Antillen Belanda adalah negara otonom Karibia yang berada di dalam Kerajaan Belanda. Negara ini dibubarkan pada tanggal 10 Oktober 2010.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Antillen Belanda sebelum pembubarannya secara penuh pada tahun 2010 | |
| Tanggal | 1 Januari 1986 (Aruba), 10 Oktober 2010 |
|---|---|
| Lokasi | Antillen Belanda |
| Peserta |
|
| Hasil | Pemisahan Aruba pada tahun 1986 (Status aparte), pembubaran total pada tahun 2010 |

Antillen Belanda adalah negara otonom Karibia yang berada di dalam Kerajaan Belanda. Negara ini dibubarkan pada tanggal 10 Oktober 2010.[1][2]
Setelah pembubaran, "pulau-pulau BES" di Karibia Belanda—Bonaire, Sint Eustatius, dan Saba—menjadi Belanda Karibia, "kotamadya khusus" dari Belanda—struktur yang hanya ada di Karibia. Sementara itu, Curaçao dan Sint Maarten menjadi negara konstituen dalam Kerajaan Belanda, status yang sama seperti yang diperoleh Aruba sebelumnya, ketika dipisahkan dari Antillen Belanda pada 1 Januari 1986.
Gagasan Antilles Belanda sebagai negara tidak pernah memiliki dukungan dari semua pulau-pulau yang membentuknya dan hubungan politik antar pulau juga sering tegang. Setelah perjuangan panjang, Aruba memisahkan diri dari Antilles Belanda pada tahun 1986 dan membentuk negara sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda. Keinginan untuk memisahkan diri juga kuat di Sint Maarten. Pada tahun 2004, komisi pemerintah Antilles Belanda dan Belanda melaporkan status masa depan untuk Antilles Belanda. Komisi ini menyarankan revisi pada Piagam Kerajaan Belanda guna mempertiadakan Antilles Belanda.
Dari tahun 2000 sampai 2005 referendum diadakan pada semua pulau yang membentuk Antilles Belanda untuk menentukan masa depan kepulauan ini.
Pada tanggal 14 Oktober 1994, 59,6% penduduk Sint Maarten memilih untuk tetap menjadi bagian dari Antilles Belanda. Pada referendum kedua yang diadakan pada tanggal 22 Juni 2000, 68,9% pemilih memilih untuk menjadi sebuah negara yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda; status aparte seperti yang dimiliki Aruba sekarang.[3]
| Referendum tentang status Sint Maarten, 14 Oktober 1994 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Sint Maarten tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 4.697 | 59.6% |
| Pilihan B: Sint Maarten menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 2.606 | 33,1% |
| