Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKalong besar
Artikel Wikipedia

Kalong besar

Kalong besar atau kalong kapauk adalah spesies kelelawar yang merupakan anggota famili Pteropodidae. Spesies ini menyebar di Asia Tenggara dan Kepulauan Indonesia bagian barat hingga Nusa Tenggara. Sebagaimana kalong lainnya, jenis ini pun hanya memakan buah-buahan dan sebangsanya. Kalong kapauk adalah spesies kelelawar yang terbesar, dan tidak memiliki kemampuan ekolokasi.

Kalong atau kelelawar buah berukuran besar
Diperbarui 4 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kalong besar
Kalong Besar
Status konservasi

Hampir Terancam  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mammalia
Ordo:
Chiroptera
Famili:
Pteropodidae
Genus:
Pteropus
Spesies:
P. vampyrus
Nama binomial
Pteropus vampyrus
(Linnaeus, 1758)
Sinonim
  • Verspertilio vampyrus Linnaeus 1758[1]
  • V. celaeno Hermann 1804
  • Pteropus edulis Geoffroy, E. 1810
  • P. javanicus Desmarest 1820
  • P. funereus Temminck 1837
  • P. pluton Temminck 1853
  • P. sumatrensis Ludeking 1862
  • P. pteronotus Dobson 1878
  • P. lanensis Mearns 1905
Artikel takson sembarang
Agihan anak-jenis kalong besar:
  P.v.vampyrus
  P.v.sumatrensis
  P.v.natunae
  P.v.edulis
  P.v.pluton
  P.v.lanensis
Spesimen koleksi Museum Genoa, Italia

Kalong besar[2] atau kalong kapauk (Pteropus vampyrus) adalah spesies kelelawar yang merupakan anggota famili Pteropodidae. Spesies ini menyebar di Asia Tenggara dan Kepulauan Indonesia bagian barat hingga Nusa Tenggara. Sebagaimana kalong lainnya, jenis ini pun hanya memakan buah-buahan dan sebangsanya. Kalong kapauk adalah spesies kelelawar yang terbesar,[3] dan tidak memiliki kemampuan ekolokasi.[4]

Dalam pelbagai bahasa daerah, umumnya hewan ini dikenal sebagai kalong atau keluang saja. Sementara dalam bahasa Inggris, ia dikenal sebagai large flying fox, greater flying fox, large fruit bat, atau juga kalong.

Pengenalan

Kelelawar buah berukuran besar. Kepala dan badan 300-340 mm; telinga 40 mm; lengan bawah 190–210 mm; tidak berekor; rentang sayap 1.400-1.500 mm. Berat 645-1.100 g.[5]

Punggung hitam dengan corengan abu-abu. Bagian belakang kepala dan leher cokelat jingga; bagian kepala lainnya dan tubuh bagian bawah cokelat kehitaman. Anakan berwarna cokelat abu-abu kusam seluruhnya.[2]

Agihan

Kalong besar ditemukan mulai dari Burma bagian selatan, Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaya, Filipina, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau di sekitarnya, termasuk Pulau Anak Krakatau.[6][7]

Ekologi

Kalong kapauk aktif di malam hari (nokturnal). Seperti lazimnya kalong, di siang hari P. vampyrus biasa berkumpul dalam tenggeran dan membentuk koloni yang besar, hingga sekitar 100 individu, di pohon-pohon besar, pohon-pohon mangrove, dan juga di daun-daun nipah.[2][5] Informasi yang lain menyebutkan angka yang lebih besar: hingga 2.000 ekor tercatat di hutan mangrove di Timor,[8] bahkan di tempat lain tercatat koloni sebesar 10-20 ribu ekor.[3] Kelompok ini bergerak meninggalkan tenggerannya di waktu senja, terbang satu persatu membentuk barisan panjang, tidak pernah dalam kelompok yang rapat; kalong terbang dengan kepakan sayap yang lambat tetapi kuat dan tetap, serupa terbangnya gagak.[5] Kadang-kadang terbang jauh untuk mencari pohon-pohon yang berbunga atau berbuah; mungkin pula bermigrasi secara musiman sesuai dengan siklus musim bunga dan buah.[2] Tenang dan tidak berisik ketika terbang jauh, kalong besar biasa ribut mencerecet ketika berebutan buah atau teritori di antara sesamanya.[5]

