Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sidasuha

Sidasuha adalah salah satu marga Batak Simalungun yang berasal dari Panei, Simalungun. Marga Sidasuha merupakan turunan dari marga Purba. Pada umumnya, keturunan Sidasuha menggunakan nama Purba sebagai nama marga.

salah satu marga Batak Simalungun
Diperbarui 21 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sidasuha

Sidasuha (Surat Batak: ᯙᯫᯑᯙᯮᯃ; disebut juga sebagai Purba Dasuha) adalah salah satu marga Batak Simalungun yang berasal dari Panei, Simalungun. Marga Sidasuha merupakan turunan dari marga Purba.[1][2] Pada umumnya, keturunan Sidasuha menggunakan nama Purba sebagai nama marga.

Sarkofagus salah satu leluhur penguasa Panei

Asal

Rumah Bolon Panei merupakan kediaman penguasa Partuanon Panei bermarga Purba Dasuha.

Berawal dari dinasti Kerajaan Dolog Silau, yang penguasanya merupakan marga Purba Tambak. Suatu hari, putra bungsu Raja Dolog Silau kecewa karena abangnya menyantap habis makanan dan juga tuak. Si bungsu menegur abangnya karena itu, tetapi abangnya tidak mengindahkan kata-kata adiknya, dan berkata: “Suhasuhani bagod in do na suman inumonmu, tandani ho silojaloja i rumah bolon on!” yang berarti “Sisa tuak itu yang layak kau minum selaku suruhan di istana ini”. Kemudian mereka bertengkar hebat. Namun karena abangnya lebih kuat, ia memutuskan pergi dari Silou Buttu menuju daerah sekitaran Tiga Runggu, Purba, Simalungun dan mengubah nama marganya yang awalnya Purba Tambak, menjadi Purba Dasuha dan membuka kampung disana, bernama Huta Suha Bolag. Dari perkataan kakaknya itulah Sidasuha mendapatkan namanya, Suha. Dengan demikian, ia resmi menjadi marga Purba Dasuha. Kemudian di daerah Pamatang Panei, ia mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Panei, dan memekarkan marga baru, yaitu Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir.

Daftar penguasa Partuanon Panei - Baja Linggei di Pamatang Panei dan Sipispis

  1. Tuan Suha Bolag Purba Dasuha (Raja Panei I)
  2. Parhuda Sitajur (Raja Panei II)
  3. Hantu Panei (Raja Panei III)
  4. Raja Panei IV
  5. Raja Panei V
  6. Raja Panei VI
  7. Raja Panei VII
  8. Raja Panei VIII
  9. Tuan Sarmalam Purba Dasuha (Raja Panei IX)
  10. Tuan Sarhalapa Purba Dasuha (Raja Panei X)
  11. Tuan Djintama Purba Dasuha (Raja Panei XI)
  12. Tuan Djontama Purba Dasuha (Raja Panei XII)
  13. Tuan Djadiammat Purba Dasuha (Raja Panei XIII)
  14. Tuan Bosar Sumalam Purba Dasuha (Raja Panei XIV)
  • Pada masa pemerintahan Tuan Simalobong Purba Dasuha (bukan Raja Panei, ia merupakan penguasa Pamatang Purba, dengan gelar Tuan Pamatang Purba), datanglah seorang pengembara (ia diyakini sebagai Pangultopultop atau Datu Parulas Parultop), dijuluki sebagai "Nagodang Purba " salah seorang keturunan marga Cibero dari Pakpak Dairi ke wilayah Pematang Purba di Simalungun. Karena kepiawaiannya, pengembara tersebut berhasil merebut hati rakyat Tuan Simalobong dan menganggapnya sebagai raja. Karena itu, Tuan Simalobong cemburu dan mengadakan adu sumpah (marbija) dengan Pangultopultop yang kemudian dimenangkan oleh Pangultopultop. Kepemimpinan Tuan Simalobong berpindah ke Pangultopultop, dan Pangultopultop mendirikan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Purba, di wilayah bekas kekuasaan Tuan Simalobong, di Pematang Purba, Simalungun. Saat itu Pangultopultop menyandang marga yang sama dengan Tuan Simalobong. Namun, mengingat dirinya berasal dari Pakpak Dairi, disebutnyalah dirinya Purba Pakpak, dan lahirlah marga Purba Pakpak.
  • Di masa pemerintahan Raja Panei ke-5, ia memperanakkan tiga putra yaitu Raja Panei ke-6, Sidadolog (Tuan Sinaman), dan Sidagambir (Tuan Rajaihuta). Di saat itulah, marga Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir lahir.

