Penyerangan Gua Selarong adalah sebuah penyerangan terhadap Markas Utama Diponegoro di Gua Selarong. Penyerangan ini dibagi atas tiga 3 serangan dan semua penyerangan itu gagal untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan juga gagal merebut Markas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penyerangan Gua Selarong (1825) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Diponegoro | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
| Pasukan Diponegoro | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
| Pangeran Diponegoro | ||||||
| Kekuatan | |||||||
| Ribuan Prajurit | Ratusan Prajurit | ||||||
| Korban | |||||||
|
215 pasukan menghilang. Ratusan prajurit terbunuh. | Sedikit yang terbunuh | ||||||
Penyerangan Gua Selarong adalah sebuah penyerangan terhadap Markas Utama Diponegoro di Gua Selarong. Penyerangan ini dibagi atas tiga 3 serangan dan semua penyerangan itu gagal untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan juga gagal merebut Markas.
Setelah Markas Diponegoro yang berada di Tegalrejo diserang dan dibakar oleh Belanda. Diponegoro lalu mendirikan markas di Gua Selarong disana ia merancang dan membuat strategi jalannya peperangan,setelah Belanda mengetahui adanya markas disana Belanda merencanakan penyerangan disana.[1]
Serangan Pertama dipimpin oleh Kapten Bouwes pada 25 Juli 1825 namun serangan ini gagal sebanyak 215 Prajurit Belanda menyerah. Serangan Kedua dipimpin oleh Mayor Sellwinj dan Letnan Kolone Achenbac dan serangan ketiga 4 November 1825. Namun serangan ini tetap berujung gagal karena tidak dapat menangkap Pangeran Diponegoro dan merebut markas. Setiap kali pasukan Belanda menyerang Pasukan Pangeran Diponegoro selalu menghilang. [2]