industri musik Indonesia. Bahkan lagu ini juga sering dibawa dalam kegiatan lomba olah vokal seperti di Indonesian Idol dan Golden Memories.
Setelah itu Rita juga sempat merilis lagu Aku Tak Ingin Mengemis Lagi di tahun 1981 dan Oh Angin di tahun 1985. Namun kedua lagu tersebut belum bisa mengimbangi kesuksesan lagu "Seandainya Aku Punya Sayap".
Setelah sukses membawakan lagu pop, almarhumah ibundanya yang kala itu setia mendampingi kemanapun ia pergi, ingin menerbitkan album Pop Batak untuk sang putri. Rita kemudian dipertemukan dengan pencipta lagu batak Dakka Hutagalung. Kebetulan saat itu Dakka sedang menggarap beberapa album Batak pesanan salah satu produser di ibukota.
Hingga terciptalah lagu pop Batak yang terkenal, "Didia Rokkap Hi" yang menandai debut Rita dalam menyanyikan lagu berbahasa Batak. Rekaman original lagu itu dilakukan di tahun 1990. Lagu yang cukup populer di tengah penikmat musik pop bahasa Batak itu dibawakan Rita dengan penghayatan yang baik. Alunan suaranya yang terkesan datar pada intro lagu itu seakan menambah kesyahduan lagu tersebut. Lagu Didia Rokkap Hi mengisahkan seorang wanita yang menanyakan ibunya yang selalu gelisah karena melihat putrinya tidak kunjung menikah padahal umur yang semakin tua. Akhirnya lagu itu menjadi sangat terkenal dan banyak di rekam ulang oleh penyanyi Batak terkenal lainnya seperti, Novita Dewi Marpaung, Putri Silitonga, Martha Hutagaol, Lyodra Ginting, Joy Tobing sampai Judika. Karena lagu itu, Rita semakin fokus untuk merilis dan merekam lagu berbahasa Batak. Dan lagu pop bahasa Batak lainnya yang sukses seperti ; "Batu Gantung", "Gokhon Dohot Jou Jou", " Surat Narara" dan lain lain. Hingga kini, selain aktif di industri musik pop Batak, Rita juga aktif di musik berjenis Gospel atau musik Pop Religi Kristen.
Rita Butarbutar menjadi sorotan publik usai salah menyanyikan lirik lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dalam upacara pembukaan Piala Presiden 2025 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu malam, 6 Juli 2025.
Dalam momen tersebut, Rita yang dikenal dengan suara tingginya menyanyikan lirik "Marilah kita berseru, Indonesia merdeka", menggantikan lirik seharusnya "Indonesia bersatu". Potongan video penampilannya pun viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari netizen — sebagian menyayangkan kesalahan itu, sementara lainnya tetap memberi dukungan, memahami bahwa kekeliruan bisa terjadi karena grogi atau tekanan saat tampil di acara besar.
Adapun Piala Presiden 2025 resmi dibuka pada hari itu, menghadirkan laga pembuka Persib Bandung vs Port F.C. di Stadion Si Jalak Harupat, dilanjutkan dengan pertandingan Oxford United vs Liga Indonesia All-Star sebagai puncak acara di malam harinya. Rita Butarbutar didaulat memimpin lagu kebangsaan dalam seremoni pembukaan.[1][2][3][4]
Single
Album Solo
Single Pop Batak
Album Pop Batak
Lagu Rohani
Rita Butarbutar memiliki chest voice yang powerfull, range vokal yang luas, dan breath control vocal. Range vocalnya bermula dari B rendah (B2) bawah middle C hingga B (B5) atas high C. Rita bisa menjangkaui high E (E5) yaitu nada sangat tinggi bahkan sampai F7.