Dinoflagellata atau dinofita merupakan kelompok eukariota uniseluler monofiletik yang umumnya diklasifikasikan sebagai protista. Sebagian besar dinoflagellata merupakan plankton laut, tetapi beberapa jenis dinoflagellata juga dapat ditemukan di habitat air tawar. Populasi dinoflagellata bervariasi bergantung pada suhu permukaan laut, salinitas, dan kedalaman. Banyak dinoflagellata bersifat fotosintetik, namun sebagian besar di antaranya sebenarnya mixotrof, yaitu mengombinasikan fotosintesis dengan pemangsaan organisme lain.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Dinoflagellata Rentang waktu: Trias atau sebelumnya–Saat ini | |
|---|---|
| Ceratium sp. | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | Eukaryota |
| Klad: | Diaphoretickes |
| Klad: | Sar |
| Klad: | Alveolata |
| Filum: | Myzozoa |
| Subfilum: | Dinozoa |
| Superkelas: | Dinoflagellata Bütschli 1885 [1880–1889] sensu Gomez 2012[ |
| Kelas | |
Dinoflagellata (dari Bahasa Yunani Kuno δῖνος (dînos) yang berarti “berputar” dan Bahasa Latin flagellum yang berarti “cambuk”) atau dinofita merupakan kelompok eukariota uniseluler monofiletik yang umumnya diklasifikasikan sebagai protista. Sebagian besar dinoflagellata merupakan plankton laut, tetapi beberapa jenis dinoflagellata juga dapat ditemukan di habitat air tawar. Populasi dinoflagellata bervariasi bergantung pada suhu permukaan laut, salinitas, dan kedalaman. Banyak dinoflagellata bersifat fotosintetik, namun sebagian besar di antaranya sebenarnya mixotrof, yaitu mengombinasikan fotosintesis dengan pemangsaan organisme lain (melalui fagotrof dan misositosis).[1][2]
Dari segi jumlah spesies, dinoflagellata merupakan salah satu kelompok eukariota laut terbesar, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan diatom.[3] Beberapa spesies dinoflagellata merupakan endosimbion hewan laut dan berperan penting dalam biologi terumbu karang. Sementara itu, beberapa spesies dinoflagellata lain bersifat predator tanpa pigmen yang memangsa protozoa lain, dan sebagian kecil spesies lainnya bersifat parasit (misalnya Oodinium dan Pfiesteria). Sebagian dinoflagellata memiliki tahap istirahat yang disebut kista dinoflagellata atau dinokista sebagai bagian dari siklus hidupnya; fenomena ini terjadi pada 84 dari 350 spesies air tawar dan pada sekitar dari 10% spesies laut. Dinoflagellata termasuk kelompok alveolata yang memiliki dua flagela.
Akumulasi beberapa jenis dinoflagellata dapat menyebabkan perubahan warna air, yang dikenal secara umum sebagai pasang merah. Fenomena ini dapat menyebabkan keracunan kerang jika manusia mengonsumsi kerang yang terkontaminasi. Selain itu, beberapa jenis dinoflagellata menunjukkan bioluminesensi biru-hijau yang dapat terlihat di laut pada kondisi tertentu.