Kalong besar memakan nektar dan aneka jenis buah-buahan, seperti halnya rambutan dan mangga. Kalong ini juga berfungsi sebagai penyerbuk bagi beberapa jenis pohon hutan dan juga durian.[2] Hewan ini hidup di wilayah sekitar pantai hingga ke pedalaman, sampai ketinggan tempat lk. 1.300 m dpl.[5] Di Malaysia, kalong kapauk lebih suka tinggal di dataran rendah di bawah ketinggian 365 m dpl.[9]

Induk kalong besar melahirkan seekor anak di sekitar akhir Maret hingga awal April. Dalam beberapa hari pertama, bayi kalong ini digendong induknya dan dibawa ke manapun ia terbang. Setelah agak besar, anak ini ditinggalkan induk di tenggerannya manakala si induk pergi mencari makanan. Anak kalong akan tinggal bersama induknya hingga berusia 2-3 bulan; pada umur itu ia telah hampir dewasa. Kalong besar dapat hidup hingga 15 tahun.[5]

Anak jenis dan agihan

Pteropus vampyrus mempunyai beberapa anak jenis, sbb.:[6][7]

  • P.v. vampyrus Linnaeus 1758; lokalitas tipe: Jawa
  • P.v. edulis Geoffroy, E. 1810; lokalitas tipe: Timor
  • P.v. lanensis Mearns 1905; lokalitas tipe: Pantar, dekat Lanao, Mindanao
  • P.v. natunae Andersen 1908; lokalitas tipe: Pulau Panjang, Natuna
  • P.v. pluton Temminck 1853; lokalitas tipe: Bali
  • P.v. sumatrensis Ludeking 1862; lokalitas tipe: Agam, Sumatera Barat

