Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pembombardiran Berat Akhir

Pembombardiran Berat Akhir adalah hipotesis terjadinya banyak tumbukan meteor dan komet di planet-planet Tata Surya sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Selama peristiwa ini, terbentuk banyak kawah tubrukan di Bulan, dan mungkin juga di Bumi, Merkurius, Venus, dan Mars. Bukti terjadinya peristiwa ini berasal dari penanggalan sampel-sampel bulan yang dibawa oleh astronaut-astronaut Apollo yang menunjukkan bahwa sebagian besar batuan leleh terbentuk pada masa tersebut. Meski banyak hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan peningkatan tubrukan asteroid atau komet di Tata Surya pada masa tersebut, sebab utamanya masih belum disepakati. Model Nice, yang populer di antara ilmuwan keplanetan, menduga bahwa planet raksasa gas mengalami migrasi orbit dan membuat objek-objek di sabuk asteroid dan/atau sabuk Kuiper melalui orbit yang eksentrik dan bertubrukan dengan jalur planet kebumian. Meskipun begitu, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa keberadaan sampel tersebut bukan berarti menunjukkan terjadinya peristiwa besar seperti ini. Menurut mereka, sampel batuan leleh tersebut berasal dari satu cekungan, yaitu cekungan Imbrium, sehingga hanya terjadi satu peristiwa tubrukan saja.

Peristiwa Bombardir terakhir
Diperbarui 6 Juli 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembombardiran Berat Akhir
Penggambaran Bulan selama Pembombardiran Berat Akhir dan Bulan sekarang.

Pembombardiran Berat Akhir (disebut juga bencana bulan) adalah hipotesis terjadinya banyak tumbukan meteor dan komet di planet-planet Tata Surya sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu.[1] Selama peristiwa ini, terbentuk banyak kawah tubrukan di Bulan, dan mungkin juga di Bumi, Merkurius, Venus, dan Mars. Bukti terjadinya peristiwa ini berasal dari penanggalan sampel-sampel bulan yang dibawa oleh astronaut-astronaut Apollo yang menunjukkan bahwa sebagian besar batuan leleh terbentuk pada masa tersebut. Meski banyak hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan peningkatan tubrukan asteroid atau komet di Tata Surya pada masa tersebut, sebab utamanya masih belum disepakati. Model Nice, yang populer di antara ilmuwan keplanetan, menduga bahwa planet raksasa gas mengalami migrasi orbit dan membuat objek-objek di sabuk asteroid dan/atau sabuk Kuiper melalui orbit yang eksentrik dan bertubrukan dengan jalur planet kebumian. Meskipun begitu, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa keberadaan sampel tersebut bukan berarti menunjukkan terjadinya peristiwa besar seperti ini.[1] Menurut mereka, sampel batuan leleh tersebut berasal dari satu cekungan, yaitu cekungan Imbrium, sehingga hanya terjadi satu peristiwa tubrukan saja.[2]

Catatan kaki

  1. 1 2 Taylor, G. Jeffrey. "Wandering Gas Giants and Lunar Bombardment"
  2. ↑ L. A. Haskin, R. L. Korotev, R. L. Rockow, B. L. Jolliff, Larry A.; Korotev, Randy L.; Rockow, Kaylynn M.; Jolliff, Bradley L. (1998). "The case for an Imbrium origin of the Apollo thorium-rich impact-melt breccias". Meteorit. Planet. Sci. 33 (5): 959–979. Bibcode:1998M&PS...33..959H. doi:10.1111/j.1945-5100.1998.tb01703.x. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Pranala luar

  • G. Jeffrey Taylor (August 24, 2006). "Wandering Gas Giants and Lunar Bombardment". Planetary Science Research Discoveries.
  • Barbara Cohen (January 24, 2001). "Lunar Meteorites and the Lunar Cataclysm". Planetary Science Research Discoveries.
  • Ker Than, "New Insight into Earth’s Early Bombardment" - Space.com, April 17, 2006.
  • Late Heavy Bombardment was asteroidal, not cometary Diarsipkan 2005-05-03 di Wayback Machine., The Geological Society, March 4, 2002.
  • Robert Roy Britt, "Evidence for Ancient Bombardment of Earth," - Space.com, July 24, 2002.


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Pengepungan Gibraltar Ketiga

pemeliharaan kastil dan benteng. Setelah lebih dari empat bulan dikepung dan dibombardir oleh ketapel Moor, garnisun dan penduduk kota hampir kelaparan dan menyerah

Invasi Indonesia ke Timor Leste

invasi militer tahun 1975

Unjuk rasa perang Israel–Hamas

reaksi internasional terhadap perang Israel–Hamas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026