Dalam zoologi, perilaku peragaan adalah sekumpulan perilaku yang diritualkan yang digunakan hewan untuk berkomunikasi dengan hewan lain mengenai suatu rangsangan spesifik. Perilaku peragaan tersebut dapat berbentuk visual, tetapi banyak hewan mengandalkan gabunan dari sinyal raba, visual, audio dan kimiawi. Proses evolusi menyesuaikan perilaku stereotip tersebut agar hewan dapat berkomunikasi baik secara konspesifik maupun interspesifik, yang memungkinkan koneksi yang luas pada relung berbeda pada suatu ekosistem. Peragaan juga tehubung dengan seleksi seksual dan keberlangsungan hidup spesies dalam cara yang berbeda-beda. Umumnya, perilaku penampian digunakan sebagai ritual perkawinan antara dua hewan untuk memberi sinyal kepada betina bahwa sebuah jantan yang giat siap untuk kawin. Pada contoh lainnya, peragaan dapat digunakan sebagai tampilan teritorial, untuk menjaga teritori mencari makan untuk keluarga atau kelompoknya. Wujud ketiga dari perilaku ini adalah untuk sebuah pertarungan antar individu, yang di mana individu jantan akan berkelahi agar mendapat hak untuk kawin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dalam zoologi, perilaku peragaan adalah sekumpulan perilaku yang diritualkan yang digunakan hewan untuk berkomunikasi dengan hewan lain (umumnya dengan spesies yang sama) mengenai suatu rangsangan spesifik.[1] Perilaku peragaan tersebut dapat berbentuk visual, tetapi banyak hewan mengandalkan gabunan dari sinyal raba, visual, audio dan kimiawi.[1] Proses evolusi menyesuaikan perilaku stereotip tersebut agar hewan dapat berkomunikasi baik secara konspesifik maupun interspesifik, yang memungkinkan koneksi yang luas pada relung berbeda pada suatu ekosistem. Peragaan juga tehubung dengan seleksi seksual dan keberlangsungan hidup spesies dalam cara yang berbeda-beda. Umumnya, perilaku penampian digunakan sebagai ritual perkawinan antara dua hewan untuk memberi sinyal kepada betina bahwa sebuah jantan yang giat siap untuk kawin.[2] Pada contoh lainnya, peragaan dapat digunakan sebagai tampilan teritorial, untuk menjaga teritori mencari makan untuk keluarga atau kelompoknya. Wujud ketiga dari perilaku ini adalah untuk sebuah pertarungan antar individu, yang di mana individu jantan akan berkelahi agar mendapat hak untuk kawin.