Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPenyengauan
Artikel Wikipedia

Penyengauan

Dalam ilmu fonetika, penyengauan atau nasalisasi merupakan suatu proses penghasilan suara saat velum digerakkan ke bawah, jadi beberapa aliran udara keluar melalui hidung saat bagian artikulasi lain mengalami produksi suara. Suara sengauan arketipal yang terjadi karena proses ini biasanya adalah.

Wikipedia article
Diperbarui 26 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penyengauan
(Nasalisasi)
◌̃
Nomor IPA424
Pengodean karakter
Entitas (desimal)̃
Unikode (heks)U+0303
Teknis karakter
Tipeproses Suntingan nilai di Wikidata
Perubahan suara dan alternasi
Metatesa
  • Metathesa kuantitatif
Lenisi
  • Gradiasi konsonan
  • Penyuaraan dan penirsuaraan konsonan
  • Asibilasi
  • Spirantisasi
  • Vokalisasi-L
  • Debukalisasi
Fortisi
Epentesis
  • Protesis
  • Paragoge
  • "Pembongkaran"
  • Pemenggalan vokal
Elisi
  • Aferesis
  • Syncope
  • Apocop
  • Haplologi
  • Pengurangan gugus
Transfonologisasi
  • Perpanjangan kompensator
  • Penyengauan
  • Tonogenesis
  • Nada mengambang
Asimilasi
  • Peleburan fonem
  • Ko-artikulasi
  • Palatalisasi
  • Velarisasi
  • Pembibiran
  • Penirsuaraan akhir
  • Metafoni (Harmonisasi vokal, umlaut)
  • Harmonisasi konsonan
Disimilasi
Sandhi
  • Liaison, Penghubungan R
  • Mutasi konsonan
  • Nada sandhi
  • Hiatus vokal
Synalefa
  • Elisi
  • Crasis
  • Synaeresis dan diaeresis
  • Synizesis
Tipe lain
  • Apofoni
  • Penggesekan (fonologi)
  • Geminisasi
  • Pemangkasan
  • Peletakan lebih depan
  • Peletakan lebih naik
  • Betasis
  • Iotasis
  • Peleburan
  • Penggabungan fonologikal
  • Perpanjangan kompensatori
  • Monoftongisasi
  • Rhotakis
  • Rhinoglottofilia
  • Sulcalisasi
  • Reduplikasi-Shm
  • Mutasi konsonan
  • Penggeseran vokal
  • Penggeseran rentetan
  • l
  • b
  • s
Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Dalam ilmu fonetika, penyengauan atau nasalisasi merupakan suatu proses penghasilan suara saat velum digerakkan ke bawah, jadi beberapa aliran udara keluar melalui hidung saat bagian artikulasi lain (selain saluran hidung) mengalami produksi suara. Suara sengauan arketipal yang terjadi karena proses ini biasanya adalah [n].

Dalam Alfabet Fonetik Internasional, penyengauan diindikasikan oleh diakritik tilda U+0303 ◌̃ combining tilde (HTML: ̃) yang ditulis diatas huruf untuk menunjukkan suara yang mengalami penyengauan, sebagai contoh, [ã] merupakan [a] yang mengalami penyengauan, dan [ṽ] merupakan [v] yang mengalami penyengauan. Diakritik subskrip [ą], yang biasa dipanggil sebagai ogonek atau nosinė, biasanya digunakan untuk mengindikasikan penyengauan saat sebuah vokal memiliki tanda nada yang akan memudahkan pembaca dalam memahami nada dan penyengauan dalam vokal tersebut. Sebagai contoh, [ą̄ ą́ ą̀ ą̂ ą̌] lebih dapat dilihat dengan benar pada kebanyakan font daripada [ã̄ ã́ ã̀ ã̂ ã̌].

Pembagian penyengauan

Penyengauan dibagi dua:

  • pertama, penyengauan konsanan/vokal yang bersuara (tidak luluh). Contoh: andai - mengandaikan, bantah- membantah, cinta- mencintai, duga -menduga,ejek - mengejek, fasilitas - memfasilitasi, gambar - menggambar, hukum - menghukum, iris - mengiris, jauh - menjauhi, makan - memakan, nikah - menikah, ompol - mengompol, qasar - mengqasar, usul - mengusulkan, vonis - memvonis, ziarah - menziarahi;
  • kedua, penyengauan konsonan yang tidak bersuara (luluh). Contoh: konsumsi - meng...onsumsi (konsonan /k/ luluh), taat - men...aati (konsonan /t/ luluh), sapu - meny...apu (konsonan /s/ luluh), populer - mem...opulerkan (konsonan /p/ luluh). Penyengauan memopuplerkan mungkin agak tabu bagi para pengguna bahasa karena biasanya menggunakan kata mempopulerkan.

Lain halnya dengan kata kristal, tradisi, stabil, dan produksi. Penyengauan luluh tidak berlaku pada bentukan kata tersebut karena memiliki dua huruf konsonan di awal kata, yaitu kr, tr, st, dan pr. Bentukan kata tersebut bukan: mengristal, menradisi, menyetabil, dan memroduksi, akan tetapi: mengkristal, mentradisi, menstabilkan, dan memproduksi. Kata berawalan kr, tr, st, dan pr tidak luluh bila diberikan prefiks me-N.

Lihat pula

  • Afiks
  • Kata dasar
  • Daftar Istilah Linguistik

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembagian penyengauan
  2. Lihat pula

Artikel Terkait

N

huruf ke empat belas dalam alfabet Latin

Konsonan sengau

konsonan yang diucapkan dengan membiarkan udara keluar melalui hidung tetapi tidak melalui mulut

G

huruf ketujuh dalam alfabet Latin

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026