Etimologi

Tatkala Linnaeus mendeskripsi kalong kapauk ini, legenda vampir telah beredar luas di Eropa. Namun pada waktu itu kelelawar vampir dari Amerika Latin belum lagi dikenal oleh dunia ilmiah. Gambaran vampir dari Transilvania menyebutkan makhluk yang menyeramkan itu berkepala mirip serigala; sehingga ketika spesimen kalong yang pertama tiba di Eropa, hewan ini langsung dikait-kaitkan dengan lukisan makhluk kelelawar vampir yang ada dalam dongeng. Demikian kalong mendapatkan nama epitet-spesifik vampyrus.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Linne, C. von. 1758. Systema naturæ per regna tria naturæ, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis. Ed. 10. Tomus I: 31. Holmiæ :Laurentii Salvii.
  2. 1 2 3 4 5 Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 180, LG 8. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.
  3. 1 2 Kunz, T., Jones, D. (2000). "Pteropus vampyrus" (PDF). Mammalian Species. 642: 1–6. doi:10.1644/1545-1410(2000)642<0001:PV>2.0.CO;2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-02-21. Diakses tanggal 2015-02-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ↑ Matti Airas. "Echolocation in bats" (PDF). HUT, Laboratory of Acoustics and Audio Signal Processing. hlm. 4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-10-19. Diakses tanggal July 19, 2013.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 Lekagul B. & J.A. McNeely. 1977. Mammals of Thailand: 77-8. Bangkok: Association for the Conservation of Wildlife.
  6. 1 2 Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of Indomalayan Region: a systematic review: 64. Oxford: Nat. Hist. Mus. Publ. & Oxford Univ. Press.
  7. 1 2 Simmons, N. B. 2005. Pteropus vampyrus. In Wilson, D.E.; D.M. Reeder. Mammal Species of the World (3rd ed.). Johns Hopkins University Press. pp. 345–346. ISBN 978-0-8018-8221-0.
  8. ↑ Goodwin R. E. (1979). "The bats of Timor". Bulletin of the American Museum of Natural History. 163: 75–122. hdl:2246/1288.
  9. ↑ Lim, B. L. (1966). "Abundance and distribution of Malaysian bats in different ecological habitats". Federated Museums Journal. 11: 61–76.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pteropus vampyrus.
  • View the Megabat genome in Ensembl.
  • l
  • b
  • s
Spesies hidup famili Pteropodidae
  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mammalia
  • Infrakelas: Eutheria
  • Superordo: Laurasiatheria
  • Ordo: Chiroptera
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
  • Paniki besar (N. aello)
  • Paniki umum (N. albiventer)
  • Paniki pallas (N. cephalotes)
  • Paniki gunung (N. certans)
  • Paniki telinga-bundar (N. cyclotis)
  • Paniki naga (N. draconilla)
  • Paniki keast (N. keasti)
  • Paniki pulau (N. major)
  • Paniki malaita (N. malaitensis)
  • Paniki setan (N. masalai)
  • Paniki kecil (N. minutus)
  • Paniki filipina (N. rabori)
  • Paniki timur (N. robinsoni)
  • Paniki umboi (N. vizcaccia)
Paranyctimene
  • Codot hidung-tabung kecil (P. raptor)
  • Codot hidung-tabung setia (P. tenax)
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
  • Cecadu kalimantan (A. aequalis)
  • Cecadu bukit (A. alecto)
Alionycteris
  • Codot kerdil mindanao (A. paucidentata)
Balionycteris
  • Cecadu sayap-bintik (B. maculata)
  • Cecadu sayap-bintik melayu (B. seimundi)
Chironax
  • Bukal kepala-hitam (C. melanocephalus)
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
  • Codot krawar (C. brachyotis)
  • Codot horsfield (C. horsfieldii)
  • Codot sulawesi (C. luzoniensis)
  • Codot mini (C. minutus)
  • Codot nusa tenggara (C. nusatenggara)
  • Codot barong (C. sphinx)
  • Codot besar (C. titthaecheilus)
Dyacopterus
(kusing dayak)
  • Kelelawar buah dayak brooks (D. brooksi)
  • Kelelawar buah dayak rickart (D. rickarti)
  • Kusing dayak (D. spadiceus)
Haplonycteris
  • Codot kerdil fischer (H. fischeri)
Latidens
  • Codot salim ali (L. salimalii)
