Peperangan biologis adalah penggunaan toksin biologi atau agen infeksius seperti bakteri, virus, dan jamur dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan daya tahan manusia, hewan atau tumbuhan sebagai sebuah tindakan perang. Senjata biologis adalah organisme hidup atau entitas yang direplikasi yang mereproduksi atau mereplikasi dalam korban-korban mereka. Perang entomologi (serangga) juga dianggap jenis senjata biologis. Jenis perang ini berbeda dari perang nuklir dan perang kimia, yang bersama dengan peperangan biologis disebut, NBC, akronim militer dari perang nuklir, biologi, dan chemical menggunakan senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata tersebut yang menjadi senjata konvensional, yang utamanya dikembangkan untuk potensi ledak, kinetik atau insendiari mereka.
Peperangan biologis adalah penggunaan toksin biologi atau agen infeksius seperti bakteri, virus, dan jamur dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan daya tahan manusia, hewan atau tumbuhan sebagai sebuah tindakan perang. Senjata biologis (sering disebut "bio-senjata", "agen ancaman biologis", atau "bio-agen") adalah organisme hidup atau entitas yang direplikasi (virus, yang secara universal tidak dianggap "hidup") yang mereproduksi atau mereplikasi dalam korban-korban mereka. Perang entomologi (serangga) juga dianggap jenis senjata biologis. Jenis perang ini berbeda dari perang nuklir dan perang kimia, yang bersama dengan peperangan biologis disebut, NBC, akronim militer dari perang nuklir, biologi, dan chemical (bahasa Indonesia:kimiacode: id is deprecated ) menggunakan senjata pemusnah massal. Tidak ada senjata tersebut yang menjadi senjata konvensional, yang utamanya dikembangkan untuk potensi ledak, kinetik atau insendiari mereka.
Senjata biologis dipakai dalam berbagai cara untuk meraih kemajuan strategis atau taktikal terhadap musuh, baik melalui ancaman atau penggunaan sebenarnya. Seperti beberapa senjata kimia, senjata biologis juga digunakan sebagai senjata penyangkalan kawasan.
Croddy, Eric A.; Wirtz, James J., ed. (2005). Weapons of Mass Destruction. Jeffrey A. Larsen, Managing Editor. ABC-CLIO. ISBN1851094903. Diakses tanggal 10 March 2014.
Bacaan tambahan
Alibek, K. and S. Handelman. Biohazard: The Chilling True Story of the Largest Covert Biological Weapons Program in the World– Told from Inside by the Man Who Ran it. Delta (2000) ISBN 0-385-33496-6
Endicott, Stephen and Edward Hagerman, The United States and Biological Warfare: Secrets from the Early Cold War and Korea, Indiana University Press (1998). ISBN 0-253-33472-1
Fenn, Elizabeth A. (2000). "Biological Warfare in Eighteenth-Century North America: Beyond Jeffery Amherst". Journal of American History. 86 (4): 1552–1580. doi:10.2307/2567577. JSTOR2567577.
Knollenberg, Bernhard, "General Amherst and Germ Warfare," Mississippi Valley Historical Review (1954), 41#3 489–494. British war against Indians in 1763 in JSTOR
Leitenberg, Milton, and Raymond A. Zilinskas. The Soviet Biological Weapons Program: A History (Harvard University Press, 2012) 921 pp
Maskiell, Michelle, and Adrienne Mayor. "Killer Khilats: Legends of Poisoned Robes of Honour in India. Parts 1 & 2." Folklore [London] 112 (Spring and Fall 2001): 23–45, 163–82.
Mayor, Adrienne, Greek Fire, Poison Arrows & Scorpion Bombs: Biological and Chemical Warfare in the Ancient World. Overlook, 2003, rev. ed. 2009. ISBN 1-58567-348-X.