Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPenghargaan dan kompensasi
Artikel Wikipedia

Penghargaan dan kompensasi

Penghargaan karyawan dalam Manajemen sumber Daya Manusia (MSDM) adalah bentuk pengakuan, baik berupa penghargaan berwujud maupun tidak berwujud, yang diberikan untuk mengakui kontribusi karyawan terhadap keberhasilan organisasi. Penghargaan dapat berupa hadiah, insentif, atau penghargaan simbolik seperti “Employee of the Month” yang diberikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Penghargaan juga dapat berupa pengakuan non-finansial, seperti surat terima kasih dari pimpinan atau pengakuan di acara publik. Penghargaan dapat diberikan secara formal maupun informal, baik secara individu maupun kolektif maupun secara privat maupun publik.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penghargaan karyawan dalam Manajemen sumber Daya Manusia (MSDM) adalah bentuk pengakuan, baik berupa penghargaan berwujud maupun tidak berwujud, yang diberikan untuk mengakui kontribusi karyawan terhadap keberhasilan organisasi[1]. Penghargaan dapat berupa hadiah, insentif, atau penghargaan simbolik seperti “Employee of the Month” yang diberikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya[2]. Penghargaan juga dapat berupa pengakuan non-finansial, seperti surat terima kasih dari pimpinan atau pengakuan di acara publik[3]. Penghargaan dapat diberikan secara formal maupun informal, baik secara individu maupun kolektif maupun secara privat maupun publik[4].

Tujuan

Tujuan penghargaan karyawan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada dasarnya adalah memastikan bahwa kontribusi karyawan dihargai secara adil sehingga karyawan merasa dihormati, termotivasi, dan terikat dengan organisasi. Penghargaan ini dapat berdampak pada individu, dan pada efektivitas organisasi secara keseluruhan. Penghargaan karyawan bertujuan untuk:

  1. Mengakui pencapaian profesional karyawan Pengakuan ini membantu karyawan memahami bahwa upaya dan kontribusi mereka benar-benar diperhatikan oleh organisasi. Dengan adanya apresiasi formal, karyawan merasa lebih dihargai dan terdorong untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerjanya[5].
  2. Memberikan manfaat pribadi bagi karyawan Manfaat pribadi ini berfungsi sebagai insentif langsung yang memperkuat hubungan antara usaha yang diberikan dan imbalan yang diterima. Karyawan kemudian memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mengembangkan kompetensi dan mencapai target kinerja yang lebih besar[5].
  3. Memberikan manfaat reputasi bagi organisasi Ketika organisasi memberikan penghargaan secara transparan dan adil, reputasi positif terbentuk, baik di mata karyawan internal maupun calon karyawan di luar organisasi. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik perusahaan dan menciptakan citra sebagai tempat kerja yang menghargai prestasi[5]
  4. Meningkatkan motivasi, komitmen, dan kepuasan kerja karyawan Penghargaan menjadi pendorong intrinsik yang membuat karyawan lebih bersemangat untuk bekerja dengan baik. Selain itu, penghargaan dapat memperkuat rasa memiliki dan loyalitas terhadap organisasi.[4][6]
  5. Menciptakan budaya kerja yang sehat Budaya kerja yang sehat terbentuk ketika penghargaan mendorong perilaku positif dan saling mendukung di antara karyawan. Dengan lingkungan kerja yang apresiatif, tingkat turnover dapat ditekan karena karyawan merasa nyaman dan dihargai[7]
  6. Mendorong perilaku yang diinginkan Penghargaan dapat diarahkan sebagai stimulus untuk memperkuat perilaku tertentu yang penting bagi organisasi, termasuk kepatuhan pada standar keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga strategis dalam membentuk perilaku yang mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan[8][9]

Indikator

Beberapa indikator yang digunakan untuk menilai efektivitas penghargaan dan kompensasi meliputi:

