Sawi putih dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa; karena itu disebut juga sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih dapat dilihat penggunaannya pada asinan, dalam capcai, atau pada sup bening. Sawi putih beraroma khas tetapi netral.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sawi putih | |
|---|---|
| Spesies | Brassica rapa |
| Kelompok budidaya | Pekinensis Group |
| Tanah asal | Tiongkok |
Sawi putih (Brassica rapa Kelompok Pekinensis; famili sawi-sawian atau Brassicaceae ) dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa; karena itu disebut juga sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih dapat dilihat penggunaannya pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam), dalam capcai, atau pada sup bening. Sawi putih beraroma khas tetapi netral.
Habitus tumbuhan ini mudah dikenali: memanjang, seperti silinder dengan pangkal membulat seperti peluru. Warnannya putih. Daunnya tumbuh membentuk roset yang sangat rapat satu sama lain.
Banyaknya Sawi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr[1]

Pada umumnya cara menanam tanaman ini adalah disemai setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam (dijadikan bibit terlebih dahulu). Masa panen adalah 30-60 hari setelah tanam dari bibit (tergantung varietas).
2. Supplier Sayuran Diarsipkan 2021-07-11 di Wayback Machine.