Megaerops
  • Tungkol umum (M. ecaudatus)
  • Tungkol jawa (M. kusnotoi)
  • Tungkol ratanaworabhan (M. niphanae)
  • Tungkol kalimantan (M. wetmorei)
Otopteropus
  • Kelelawar buah luzon (O. cartilagonodus)
Penthetor
  • Pentae'n coboe (P. lucasi)
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
  • Codot-kesturi besar (P. jagori)
  • Codot-kesturi kecil (P. minor)
Sphaerias
  • Codot blandford (S. blanfordi)
Thoopterus
  • Codot cepat (T. nigrescens)
  • Codot suhaniah (T. suhaniahae)
Subfamili Harpyionycterinae
Aproteles
  • Kelelawar buah bulmer (A. bulmerae)
Dobsonia
(kubu)
  • Kubu andersen (D. anderseni)
  • Kubu beaufort (D. beauforti)
  • Kubu filipina (D. chapmani)
  • Kubu halmahera (D. crenulata)
  • Kubu biak (D. emersa)
  • Kubu sulawesi (D. exoleta)
  • Kubu solomon (D. inermis)
  • Kubu kecil (D. minor)
  • Kubu maluku (D. moluccensis)
  • Kubu panniet (D. pannietensis)
  • Kubu nusa tenggara (D. peronii)
  • Kubu new britain (D. praedatrix)
  • Kubu hijau (D. viridis)
Harpyionycteris
  • Codot-harpi sulawesi (H. celebensis)
  • Codot harpi (H. whiteheadi)
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
  • Cecadu-pisang kecil (M. minimus)
  • Cecadu-pisang besar (M. sobrinus)
Melonycteris
  • Kelelawar kembang fardoulis (M. fardoulisi)
  • Codot perut-hitam (M. melanops)
  • Codot woodford (M. woodfordi)
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
  • Codot ekor-panjang (N. macdonaldi)
  • Kelelawar kembang kaledonia baru (N. neocaledonica)
Syconycteris
(blossom bats)
  • Kelelawar kembang umum (S. australis)
  • Kelelawar kembang halmahera (S. carolinae)
  • Kelelawar kembang hutan-lumut (S. hobbit)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
  • Kalong sulawesi (A. celebensis)
  • Kalong talaud (A. humilis)
  • Kalong mahkota-emas raksasa (A. jubatus)
  • Kalong palawan (A. leucotis)
  • Kalong sunda (A. mackloti)
Desmalopex
  • Kalong sayap-putih (D. leucopterus)
  • Kalong sayap-putih kecil (D. microleucopterus)
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
  • Kelelawar buah madagaskar (E. dupreanum)
  • Kelelawar buah jerami (E. helvum)
Mirimiri
  • Kelelawar muka-monyet fiji (M. acrodonta)
Neopteryx
  • Kalong gigi-kecil (N. frosti)
Pteralopex
  • Kelelawar muka-monyet bougainville (P. anceps)
  • Kelelawar muka-monyet guadalcanal (P. atrata)
  • Kelelawar muka-monyet besar(P. flanneryi)
  • Kelelawar muka-monyet gunung (P. pulchra)
  • Kelelawar muka-monyet georgia baru (P. taki)
Pteropus
(kalong)
  • Kalong angkatan laut (P. admiralitatum)
  • Kalong aldabra (P. aldabrensis)
  • Kalong hitam (P. alecto)
  • Kalong samoa kecil (P. allenorum)
  • Kalong vanuatu (P. anetianus)
  • Kalong aru (P. aruensis)
  • Kalong kepala-abu (P. caniceps)
  • Kalong bismarck (P. capistratus)
  • Kalong maluku (P. chrysoproctus)
  • Kalong makira (P. cognatus)
  • Kalong kacamata (P. conspicillatus)
  • Kalong samoa besar (P. coxi)
  • Kalong ryukyu (P. dasymallus)
  • Kalong-topeng irlandia baru (P. ennisae)
  • Kalong nicobar (P. faunulus)
  • Kalong banks (P. fundatus)
  • Kalong gilliard (P. gilliardorum)
  • Kalong kelabu (P. griseus)
  • Kalong ontong java (P. howensis)
  • Kalong kecil (P. hypomelanus)
  • Kalong andersen (P. intermedius)
  • Kalong kei (P. keyensis)
  • Kelelawar buah livingstone (P. livingstonii)
  • Kalong lombok (P. lombocensis)
  • Kalong okinawa (P. loochoensis)
  • Kalong lyle (P. lylei)
  • Kalong telinga-besar (P. macrotis)
  • Kalong sanborn (P. mahaganus)
  • Kalong mariana (P. mariannus)
  • Kalong india (P. medius)
  • Kalong janggut-hitam (P. melanopogon)
  • Kalong telinga-hitam (P. melanotus)
  • Kalong caroline (P. molossinus)
  • Kalong besar (P. neohibernicus)
  • Kalong mauritius (P. niger)
  • Kalong temotu (P. nitendiensis)
  • Kalong seram (P. ocularis)
  • Kalong berhias (P. ornatus)
  • P. pelagicus
  • Kalong pelew (P. pelewensis)
