Pemilihan Umum Malaysia 1995 merupakan pemilihan umum ke-9 di Malaysia, dan pemilihan umum keempat sejak Mahathir Mohamad menjabat sebagai Perdana Menteri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan umum Malaysia 1995 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
24–25 April 1995 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Semua 192 kerusi dalam Dewan Rakyat 97 kursi untuk meraih status mayoritas | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 9,012,370 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan Umum Malaysia 1995 merupakan pemilihan umum ke-9 di Malaysia, dan pemilihan umum keempat sejak Mahathir Mohamad menjabat sebagai Perdana Menteri.
Pemilihan ini adalah pemilihan pertama setelah penataan kembali daerah pemilihan pada tahun 1994.
Seperti yang diperkirakan, koalisi partai Barisan Nasional mempertahankan mayoritasnya di parlemen dan dengan demikian tetap memegang jabatan Perdana Menteri serta membentuk pemerintahan.
Dengan kemenangan 162 kursi dari 192 kursi di Dewan Rakyat, yaitu 84,4% dari jumlah kursi, hasil ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,6% dibandingkan pemilihan umum sebelumnya. Jumlah suara sebesar 65,2% juga merupakan peningkatan sebesar 22,0%. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat besar bagi pemerintahan Mahathir.
Partai-partai oposisi secara keseluruhan memperoleh 34,8% dari jumlah suara, dengan 30 kursi yang tersisa atau 15,6% dari kursi Dewan Rakyat. Persentase suara tersebut merupakan rekor terendah dalam pemilihan umum sejak kemerdekaan, dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 39,3%. Namun, jumlah perwakilan partai oposisi di Dewan Rakyat bukanlah yang terendah sejak kemerdekaan, melainkan yang ketiga terendah. Berdasarkan hasil partai oposisi masing-masing, Lim Kit Siang dari Partai Aksi Demokratik (DAP) mempertahankan jabatannya sebagai ketua oposisi di Parlemen.