  1. Kompensasi Finansial: Gaji pokok, bonus, tunjangan, dan insentif berbasis kinerja. Penelitian sebelumnya telah berfokus pada perbedaan kompensasi antara perusahaan rintisan dan perusahaan mapan serta dampak kompensasi terhadap kinerja perusahaan rintisan. Perspektif kewirausahaan dapat menyoroti bagaimana kompensasi finansial berubah seiring perkembangan perusahaan rintisan, bagaimana kompensasi pendiri dan joiners berevolusi atau berbeda, serta bagaimana paket kompensasi muncul untuk joiners utama di perusahaan rintisan[10]:
    • gaji
    • bonus
    • manfaat (asuransi kesehatan, cuti)
  2. Kompensasi Non-Finansial: Lingkungan kerja yang baik, fleksibilitas kerja, pengakuan, status, tanggung jawab, dan peluang pengembangan karir. Kompensasi non finansial bagi joiners di perusahaan rintisan (startup) dapat menjadi area yang menarik untuk diteliti dari perspektif kewirausahaan, antara lain[10]:
    • lingkungan kerja yang positif
    • status
    • tanggung jawab
    • pengakuan
    • pekerjaan yang menarik dan menantang
  3. Promosi dan Pengembangan: Kesempatan naik jabatan dan pengembangan keterampilan[11]:
    • Penggunaan AI dan algoritma untuk membantu proses pengambilan keputusan promosi yang lebih transparan dan tidak bias
    • Pemahaman robot cerdas terhadap niat promosi, harga diri, dan keinginan pemberdayaan pekerja
    • Komunikasi yang jelas dan transparan tentang tujuan dan umpan balik untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas antara pekerja dan manajemen
    • Penggunaan teknologi digital seperti analitik orang dan pembelajaran mesin untuk menganalisis kinerja dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan
    • Sistem imbalan yang kurang bias dan lebih berorientasi pada kompetensi, mendorong pembelajaran seumur hidup dan pengembangan karir
  4. Keseimbangan Kerja-Hidup: Fleksibilitas waktu kerja dan dukungan terhadap keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan[12]
  5. Penghargaan Berbasis Kinerja: Sistem penghargaan yang dikaitkan dengan pencapaian indikator kinerja utama (KPI) dan data dampak sosial-lingkungan[13][14]:
    • Penghargaan atau kompensasi yang diberikan kepada karyawan atau eksekutif berdasarkan pencapaian indikator kinerja terkait keberlanjutan atau kinerja (lingkungan, sosial, tata kelola)
    • Mengaitkan kompensasi karyawan atau eksekutif dengan pencapaian target atau indikator kinerja terkait aspek keberlanjutan perusahaan
  6. Penghargaan untuk Perilaku Berkelanjutan: Insentif untuk perilaku ramah lingkungan dan partisipasi dalam program keberlanjutan[15]
  7. Penghargaan Virtual: Pemberian lencana, trofi, bonus, dan poin berdasarkan pencapaian dalam sistem digital[16]