Kekerabatan

Walaupun belum bisa dipastikan bahwa semua yang bermarga Purba Dasuha merupakan keturunan atau berasal dari marga Purba Sigulang Batu (keturunan Simamora), namun sudah banyak marga Purba, khususnya marga Purba Dasuha yang menganggap dirinya semarga dengan marga-marga keturunan Simamora dari Humbang, seperti Manalu, Debataraja (yang keturunannya kebanyakan memakai marga Simamora), dan Rambe. Banyak yang bermarga Purba Dasuha yang bangga menyatakan dirinya adalah keturunan Toga Simamora yang bersaudara dengan marga Purba Batak Toba, Manalu, Simamora Debataraja, dan Rambe, tetapi ada juga yang tidak setuju dan tidak menerima bahwa Purba Dasuha berasal dari Simamora. Ini sama halnya dengan marga Damanik yang bangga menyatakan dirinya adalah keturunan Silau Raja (Malau, Manik/Damanik, Ambarita, dan Gurning) ataupun keturunan Si Raja Borbor, yaitu Tuan Sidamanik. Namun, sama seperti marga Purba Dasuha di atas, ada juga marga Damanik yang tidak dapat menerima kalau ia merupakan keturunan Manik ataupun kelompok marga Naimarata.

Hubungan dengan marga Simamora lain

Sekarang ini, banyak marga Purba Dasuha yang mengaku bahwa mereka itu marsanina (bersaudara; dalam bahasa Batak Simalungun) atau na marhaha maranggi dalam bahasa Batak Toba, dengan marga-marga Simamora lainnya, yakni Manalu dan Debataraja (Simamora). Mereka (semua marga Purba Dasuha) yang mengaku sebagai keturunan Simamora, menganggap bahwa semua yang bermarga Manalu dan Debataraja merupakan saudara kandung mereka. Begitu juga dengan Manalu dan Debataraja (Simamora). Mereka juga menganggap bahwa Purba Dasuha, adalah saudara kandung mereka, atau bahkan haha doli (kakak laki-laki atau abang; dalam bahasa Batak Toba) mereka. Karena dalam tarombo Simamora, Purba merupakan anak sulung, dan Purba mempunyai adik yaitu Manalu dan Debataraja. Jadi, ada dari marga Manalu dan Debataraja, yang ketika bertemu dengan marga Purba Dasuha, mereka memanggilnya dengan "abang".

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Purba Dasuha, di antaranya adalah:

  • Jasiman Purba

Catatan

Referensi

  1. ↑ Subroto, Lukman Hadi (13 Agustus 2022). "Daftar Marga Simalungun". Kompas (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 24 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Subroto, Lukman Hadi (7 Agustus 2022). "4 Marga Asli Simalungun: Sinaga, Saragih, Damanik, Purba". Kompas (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 24 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • l
  • b
  • s
Marga-marga dalam etnis Simalungun
Marga Sisadapur
Damanik
Bayu  • Malayu  • Rapogos  • Rih  • Simaringga  • Sola  • Usang  • Bariba  • Tomok  • Malau  • Limbong  • Ambarita  • Gurning
Purba
Sidasuha  • Sidadolog  • Sidagambir  • Sigumonrong  • Sihala  • Silangit  • Tambak  • Tanjung  • Tambunsaribu  • Tondang  • Tua  • Girsang  • Manorsa  • Pakpak  • Siboro
Saragih
Garingging  • Jawak  • Parmata  • Sidapulou  • Sidasalak  • Simaronggang  • Sumbayak  • Manihuruk  • Munte  • Napitu  • Rumahorbo  • Siadari  • Siallagan  • Sidabalok  • Sidabutar  • Sidauruk  • Sijabat  • Simarmata  • Sitio  • Tamba  • Turnip
Sinaga
Dadihoyong  • Porti  • Simaibang  • Simandalahi  • Simanjorang
Rumah Bolon Pematang Purba
Non-Sisadapur
Asimilasi dari Toba
Sipayung
Asimilasi dari Karo
Sitopu
Asimilasi dari Pakpak
Lingga


Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal
  2. Kekerabatan
  3. Hubungan dengan marga Simamora lain
  4. Tokoh
  5. Catatan
  6. Referensi

Artikel Terkait

Marga Simalungun

Marga Simalungun merujuk pada marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Batak Simalungun. Ada empat marga asli etnis ini, yakni Damanik, Purba

Sejarah Batak

sebagai "Batak". Padahal, secara historis, istilah ini juga mencakup kelompok etnis lainnya di Sumatera Utara seperti Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun, dan

Suku Simalungun

salah satu kelompok etnik Batak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026