Pengembalian investasi atau balik modal adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. Pengembalian investasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pengembalian investasi (bahasa Inggris: Return on investmentcode: en is deprecated , disingkat ROI) atau balik modal adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan.[1] Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. Pengembalian investasi biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.
Pengembalian investasi tidak memberikan indikasi berapa lamanya suatu investasi. Namun, pengembalian investasi sering dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan dan sering juga dinyatakan untuk suatu tahun kalender atau fiskal.
Pengembalian investasi digunakan untuk membandingkan laba atas investasi antara investasi-investasi yang sulit dibandingkan dengan menggunakan nilai moneter. Sebagai contoh, suatu investasi senilai 1000 rupiah yang menghasilkan bunga 50 rupiah jelas memberikan lebih banyak uang daripada investasi senilai 100 rupiah yang memberikan bunga 20 rupiah. Tapi investasi 100 rupiah memberikan pengembalian investasi yang lebih besar.
Dalam praktiknya, perhitungan ROI sering kali disesuaikan agar lebih mencerminkan kondisi nyata, misalnya dengan memperhitungkan keuntungan bersih (pendapatan dikurangi biaya-biaya yang timbul) serta faktor-faktor seperti frekuensi rotasi aset operasional dan margin keuntungan.[2] Semakin tinggi tingkat perputaran aset dan margin yang diperoleh, semakin besar potensi ROI yang bisa dihasilkan.[2]