Referensi

  1. ↑ Kundu, Goutam Kumar; Mishra, Bidhu Bhusan (2012-06-01). "Impact of reform and privatisation on employees a case study of power sector reform in Orissa, India". Energy Policy. 45: 252–262. doi:10.1016/j.enpol.2012.02.026. ISSN 0301-4215.
  2. ↑ Li, Teng; Lu, Runjing (2022-11-01). "Social undermining as a dark side of symbolic awards: Evidence from a regression discontinuity design". Organizational Behavior and Human Decision Processes. 173: 104184. doi:10.1016/j.obhdp.2022.104184. ISSN 0749-5978.
  3. ↑ Yang, Tianfei; Jiang, Xia (2023-03-27). "When colleague got recognized: Third-party's reaction to witnessing employee recognition". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 14. doi:10.3389/fpsyg.2023.968782. ISSN 1664-1078. PMC 10083470. PMID 37051607. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. 1 2 Howell, Raema A. (2015). "Celebrating Colleagues and Their Efforts to Maintain a Culture of Safety". AORN Journal (dalam bahasa Inggris). 102 (2): 196–199. doi:10.1016/j.aorn.2015.05.009. ISSN 1878-0369.
  5. 1 2 3 Oosterhouse, Kimberly J.; Skemp, Lisa; Abdallah, Lisa; Grealish, Laurie (2023-05-01). "The role of awards in promoting educational leadership in nursing: A qualitative descriptive study in gerontological nursing". Heliyon (dalam bahasa English). 9 (5). doi:10.1016/j.heliyon.2023.e16113. ISSN 2405-8440. PMC 10209396. PMID 37251834. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ↑ Ndiango, Sinyati; Gabriel, Debora; Changalima, Ismail Abdi (2024-01-01). "Give me my flowers before I die! Linking employee recognition, job satisfaction and employee retention in logistics companies: A multigroup analysis". Social Sciences & Humanities Open. 10: 101053. doi:10.1016/j.ssaho.2024.101053. ISSN 2590-2911.
  7. ↑ "Employee rewards". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-1-84334-223-6.50003-1. Diakses tanggal 2025-11-26.
  8. ↑ Tait, Robin; Walker, Deborah (2000-12-01). "Motivating the Workforce: The Value of External Health and Safety Awards". Journal of Safety Research. 31 (4): 243–251. doi:10.1016/S0022-4375(00)00043-8. ISSN 0022-4375.
  9. ↑ Montes, Carlos; Hernández, Artur; Dopico-Casal, Carlos (2025-09-03). "Best practice indicators in workplace mental health promotion: development and expert validation". Health Promotion International (dalam bahasa Inggris). 40 (5). doi:10.1093/heapro/daaf147. ISSN 0957-4824. PMC 12448472. PMID 40971790.
  10. 1 2 Cardon, Melissa S.; Knockaert, Mirjam; Anseel, Frederik; Burton, M. Diane (2026-01-01). "Seeing human resources of entrepreneurial firms in new ways". Journal of Business Venturing. 41 (1): 106553. doi:10.1016/j.jbusvent.2025.106553. ISSN 0883-9026.
  11. ↑ da Silva, Leonardo Breno Pessoa; Pontes, Joseane; Mosconi, Elaine; Treinta, Fernanda Tavares; Yoshino, Rui Tadashi; de Resende, Luís Maurício Martins (2026-01-01). "The future of HRM for intelligent manufacturing systems in the context of industry 5.0". Computers & Industrial Engineering. 211: 111587. doi:10.1016/j.cie.2025.111587. ISSN 0360-8352.
  12. ↑ Zainal, Nur Syafiqah Binti; Wider, Walton; Lajuma, Surianti; Ahmad Khadri, Mohd Wafiy Akmal B.; Taib, Nasehah Mohd; Joseph, Asong (2022-07-08). "Employee Retention in the Service Industry in Malaysia". Frontiers in Sociology (dalam bahasa English). 7. doi:10.3389/fsoc.2022.928951. ISSN 2297-7775. PMC 9307907. PMID 35880145. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  13. ↑ Li, Chunling; Jiang, Xinqing; He, Hui; Zhang, Xiying (2022-03-11). "The Influence of Performance-Contingent Rewards on Proactive and Responsive Creativity: Dual-Path Mediating Effects of Work Motivation". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.812298. ISSN 1664-1078. PMC 8962671. PMID 35360570. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  14. ↑ Traxler, Albert Anton; Schrack, Daniela; Greiling, Dorothea (2020-12-10). "Sustainability reporting and management control – A systematic exploratory literature review". Journal of Cleaner Production. 276: 122725. doi:10.1016/j.jclepro.2020.122725. ISSN 0959-6526.
  15. ↑ Kuo, Yen-Ku; Khan, Tariq Iqbal; Islam, Shuja Ul; Abdullah, Fakhrul Zaman; Pradana, Mahir; Kaewsaeng-on, Rudsada (2022-06-14). "Impact of Green HRM Practices on Environmental Performance: The Mediating Role of Green Innovation". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.916723. ISSN 1664-1078. PMC 9239378. PMID 35774953. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  16. ↑ Kim, Sehoon (2021-03-01). "How a company's gamification strategy influences corporate learning: A study based on gamified MSLP (Mobile social learning platform)". Telematics and Informatics. 57: 101505. doi:10.1016/j.tele.2020.101505. ISSN 0736-5853.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tujuan
  2. Indikator
  3. Referensi

Artikel Terkait

Harga bahan bakar minyak di Indonesia

Gambaran umum terhadap harga jual bahan bakar minyak di Indonesia

Manajemen sumber daya manusia

suatu bidang dalam ekonomi

Pemasaran berjenjang

strategi pemasaran di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026