Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Peristiwa Padang Area

Peristiwa Padang Area adalah perlawanan rakyat Kota Padang, Sumatera Barat terhadap tentara Sekutu yang terjadi pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tepatnya pada 27 November 1945 di Sekolah Teknik Simpang Haru. Insiden berawal dari pendudukan sekolah oleh serdadu KNIL secara paksa sehingga memicu protes dari seorang guru sekaligus kepala sekolah di sana, Said Rasad. Para serdadu KNIL memukul Said Rasad hingga pingsan. Hal ini memicu perlawanan dari pihak Republik sehingga pada malam harinya sekelompok pemuda menyerang para serdadu di sekolah yang telah mereka duduki.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peristiwa Padang Area
Pertempuran Padang Area
Bagian dari Revolusi Nasional Indonesia

Monumen Padang Area yang dibangun untuk mengenang Peristiwa Padang Area pada 27 November 1945
Tanggal17 November 1945 – September 1946
LokasiPadang, Sumatera Barat
Hasil
  • Kemenangan Indonesia
  • Markas besar Sekutu di Padang dihancurkan dan dibakar oleh pasukan Indonesia
  • Gudang mesiu Sekutu dijarah
Perubahan
wilayah
Zona pendudukan Sekutu direbut kembali oleh pasukan Indonesia
Pihak terlibat
 Indonesia  Britania Raya
 Belanda
Tokoh dan pemimpin
Ahmad Husein Mayor Andreson
Pasukan
Komando Divisi IX Banteng Angkatan Darat Britania Raya
KNIL
NICA
Kekuatan
Tidak diketahui Tidak diketahui
Korban
20 tewas Tidak diketahui
Banyak markas yang hancur
12 sipil tewas

Peristiwa Padang Area adalah perlawanan rakyat Kota Padang, Sumatera Barat terhadap tentara Sekutu yang terjadi pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tepatnya pada 27 November 1945 di Sekolah Teknik Simpang Haru (Kageo Gakko, bekas Ambacht School, sekarang SMK). Insiden berawal dari pendudukan sekolah oleh serdadu KNIL secara paksa sehingga memicu protes dari seorang guru sekaligus kepala sekolah di sana, Said Rasad (yang kelak menjadi Wali Kota Padang). Para serdadu KNIL memukul Said Rasad hingga pingsan. Hal ini memicu perlawanan dari pihak Republik sehingga pada malam harinya sekelompok pemuda menyerang para serdadu di sekolah yang telah mereka duduki.[1][2][3]

Jalannya peristiwa

Beberapa minggu sejak kedatangan Sekutu pada Oktober 1945, Padang penuh sesak oleh pengungsi. Sebagian besar pengungsi adalah orang Belanda atau orang Eropa yang bekerja untuk Belanda dan perusahaan swasta. Dalam jumlah kecil, terdapat bekas serdadu KNIL Ambon dan Manado yang mengabdikan diri mereka untuk kepentingan Belanda. Pihak Republik membantu Sekutu menyediakan tempat pengungsian. Namun, seiring bertambahnya jumlah pengungsi, pihak Republik mulai kesulitan menanggulangi.[1][4]

Pada 27 November 1945, sekelompok serdadu KNIL melakukan pendudukan secara paksa terhadap Sekolah Teknik Simpang Haru. Mereka menyerobot masuk ke pekarangan sekolah sekitar pukul 10:00 pagi, saat para murid dan guru sedang belajar di dalam kelas. Mula-mula, mereka melemparkan barang bawaan mereka dari balik pagar gedung sekolah. Seorang guru sekaligus kepala sekolah di sana, bernama Said Rasad, memprotes tindakan tersebut. Said menanyakan kepada para serdadu mengenai keberadaan komandan mereka. Para serdadu lalu mengantar Said ke rumah komandan mereka yang terletak tak jauh dari sekolah. Namun, usai melakukan pembicaraan, para pengawal komandan mengusir Said dan menyerangnya secara brutal hingga jatuh pingsan.[1]

Said segera mendapat pertolongan dari Komisaris Polisi Johnny Anwar. Kasus yang menimpa Said tersiar luas di kalangan Republik. Pada malam hari, sekelompok pemuda di bawah pimpinan Rasyid Boneng bergerak menyerang serdadu KNIL di Sekolah Teknik Simpang Haru. Beberapa orang serdadu KNIL tewas akibat serangan tersebut. Sejawaran Mestika Zed menyebut jumlah korban tidak diketahui. Buntut dari insiden tersebut, tentara Sekutu dan KNIL melakukan penggeledahan terhadap rumah-rumah penduduk di sekitar Simpang Haru, Parak Gadang, hingga Bandar Buat.[5] Sejumlah pemuda dijebloskan ke penjara. Beberapa rumah penduduk dibakar dan memakan korban dari pihak Republik.[1]

Dampak

Sejak insiden penyerangan di Simpang Haru, tentara Sekutu memberlakukan jam malam secara ketat dari pukul 6 sore sampai pukul 6 pagi. Di pihak Republik, peristiwa di Simpang Haru telah menyulut kebencian terhadap tentara Sekutu. Pertempuran antara rakyat dan tentara Sekutu dilaporkan terjadi di Sungai Baramas dan Teluk Bayur.[1]

Untuk mengenang peristiwa ini, Pemerintah Kota Padang pada 1990 membangun Monumen Padang Area di Simpang Haru, persis di depan Sekolah Teknik Simpang Haru yang merupakan lokasi terjadinya insiden.[2]

Lihat pula

  • Sejarah Kota Padang

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Mestika Zed; Amri, Emizal; Edmihardi (2002). Sejarah perjuangan kemerdekaan 1945-1949 di Kota Padang dan sekitarnya. Yayasan Citra Budaya Indonesia. hlm. 191–194. ISBN 978-979-95830-5-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Rahmat Irfan Denas (26 Februari 2019). "Tetenger Kota Padang, "Sandera" Sejarah Tugu Padang Lidah Api". Harian Khazanah.
  3. ↑ Mulyadi Mintaraga (1986). Api perjuangan kemerdekaan di kota Padang. Songo Abadi Inti. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Propinsi Sumatera Tengah. Kementerian Penerangan. 1959. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Rosihan Anwar (2004). Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia. Vol. 4. Penerbit Buku Kompas. hlm. 180. ISBN 978-979-709-532-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jalannya peristiwa
  2. Dampak
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Artikel Terkait

Monumen Padang Area

Monumen Padang Area adalah monumen peringatan yang terletak di Simpang Haru, Kota Padang. Monumen ini mulai dibangun pada 17 Agustus 1990 dan selesai pada

Tugu Kecelakaan Kereta Api Padang Panjang

Kecelakaan Kereta api terburuk dalam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Indonesia dalam tahun 2025

Indonesia dalam tahun 2025 menyajikan serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025. 1 Januari Presiden Prabowo Subianto mengumumkan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026