Resolusi 782 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 13 Oktober 1992. Usai menyambut Perjanjian Perdamaian Umum Roma yang ditandatangani pada 4 Oktober 1992, di Roma antara pihak-pihak FRELIMO (pemerintah) dan RENAMO (pemberontak) di Perang Saudara Mozambik, DKPBB menyepakati pelantikan Perwakilan Istimewa sementara dan pengerahan 25 pengamat militer untuk Mozambik. Perwakilan Istimewa-nya adalah seorang warga negara Italia, Aldo Ajello.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Resolusi 782 Dewan Keamanan PBB | |
|---|---|
Mozambik | |
| Tanggal | 13 Oktober 1992 |
| Sidang no. | 3,123 |
| Kode | S/RES/782 (Dokumen) |
| Topik | Mozambik |
Ringkasan hasil | 15 mendukung Tidak ada menentang Tidak ada abstain |
| Hasil | Diadopsi |
| Komposisi Dewan Keamanan | |
Anggota tetap | |
Anggota tidak tetap | |
Resolusi 782 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 13 Oktober 1992. Usai menyambut Perjanjian Perdamaian Umum Roma yang ditandatangani pada 4 Oktober 1992, di Roma antara pihak-pihak FRELIMO (pemerintah) dan RENAMO (pemberontak) di Perang Saudara Mozambik, DKPBB menyepakati pelantikan Perwakilan Istimewa sementara dan pengerahan 25 pengamat militer untuk Mozambik. Perwakilan Istimewa-nya adalah seorang warga negara Italia, Aldo Ajello.[1]
Resolusi tersebut juga menyambut perjanjian Presiden Mozambik Joaquim Chissano dan Presiden RENAMO di mana kedua belah pihak menerima perak PBB dalam memantau dan memandu Perjanjian Roma.[2] Resolusi tersebut kemudian menyatakan harapan DKPBB terhadap laporan masa mendatang Sekjen perihal pembentukan Operasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mozambik, yang resmi dibentuk lewat Resolusi 797.