Pembongkaran monumen Vladimir Lenin di Ukraina merupakan fenomena yang berkaitan dengan perubahan politik dan sosial setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Setelah kemerdekaan, Ukraina mewarisi ribuan simbol publik dari era Soviet, termasuk patung Lenin yang tersebar di berbagai wilayah. Pada dekade 1990-an, pembongkaran monumen berlangsung secara terbatas dan tidak merata, dengan intensitas yang lebih tinggi di wilayah Ukraina Barat. Perkembangan yang lebih luas terjadi selama peristiwa Euromaidan pada tahun 2013–2014. Dalam periode ini, pembongkaran patung Lenin meningkat secara signifikan dan terjadi di berbagai kota di Ukraina. Fenomena tersebut kemudian dikenal sebagai Leninopad.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembongkaran monumen Vladimir Lenin di Ukraina merupakan fenomena yang berkaitan dengan perubahan politik dan sosial setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Setelah kemerdekaan, Ukraina mewarisi ribuan simbol publik dari era Soviet, termasuk patung Lenin yang tersebar di berbagai wilayah.[1] Pada dekade 1990-an, pembongkaran monumen berlangsung secara terbatas dan tidak merata, dengan intensitas yang lebih tinggi di wilayah Ukraina Barat.[2] Perkembangan yang lebih luas terjadi selama peristiwa Euromaidan pada tahun 2013–2014. Dalam periode ini, pembongkaran patung Lenin meningkat secara signifikan dan terjadi di berbagai kota di Ukraina.[3] Fenomena tersebut kemudian dikenal sebagai Leninopad.[4]
Dalam kajian akademik, penghapusan simbol-simbol Soviet di Ukraina sering dikaitkan dengan konsep politik memori (politics of memory), yaitu proses pembentukan ingatan kolektif melalui penataan simbol di ruang publik.[5] Kebijakan dekomunisasi di Ukraina mencerminkan upaya institusional untuk menghapus simbol rezim sebelumnya dan membentuk narasi sejarah nasional yang baru[6][7][8] Penelitian lain menunjukkan bahwa perubahan simbolik ini berkaitan dengan dinamika identitas nasional dan orientasi geopolitik negara.[9] Kebijakan negara kemudian memperkuat proses tersebut melalui pengesahan undang-undang dekomunisasi pada tahun 2015. Undang-undang ini melarang simbol-simbol komunis dan mengatur pembongkaran monumen yang terkait dengan tokoh-tokoh era Soviet.[10] Kebijakan ini juga mencakup perubahan nama tempat serta penghapusan simbol-simbol ideologis dari ruang publik.[11][12][13]

Pembongkaran monumen Lenin di Ukraina terbagi ke dalam empat tahap. Secara umum, lebih dari 2.000 monumen Lenin dihancurkan di wilayah barat Ukraina selama tahun 1990-an, lebih dari 600 monumen Lenin dihancurkan di wilayah barat dan tengah Ukraina saat memasuki taun 2000, lebih dari 600 monumen dihancurkan sejak tahun 2005 hingga 2008 terutama di wilayah tengah Ukraina, dan pada tahun 2013 dan 2014, 552 monumen dihancurkan.[14]
Gelombang pertama penghancuran monumen Lenin terjadi pada tahun 1990-1991 di Ukraina bagian barat. Sejak 1991, terdapat kira-kira 5500 patung Lenin sepanjang Ukraina.[15] Pada 1 August 199, untuk pertama kalinya di dalam Uni Soviet, sebuah patung Lenin dibongkar yang terletak di Chervonohrad. Patung itu dicopot atas desakan publik dan diniatkan secara formal untuk dipindahkan ke tempat lain. Pada tahun yang sama, patung Lenin juga dibongkar di banyak kota di Galisia.[16]