  • Kalong bertopeng (P. personatus)
  • Kalong geekvink (P. pohlei)
  • Kalong kepala-kelabu (P. poliocephalus)
  • Kalong bonin (P. pselaphon)
  • Kalong talaud (P. pumilus)
  • Kalong solomons (P. rayneri)
  • Kalong rennell (P. rennelli)
  • Kalong rodrigues (P. rodricensis)
  • Kalong madagaskar (P. rufus)
  • Kalong samoa (P. samoensis)
  • Kalong merah-kecil (P. scapulatus)
  • Kalong seychelles (P. seychellensis)
  • Kalong kelabu filipina (P. speciosus)
  • Kalong temminck (P. temminckii)
  • Kalong insular (P. tonganus)
  • Kalong vanikoro (P. tuberculatus)
  • Kalong kosrae (P. ualanus)
  • Kalong kapauk (P. vampyrus)
  • Kalong kaledonia baru (P. vetulus)
  • Kalong pemba (P. voeltzkowi)
  • Kalong kerdil (P. woodfordi)
Styloctenium
  • Kalong muka-belang mindoro (S. mindorensis)
  • Kalong muka-belang sulawesi (S. wallacei)
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
  • Lalai besar (E. major)
  • Lalai kembang (E. spelaea)
  • Lalai filipina (E. robusta)
Rousettus
(nyap)
  • Subgenus Boneia: Kelelawar buah manado (R. bidens)
  • Subgenus Rousettus: Nyap geoffroy (R. amplexicaudatus)
  • Nyap sulawesi (R. celebensis)
  • Nyap mesir (R. aegyptiacus)
  • Nyap leschenault (R. leschenaulti)
  • Nyap lindu (R. linduensis)
  • Nyap komoro (R. obliviosus)
  • Nyap prapat (R. spinalatus)
  • Subgenus Stenonycteris: Nyap rambut-panjang (R. lanosus)
  • Nyap madagaskar (R. madagascariensis)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
  • Codot-skoder angola (E. angolensis)
  • Codot-skoder ansell (E. anselli)
  • Codot-skoder peters (E. crypturus)
  • Codot-skoder gambia (E. gambianus)
  • Codot-skoder angola kecil (E. grandis)
  • Codot-skoder etiopia (E. labiatus)
  • Codot-skoder afrika timur (E. minimus)
  • Codot-skoder minor (E. minor)
  • Codot-skoder wahlberg (E. wahlbergi)
Epomops
(Epauleted bats)
  • Codot-skoder buettikofer (E. buettikoferi)
  • Codot-skoder dobson (E. dobsoni)
  • Codot-skoder franquet (E. franqueti)
Hypsignathus
  • Kelelawar kepala-palu (H. monstrosus)
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
  • Codot-skoder kerdil hayman (M. intermedius)
  • Codot-skoder kerdil peters (M. pusillus)
Nanonycteris
  • Codot-skoder kerdil veldkamp (N. veldkampii)
Myonycterini
Megaloglossus
  • Codot azagnyi (M. azagnyi)
  • Kelelawar woermann (M. woermanni)
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
  • Nyap angola (M. angolensis)
  • Codot-kerah são tomé (M. brachycephala)
  • Codot-kerah sierra leone (M. leptodon)
  • Codot-kerah kecil afrika timur (M. relicta)
  • Codot-kerah kecil (M. torquata)
Plerotini
Plerotes
  • Codot d'anchieta (P. anchietae)
Scotonycterini
Casinycteris
  • Codot lelangit-pendek (C. argynnis)
  • Codot campo-ma'an (C. campomaanensis)
  • Codot pohle (C. ophiodon)
Scotonycteris
  • Codot zenker (S. zenkeri)
Pengidentifikasi takson
Pteropus vampyrus
  • Wikidata: Q649684
  • Wikispecies: Pteropus vampyrus
  • ADW: Pteropus_vampyrus
  • ARKive: pteropus-vampyrus
  • BOLD: 9124
  • CoL: 4Q34B
  • EoL: 327300
  • GBIF: 5218644
  • iNaturalist: 40902
  • IRMNG: 10231691
  • ITIS: 631662
  • IUCN: 18766
  • MDD: 1004507
  • MSW: 13800382
  • NCBI: 132908
  • Observation.org: 87037
  • Open Tree of Life: 448935
  • Paleobiology Database: 233600
  • Species+: 7631
  • Xeno-canto: Pteropus-vampyrus
Vespertilio vampyrus
  • Wikidata: Q122172971
  • GBIF: 7493324
  • ZooBank: 420868F6-1013-42BD-B16C-AB5ECD0D9043
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Agihan
  3. Ekologi
  4. Anak jenis dan agihan
  5. Etimologi
  6. Catatan kaki
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Kelelawar

ordo mamalia yang bisa terbang

Kalong

genus mamalia

Kalong kelabu

spesies ini. Kalong kelabu memiliki ukuran kecil dengan kepala kecokelatan dan perut oranye. Kalong kelabu bertengger secara individu atau dalam kelompok

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026