Philippe yang Baik adalah Adipati Bourgogne bergelar Philippe III yang berkuasa dari tahun 1419 hingga kematiannya. Ia merupakan anggota Wangsa Valois. Selama masa kekuasaannya, Bourgogne mencapai puncak kejayaannya dan memimpin dalam bidang seni. Philippe dikenal akan reformasi administratifnya, dukungannya terhadap artis-artis Flandria seperti Jan van Eyck, dukungannya terhadap komponis Franco-Flandria seperti Gilles Binchois, dan penangkapan Jeanne d'Arc. Pada masa kekuasaannya, ia beberapa kali berganti persekutuan dengan Inggris atau Prancis untuk meningkatkan posisi dinastinya. Selain itu, sebagai penguasa Flandria, Brabant, Limburg, Artois, Hainaut, Holland, Zeeland, Friesland, dan Namur, ia memainkan peran penting dalam sejarah Negeri-Negeri Rendah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Philippe yang Baik | |
|---|---|
Philippe yang Baik | |
| Adipati Bourgogne | |
| Berkuasa | 10 September 1419 – 15 Juni 1467 |
| Pendahulu | Jean Tanpa Takut |
| Penerus | Charles yang Berani |
| Kelahiran | 31 Juli 1396 Dijon, Bourgogne |
| Kematian | 15 Juni 1467 (umur 70) Brugge, Flanders |
| Pemakaman | |
| Pasangan | Michelle dari Valois Bonne dari Artois Isabella dari Portugal |
| Keturunan | Charles yang Berani David dari Bourgogne Antoine dari Bourgogne |
| Wangsa | Wangsa Valois-Burgundy |
| Ayah | Jean Tanpa Takut |
| Ibu | Margaret dari Bayern |
Philippe yang Baik (bahasa Prancis: Philippe le Boncode: fr is deprecated , bahasa Belanda: Filips de Goedecode: nl is deprecated ; 31 Juli 1396 – 15 Juni 1467) adalah Adipati Bourgogne bergelar Philippe III yang berkuasa dari tahun 1419 hingga kematiannya. Ia merupakan anggota Wangsa Valois (saat itu merupakan keluarga kerajaan Prancis). Selama masa kekuasaannya, Bourgogne mencapai puncak kejayaannya dan memimpin dalam bidang seni. Philippe dikenal akan reformasi administratifnya, dukungannya terhadap artis-artis Flandria seperti Jan van Eyck, dukungannya terhadap komponis Franco-Flandria seperti Gilles Binchois, dan penangkapan Jeanne d'Arc. Pada masa kekuasaannya, ia beberapa kali berganti persekutuan dengan Inggris atau Prancis untuk meningkatkan posisi dinastinya. Selain itu, sebagai penguasa Flandria, Brabant, Limburg, Artois, Hainaut, Holland, Zeeland, Friesland, dan Namur, ia memainkan peran penting dalam sejarah Negeri-Negeri Rendah.