Pada 9 April 2015, parlemen Ukraina menetapkan kebijakan dekomunisasi.[17] Pada 15 Mei, Presiden Ukraina Petro Poroshenko menerbitkan undang-undang yang menetapkan pembongkaran monumen-monumen komunis, kecuali yang berhubungan dengan Perang Dunia II, serta mengubah nama-nama pemukiman yang berbau komunisme. Pada 16 Januari 2017, Institut Peringatan Nasional Ukraina mengumumkan sebanyak 1.320 patung Lenin telah dibongkar selama dekomunisasi Ukraina.[18]
Situs web Raining Lenins mendokumentasikan dan melacak statistik mengenai runtuhnya patung-patung Vladimir Lenin di Ukraina berkaitan dengan perubahan simbol-simbol warisan era Soviet di negara tersebut.[16][19]
Setelah aneksasi Semenanjung Krimea oleh Federasi Rusia pada 2014, patung Lenin terbesar di wilayah yang masih berada di bawah kendali pemerintah Ukraina terletak di Kharkiv, dengan tinggi 20,2 meter.[20][21] Patung tersebut kemudian dijatuhkan dan dihancurkan pada 28 September 2014.[22] Selanjutnya, patung Lenin terbesar yang tersisa di wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina adalah monumen setinggi 19,8 meter di Zaporizhzhia, yang dibongkar pada 17 Maret 2016.[23]
Data mengenai jumlah patung Lenin yang masih tersisa di Ukraina mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada Februari 2019, harian The Guardian melaporkan bahwa dua patung Lenin di Zona Eksklusi Chernobyl merupakan satu-satunya yang masih tersisa, dengan hanya memperhitungkan wilayah yang berada di bawah kendali pemerintah Ukraina.[24] Namun, pada Januari 2021, Radio Free Europe/Radio Liberty melaporkan keberadaan tiga patung tambahan di desa-desa kecil yang juga berada di bawah kendali pemerintah Ukraina, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi lima.[25]
Selama invasi Rusia ke Ukraina, sejumlah patung Lenin yang sebelumnya telah dirobohkan oleh aktivis Ukraina dilaporkan dipasang kembali oleh otoritas pendudukan Rusia di wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali mereka.[26][27][28][29]

Gelombang besar perobohan patung Lenin (dikenal sebagai “Leninopad”)[30][31] bermula dari penghancuran monumen Lenin di Kyiv, tepatnya di Lapangan Bessarabska. Peristiwa tersebut terjadi pada 8 Desember 2013 sekitar pukul 18.00. Setelah muncul laporan mengenai aktivis Euromaidan yang tewas dalam aksi protes di Kyiv, aksi perobohan monumen peninggalan era Soviet semakin meluas di berbagai wilayah.[32][33]
Pada Januari 2015, Kementerian Kebudayaan dan Komunikasi Strategis Ukraina menyatakan akan mendorong berbagai inisiatif publik yang bertujuan menyingkirkan monumen tokoh-tokoh dari masa komunis di Ukraina. Menteri Kebudayaan saat itu, Vyacheslav Kyrylenko, menyampaikan bahwa kementeriannya akan mengusulkan penghapusan seluruh monumen yang berkaitan dengan tokoh komunis dari Daftar Negara Monumen Tak Bergerak Ukraina. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan menghalangi, melainkan akan mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang bertujuan menghapus peninggalan simbolik dari masa lalu totalitarian.[34]
Pada April 2015, Verkhovna Rada (parlemen Ukraina) menyetujui rancangan undang-undang tentang “Pengutukan rezim totalitarian komunis dan nasional-sosialis (Nazi) di Ukraina serta pelarangan propaganda simbol-simbolnya”. Undang-undang ini, antara lain, mewajibkan pemerintah daerah untuk membongkar monumen yang berkaitan dengan tokoh-tokoh komunis di wilayah Ukraina.[35]
Sejumlah patung Vladimir Lenin di berbagai kota di Ukraina dijatuhkan oleh para demonstran selama peristiwa Euromaidan.[36][37][38] Secara keseluruhan, beberapa perkiraan menyebutkan bahwa lebih dari seratus patung Lenin dijatuhkan dalam periode tersebut.[39] Pada Desember 2015, The Ukrainian Week menghitung bahwa sebanyak 376 monumen Lenin telah dihapus atau dihancurkan sejak Februari 2014.[15]
