Takur bututut merupakan salah satu jenis burung takur berukuran besar yang endemik di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa bagian barat hingga tengah. Burung ini memiliki penampilan yang khas dan mudah dikenali. Tubuhnya didominasi warna hijau daun, paruhnya bewarna gelap, serta bagian kepala bewarna coklat tanah. Gerakannya cenderung lambat dan tenang, sehingga sering kali sulit ditemukan di habitat alaminya. Takur bututut biasanya bertengger di pepohonan tinggi dan menetap di dalam lubang yang dibuatnya sendiri menggunakan paruh yang kuat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Takur bututut | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Piciformes |
| Famili: | Megalaimidae |
| Genus: | Psilopogon |
| Spesies: | P. corvinus |
| Nama binomial | |
| Psilopogon corvinus (Temminck, 1831) | |
| Sinonim | |
|
Megalaima corvina | |
Takur bututut (Psilopogon corvinus) merupakan salah satu jenis burung takur berukuran besar yang endemik di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa bagian barat hingga tengah. Burung ini memiliki penampilan yang khas dan mudah dikenali. Tubuhnya didominasi warna hijau daun, paruhnya bewarna gelap, serta bagian kepala bewarna coklat tanah. Gerakannya cenderung lambat dan tenang, sehingga sering kali sulit ditemukan di habitat alaminya. Takur bututut biasanya bertengger di pepohonan tinggi dan menetap di dalam lubang yang dibuatnya sendiri menggunakan paruh yang kuat.[2]
Takur bututut hidup di kawasan hutan pegunungan dan daerah kaki bukit pada ketinggian 800 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut. Burung ini lebih mudah dijumpai pada pohon-pohon yang sedang berbuah. Makanannya terdiri atas buah-buahan kecil, biji, serta bunga.[2]
Takur bututut termasuk ke dalam kelompok hewan. Dalam klasifikasinya, takur bututut berada pada filum chordata, yaitu hewan yang memiliki tulang belakang.[3] Selain itu, takur bututut tergolong dalam kelas burung (aves), yang memiliki ciri-ciri berupa sayap, paruh, serta tubuh yang diselimuti oleh bulu.[4] Takur bututut juga termasuk dalam famili megalaimidae, yaitu famili yang dikenal sebagai kelompok takur atau barbet di kawasan Asia.[5] Burung ini juga berada pada marga Psilopogon, yaitu kelompok burung bewarna cerah yang dikenal sebagai burung barbet dunia lama, yang sebagian besar ditemukan di Asia.[6]
Takur bututut bukan merupakan burung migran. Spesies ini bersifat menetap dan menghabiskan seluruh siklus hidupnya di wilayah habitat yang sama. [7]
Penyebaran takur bututut terbatas di Pulau Jawa. Burung ini paling sering di temukan di kawasan hutan pegunungan Jawa Barat.[7]
Siklus pergantian bulu umumnya terjadi pada akhir Mei hingga Desember. Hal ini mengindikasikan bahwa musim kawin berlangsung pada Januari hingga Juni, serta kemungkinan juga pada bulan Agustus hingga Oktober. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa takur bututut berpotensi berkembang biak dua kali dalam setahun.[7]
Burung ini dilaporkan bertelur sebanyak dua butir telur di dalam rongga pohon. Namun, informasi terperinci mengenai bentuk sarang dan proses perkembangbiakan lainnya masih belum banyak diketahui.[7]
Berdasarkan penilaian terbaru tahun 2025 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), takur bututut termasuk dalam kategori spesies yang Kurang Terancam Punah ( Least Concern). Status ini menunjukkan bahwa spesies tersebut belum menghadapi ancaman kepunahan yang signifikan di alam liar.[8]