Upacara pembukaan mulut adalah sebuah ritual Mesir kuno yang dideskripsikan dalam teks pemakaman seperti Teks Piramida. Dari Kerajaan Lama sampai Periode Romawi, terdapat bukti dari upacara tersebut, yang diyakini memberikan esensi fundamental mereka kepada almarhum untuk melepaskan tugas dalam kehidupan setelah kematian. Berbagai praktek dilakukan pada jasad, termasuk memakai alat khusus untuk menyentuh bagian tubuh seperti mulut dan mata. Adat tersebut seringkali dihubungkan dengan kelahiran anak, yang menandakan kelahiran kembali dan permulaan baru. Contohnya, memotong daging berdarah dari hewan-hewan sebagai persembahan untuk almarhum yang mensignifikansikan proses kelahiran, yang biasanya melibatkan darah, dan mewakili pengadaan kehidupan baru. Selain itu, alat-alat seperti peseshkef, yang mirip ekor ikan dan awalnya dipakai untuk memotong tali pusar bayi, juga memberikan gagasan "kelahiran kembali".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Upacara pembukaan mulut (atau ritual) adalah sebuah ritual Mesir kuno yang dideskripsikan dalam teks pemakaman seperti Teks Piramida. Dari Kerajaan Lama sampai Periode Romawi, terdapat bukti dari upacara tersebut, yang diyakini memberikan esensi fundamental mereka kepada almarhum untuk melepaskan tugas dalam kehidupan setelah kematian. Berbagai praktek dilakukan pada jasad, termasuk memakai alat khusus untuk menyentuh bagian tubuh seperti mulut dan mata. Adat tersebut seringkali dihubungkan dengan kelahiran anak, yang menandakan kelahiran kembali dan permulaan baru. Contohnya, memotong daging berdarah dari hewan-hewan sebagai persembahan untuk almarhum yang mensignifikansikan proses kelahiran, yang biasanya melibatkan darah, dan mewakili pengadaan kehidupan baru. Selain itu, alat-alat seperti peseshkef, yang mirip ekor ikan dan awalnya dipakai untuk memotong tali pusar bayi, juga memberikan gagasan "kelahiran kembali".[1]