Berikut ini merupakan daftar sebagian dari peristiwa tersebut:
| Monumen | Lokasi | Date | Status | Notes | Image |
|---|---|---|---|---|---|
| Patung Lenin | Andriievo-Ivanove | 3 Januari 2014 | Terbelah dua | Kepolisian membuka penyelidikan berdasarkan pasal dalam KUHP tentang perusakan monumen sejarah atau budaya.[40] | |
| Patung Lenin | Berdychiv | 22 Februari 2014 | Dijatuhkan dan dihancurkan | [41][42] | |
| Patung Lenin | Bila Tserkva | 2014 | Dijatuhkan dan dihancurkan | [36][43] | |
| Patung Lenin | Chernihiv | 21 Februari 2014 | Dijatuhkan | [44][45] | |
| Patung Lenin | Chervona Sloboda | 8 Juli 2014 | Dijatuhkan | Partai Komunis Ukraina menyatakan bahwa kasus pidana dibuka terkait tindakan vandalisme.[46][47] | |
| Patung Lenin | Kharkiv | 28 September 2014 | Dijatuhkan dan dihancurkan | ||
| Patung Lenin | Kherson | 7 Februari 2013 | Dihancurkan | [48] | |
| Patung Lenin | Khmelnytskyi | 21 Februari 2014 | Dijatuhkan | [36][43][49] | |
| Patung Lenin | Korosten | 5 Oktober 2014 | Dijatuhkan | ||
| Patung Lenin | Kyiv | 8 Desember 2013 | Dijatuhkan dan dihancurkan | [37] | |
| Patung Lenin | Melitopol | 5 Juli 2015 | Dibongkar oleh dewan kota | ||
| Patung Lenin | Novomoskovsk | 2 Augustus 2015 | Dijatuhkan | [50] | |
| Patung Lenin | Pabrik “Pressmash”,Odesa | 23 Oktober 2015 | Diubah menjadi patung Darth Vader | [51] | |
| Patung Lenin | Podilsk | 8 Desember 2013 | Dihancurkan menjadi beberapa bagian | [40] | |
| Patung Lenin | Pryluky | Dibongkar | |||
| Bust of Lenin | Sievierodonetsk | 1 Oktober 2014 | Dibakar dan dibongkar | [52] | |
| Patung Lenin | Stanytsia Luhanska | 16 April 2015 | Dijatuhkan | ||
| Patung Lenin | Velyki Sorochyntsi | Dibongkar | |||
| Patung Lenin | Zaporizhzhia | 17 Maret 2016 | Dibongkar | [53] | |
| Patung Lenin | Zhytomyr | 21 Februari 2014 | Dijatuhkan dan dihancurkan | [36][43][54] |
Penghilangan patung-patung Lenin menimbulkan reaksi yang beragam di masyarakat Ukraina.[55] Di beberapa kota, terutama di Kharkiv pada awal 2014,[56] sebagian warga yang pro-Rusia mencoba melindungi monumen, termasuk anggota partai komunis dan sosialis, serta veteran Perang Dunia II dan perang Afghanistan.[57] Meskipun demikian, patung Lenin di Kharkiv tetap dijatuhkan pada 28 September 2014.[22] Pada akhir Oktober 2014, Gubernur Kharkiv saat itu, Ihor Baluta, mengakui bahwa sebagian besar warga kemungkinan tidak mendukung pembongkaran patung tersebut, namun ia mencatat bahwa “hampir tidak ada protes yang muncul setelahnya, yang cukup mencolok”.[58] Pada Januari 2015, Kementerian Kebudayaan Ukraina menyatakan kesiapan untuk mendukung inisiatif-inisiatif publik yang berupaya menghapus peninggalan dari masa totalitarisme di Ukraina.[34]
Beberapa pengamat menekankan dimensi simbolis dari tindakan ini. Jurnalis Yuriy Felshtynskyi menyebut bahwa lokasi demonstrasi pro-Rusia setelah aneksasi Crimea sering berpusat di sekitar patung-patung Lenin, yang dihiasi dengan bendera merah bergambar palu-arit. Ia menilai bahwa penghapusan monumen Lenin mencerminkan pertentangan antara Ukraina modern dan warisan Soviet yang ingin dikembalikan oleh Rusia melalui agresi terhadap wilayah Ukraina. Felshtynskyi juga mempertanyakan mengapa patung-patung Lenin baru dijatuhkan saat itu, setelah berdiri selama lebih dari dua dekade sejak kemerdekaan Ukraina.[19]