Resolusi 765 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 16 Juli 1992. Usai mengulang resolusi-resolusi 392 (1976), 473 (1980), 554 (1984) dan 556 (1984), DKPBB mengecam peningkatan kekerasan di Afrika Selatan, terutama pembantaian Boipatong pada 17 Juni 1992, yang menimbulkan 46 korban tewas, dan penangguhan perbincangan bilateral Kongres Nasional Afrika dengan pemerintahan Afrika Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Resolusi 765 Dewan Keamanan PBB | |
|---|---|
Afrika Selatan | |
| Tanggal | 16 Juli 1992 |
| Sidang no. | 3.096 |
| Kode | S/RES/765 (Dokumen) |
| Topik | Afrika Selatan |
Ringkasan hasil | 15 mendukung Tidak ada menentang Tidak ada abstain |
| Hasil | Diadopsi |
| Komposisi Dewan Keamanan | |
Anggota tetap | |
Anggota tidak tetap | |
Resolusi 765 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 16 Juli 1992. Usai mengulang resolusi-resolusi 392 (1976), 473 (1980), 554 (1984) dan 556 (1984), DKPBB mengecam peningkatan kekerasan di Afrika Selatan, terutama pembantaian Boipatong pada 17 Juni 1992, yang menimbulkan 46 korban tewas,[1] dan penangguhan perbincangan bilateral Kongres Nasional Afrika dengan pemerintahan Afrika Selatan.[2]