Poncowati adalah sebuah kampung di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Poncowati | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Lampung |
| Kabupaten | Lampung Tengah |
| Kecamatan | Terbanggi Besar |
| Kode Kemendagri | 18.02.07.2010 |
| Luas | 787 Hektare |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - |
Poncowati adalah sebuah kampung di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Indonesia.
Sejarah Singkat Kampung Poncowati
Kampung Poncowati berawal dari program Transmigrasi Angkatan Darat (TRANSAD) yang dimulai pada Oktober 1964. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membuka pemukiman baru bagi anggota TNI Angkatan Darat yang akan beralih menjadi petani. Pembukaan kawasan dilakukan di wilayah Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, yang saat itu masih berupa hutan belukar.
Pelaksanaan proyek ini melibatkan berbagai satuan TNI AD, di antaranya Yonif 453 dan Yonif 431 KODAM Diponegoro, serta ZIPUR KODAM Sriwijaya yang bertugas membuka hutan dan membangun infrastruktur awal. Berdasarkan Radiogram MENPANGAD No. T/222/1964, sebanyak 222 orang transmigran dari lima KODAM diberangkatkan untuk menetap di wilayah ini.
Pada 31 Oktober 1964, Menteri Panglima Angkatan Darat, Jenderal Ahmad Yani, meresmikan kawasan ini dengan nama Poncowati. Nama tersebut diambil dari kisah pewayangan Prabu Ramawijaya dan pasukan kera Wanaraja yang berhasil mengalahkan kejahatan Raja Dasamuka, sebagai simbol semangat perjuangan para transmigran dalam membangun daerah baru. Sejak Januari 1965, pemerintahan Kampung Poncowati dibentuk di bawah Dinas Transmigrasi Angkatan Darat.
Hingga akhirnya, pada 14 Februari 1979, pengelolaan desa resmi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Lampung Tengah, menjadikan Poncowati sebagai desa penuh. Secara geografis, Desa Poncowati memiliki luas 878 hektare dan berbatasan dengan Jalan Lintas Sumatra di timur, Sungai Way Pengabuan di utara, Desa Purnama Tunggal di barat, serta Desa Adijaya dan Bumi Kencana di selatan.
Wilayah ini memiliki curah hujan tinggi di akhir tahun serta tanah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan. Saat ini, Poncowati berkembang pesat dengan fasilitas lengkap, termasuk balai kampung, puskesmas, stadion mini, dan monumen Jenderal Ahmad Yani. Sarana pendidikan juga terbilang maju, dengan berbagai jenjang sekolah dari PAUD hingga SLTA.
Infrastruktur jalan sepanjang 9 km menghubungkan desa dengan daerah sekitarnya, memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Lampung Tengah. [1]