Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPenguraian aksara Mesir kuno
Artikel Wikipedia

Penguraian aksara Mesir kuno

Sistem penulisan yang digunakan pada masa Mesir Kuno berhasil diuraikan pada awal abad ke-19 berkat usaha dari beberapa cendekiawan Eropa, terutama Jean-François Champollion dan Thomas Young. Pengetahuan akan cara membaca sistem penulisan Mesir, yang mencakup tulisan hieroglif, hieratik, dan demotik, telah dilupakan sejak abad ke-4 atau abad ke-5 Masehi. Generasi berikutnya hanya mengenal tulisan-tulisan ini dari catatan penulis-penulis Yunani dan Romawi yang tidak memiliki pemahaman yang baik akan sistem ini. Tulisan Mesir sempat dianggap sebagai sistem tulisan yang sepenuhnya ideografis; setiap karakternya dianggap menyimbolkan ide-ide tertentu alih-alih suara. Hieroglif juga dipandang oleh awam sebagai tulisan yang bersifat esoteris dan mistis alih-alih tulisan fungsional yang dipakai untuk merekam bahasa lisan. Pada Abad Pertengahan, beberapa cendekiawan Muslim dan Eropa berusaha mengurai hieroglif. Mereka meyakini bahwa sistem aksara ini mungkin memiliki unsur fonetis. Namun, pandangan umum yang menganggap hieroglif sebagai sistem ideografis menghambat upaya penguraian hingga abad ke-18.

penguraian aksara mesir kuno
Diperbarui 28 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penguraian aksara Mesir kuno
Jean-François Champollion pada tahun 1823, memegang daftar padanan simbol fonetis bagi hieroglif berdasarkan analisisnya

Sistem penulisan yang digunakan pada masa Mesir Kuno berhasil diuraikan pada awal abad ke-19 berkat usaha dari beberapa cendekiawan Eropa, terutama Jean-François Champollion dan Thomas Young. Pengetahuan akan cara membaca sistem penulisan Mesir, yang mencakup tulisan hieroglif, hieratik, dan demotik, telah dilupakan sejak abad ke-4 atau abad ke-5 Masehi. Generasi berikutnya hanya mengenal tulisan-tulisan ini dari catatan penulis-penulis Yunani dan Romawi yang tidak memiliki pemahaman yang baik akan sistem ini. Tulisan Mesir sempat dianggap sebagai sistem tulisan yang sepenuhnya ideografis; setiap karakternya dianggap menyimbolkan ide-ide tertentu alih-alih suara. Hieroglif juga dipandang oleh awam sebagai tulisan yang bersifat esoteris dan mistis alih-alih tulisan fungsional yang dipakai untuk merekam bahasa lisan. Pada Abad Pertengahan, beberapa cendekiawan Muslim dan Eropa berusaha mengurai hieroglif. Mereka meyakini bahwa sistem aksara ini mungkin memiliki unsur fonetis. Namun, pandangan umum yang menganggap hieroglif sebagai sistem ideografis menghambat upaya penguraian hingga abad ke-18.

Daftar pustaka

  • Adkins, Lesley; Adkins, Roy (2000). The Keys of Egypt: The Obsession to Decipher Egyptian Hieroglyphs. HarperCollins. ISBN 978-0-06-019439-0.
  • Allen, James P. (2014). Middle Egyptian: An Introduction to the Language and Culture of Hieroglyphs, Third Edition. Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-05364-9.
  • Bierbrier, Morris L., ed. (2012). Who Was Who in Egyptology, 4th Revised Edition. Egypt Exploration Society. ISBN 978-0-85698-207-1.
  • Curran, Brian A. (2003). "The Renaissance Afterlife of Ancient Egypt (1400–1650)". Dalam Ucko, Peter; Champion, Timothy (ed.). The Wisdom of Egypt: Changing Visions Through the Ages. UCL Press. ISBN 978-1-84472-005-7.
  • El-Daly, Okasha (2005). Egyptology: The Missing Millennium. UCL Press. ISBN 978-1-84472-062-0.
  • Griffith, Francis Llewellyn (1951) [Reprint of "The Centenary of Egyptology", 1922]. "The Decipherment of the Hieroglyphs". The Journal of Egyptian Archaeology. 37: 38–46. doi:10.2307/3855155. JSTOR 3855155.
  • Hamilton, Alastair (2006). The Copts and the West, 1439–1822: The European Discovery of the Egyptian Church. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-928877-9.
  • Iversen, Erik (1993) [First edition 1961]. The Myth of Egypt and Its Hieroglyphs in European Tradition. Princeton University Press. ISBN 978-0-691-02124-9.
  • Loprieno, Antonio (1995). Ancient Egyptian: A Linguistic Introduction. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-44384-5.
  • Parkinson, Richard (1999). Cracking Codes: The Rosetta Stone and Decipherment. Contributions by Whitfield Diffie, Mary Fischer, and R. S. Simpson. British Museum Press. ISBN 978-0-7141-1916-8.
  • Pope, Maurice (1999) [First edition 1975]. The Story of Decipherment, from Egyptian Hieroglyphs to Maya Script, Revised Edition. Thames & Hudson. ISBN 978-0-500-28105-5.
  • Ray, John D. (2007). The Rosetta Stone and the Rebirth of Ancient Egypt. Harvard University Press. ISBN 978-0-674-02493-9.
  • Robinson, Andrew (2006). The Last Man Who Knew Everything: Thomas Young, the Anonymous Polymath Who Proved Newton Wrong, Explained How We See, Cured the Sick, and Deciphered the Rosetta Stone, among Other Feats of Genius. Pi Press. ISBN 978-0-13-134304-7.
  • Robinson, Andrew (2012). Cracking the Egyptian Code: The Revolutionary Life of Jean-François Champollion. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-991499-9.
  • Solé, Robert; Valbelle, Dominique (2002) [French edition 1999]. The Rosetta Stone: The Story of the Decoding of Hieroglyphics. Diterjemahkan oleh Steven Rendall. Four Walls Eight Windows. ISBN 978-1-56858-226-9.
  • Stephan, Tara (2017). "Writing the Past: Ancient Egypt through the Lens of Medieval Islamic Thought". Dalam Lowry, Joseph E.; Toorawa, Shawkat M. (ed.). Arabic Humanities, Islamic Thought: Essays in Honor of Everett K. Rowson. Brill. ISBN 978-90-04-34329-0.
  • Stolzenberg, Daniel (2013). Egyptian Oedipus: Athanasius Kircher and the Secrets of Antiquity. University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-92415-1.
  • Thompson, Jason (2015a). Wonderful Things: A History of Egyptology, 1. From Antiquity to 1881. American University in Cairo Press. ISBN 978-977-416-599-3.
  • Thompson, Jason (2015b). Wonderful Things: A History of Egyptology, 2. The Golden Age: 1881–1914. American University in Cairo Press. ISBN 978-977-416-692-1.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Aksara Sunda Kuno

jenis aksara untuk menuliskan sebuah bahasa

Alfabet Paleo-Ibrani

Abjad Ibrani Kuno (juga disebut Abjad Paleo-Ibrani atau "Abjad Ibrani Tua"; bahasa Ibrani: הכתב העברי הקדוםcode: he is deprecated ‎) (bahasa Yiddi: כתב

Demotik

aksara Mesir Kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026