Pertempuran Alcácer Quibir adalah pertempuran utama yang terjadi di Moroko utara, di dekat kota Ksar-el-Kebir antara Tangier dan Fez, pada tanggal 4 Agustus 1578. Pertempuran ini terjadi antara Abu Abdallah Mohammed II Saadi, dari dinasti Saadi, dengan sekutunya Raja Sebastian dari Portugal, melawan pasukan Moroko di bawah Sultan Moroko. Raja Kristen merencanakan perang salib terhadap Abu Abdallah Mohammed II Saadi dan meminta raja Sebastian untuk membantunya mengembalikan kekuasaannya, yang diambil oleh pamannya, Abd Al-Malik. Portugal dapat dikalahkan pada pertempuran ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pertempuran Alcácer Quibir | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Portugis-Utsmaniyah | |||||||
Pertempuran di Ksar-el-Kebir | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
Sekutu Moor Sekutu Saadi |
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Abu Abdallah Mohammed II | Abd Al-Malik | ||||||
| Kekuatan | |||||||
| 80.000 | 20.000 | ||||||
| Korban | |||||||
|
20.000 tewas 15.000 ditangkap | Tidak diketahui | ||||||
Pertempuran Alcácer Quibir (juga disebut dalam bahasa Inggris: Battle of Three Kingscode: en is deprecated , 'Perang Tiga Rajacode: id is deprecated '; bahasa Arab: معركة وادي المخازنcode: ar is deprecated ) adalah pertempuran utama yang terjadi di Moroko utara, di dekat kota Ksar-el-Kebir antara Tangier dan Fez, pada tanggal 4 Agustus 1578. Pertempuran ini terjadi antara Abu Abdallah Mohammed II Saadi, dari dinasti Saadi, dengan sekutunya Raja Sebastian dari Portugal, melawan pasukan Moroko di bawah Sultan Moroko. Raja Kristen merencanakan perang salib terhadap Abu Abdallah Mohammed II Saadi dan meminta raja Sebastian untuk membantunya mengembalikan kekuasaannya, yang diambil oleh pamannya, Abd Al-Malik. Portugal dapat dikalahkan pada pertempuran ini.
Kemenangan Maroko, pertempuran ini digambarkan sebagai "bencana militer terbesar yang pernah dialami Portugis dalam perjalanan ekspansi mereka di luar negeri."Pertempuran ini menandai berakhirnya upaya Portugis untuk merebut kembali wilayah yang telah hilang di Maroko.