PT Pertamina Power Indonesia adalah subholding dari Pertamina yang bergerak di bisnis rendah emisi karbon, energi terbarukan, dan energi hijau lainnya. Hingga pertengahan tahun 2025, perusahaan ini mengelola beberapa lini bisnis yaitu pembangkit listrik berbasis energi bersih dan terbarukan, seperti: Panas Bumi, Surya, Biogas,dan Gas-uap, bisnis karbon, ekosistem biofuel dan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pertamina New & Renewable Energy | |
Nama sebelumnya | PT Pertamina Power Indonesia |
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
| Industri | Pembangkitan listrik |
| Didirikan | 26 Oktober 2016 (2016-10-26) |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | John Anis[1] (Direktur Utama) Rida Mulyana[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | Listrik |
| Pendapatan | US$ 416,81 juta (2024)[2] |
| US$ 135,63 juta (2024)[2] | |
| Total aset | US$ 3,38 miliar (2024)[2] |
| Total ekuitas | US$ 2,35 miliar (2024)[2] |
| Pemilik | Pertamina (99,99995097%) Pertamina Pedeve (0,00004903%) |
Karyawan | 126 (2024)[2] |
| Anak usaha | PT Pertamina Geothermal Energy Tbk |
| Situs web | www |
PT Pertamina Power Indonesia (Berbisnis dengan nama Pertamina New & Renewable Energy, disingkat sebagai PNRE) adalah subholding dari Pertamina yang bergerak di bisnis rendah emisi karbon, energi terbarukan, dan energi hijau lainnya. Hingga pertengahan tahun 2025, perusahaan ini mengelola beberapa lini bisnis yaitu pembangkit listrik berbasis energi bersih dan terbarukan, seperti: Panas Bumi, Surya, Biogas,dan Gas-uap, bisnis karbon, ekosistem biofuel dan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) didirikan pada 26 Oktober 2016 dengan nama badan hukum PT Pertamina Power Indonesia dan fokus pada usaha di bidang ketenagalistrikan dan energi lainnya serta melaksanakan pengelolaan dan pengembangan fasilitas Floating Storage and Regasification Terminal (FSRT), termasuk pembelian Liquefied Natural Gas (LNG) dan pemasaran atas hasil pengelolaan fasilitas FSRT.[3] Pada tanggal 13 Juni 2020, Perusahaan ditunjuk sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (NRE) yang bertanggung jawab pada pelaksanaan sejumlah kegiatan, yang terdiri dari eksplorasi dan produksi sumber energi baru dan terbarukan (EBT) secara terintegrasi dengan cakupan usahanya meliputi eksplorasi dan operasi wilayah kerja geothermal dan pembangkit listrik panas bumi, pembangkit listrik tenaga gas dan pengembangan energi baru dan terbarukan lainnya. [4]
Hingga saat ini, perusahaan telah memiliki 1 (satu) entitas anak yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk yang berfokus pada pengembangan panas bumi dengan jumlah 15 Wilayah Kerja Operasi; 2 (dua) ventura bersama. Serta 4 (empat) afiliasi yakni PT Jawa Satu Power (JSP) yang berpartisipasi di dalam proyek IPP Jawa-1, PT Jawa Satu Regas (JSR) yang mengelola Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Satu, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) yang menjadi salah satu pemain utama pengembangan energi terbarukan di Filipina, serta 1 (satu) entitas asosiasi yaitu PT Industri Baterai Indonesia yang berfokus pada pengembangan manufaktur baterai.[5]