Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Biji (senjata nuklir)

Dalam senjata nuklir, biji adalah inti senjata nuklir bertipe "implosi", yang terdiri dari bahan fisi dan pemantul neutron serta moderator neutron yang diikat pada bahan tersebut. Nama "biji" diambil dari kemiripannya dengan biji keras buah seperti persik dan aprikot. Sebagian senjata nuklir tahun 1950an pernah dibuat menggunakan uranium-235 saja maupun komposit uranium-plutonium, tetapi sejak tahun 1960an, biji seluruhnya yang terbuat dari plutonium telah menjadi standar karena membutuhkan diameter paling kecil.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Biji (senjata nuklir)
Reka ulang sebuah bola plutonium yang dilapisi tungsten karbida sebagai pemantul neutron, yang terlibat insiden reaksi nuklir tak terkendali pada 1945.

Dalam senjata nuklir, biji adalah inti senjata nuklir bertipe "implosi", yang terdiri dari bahan fisi dan pemantul neutron serta moderator neutron yang diikat pada bahan tersebut. Nama "biji" (Inggris: pit) diambil dari kemiripannya dengan biji keras buah seperti persik dan aprikot. Sebagian senjata nuklir tahun 1950an pernah dibuat menggunakan uranium-235 saja maupun komposit uranium-plutonium,[1] tetapi sejak tahun 1960an, biji seluruhnya yang terbuat dari plutonium telah menjadi standar karena membutuhkan diameter paling kecil.

Referensi

  1. ↑ "Restricted Data Declassification Decisions from 1945 until Present" – "Fact that plutonium and uranium may be bonded to each other in unspecified pits or weapons."


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Plutonium

unsur kimia dengan lambang Pu dan nomor atom 94

Kamboja

negara di Asia Tenggara

Energi terbarukan

jenis energi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026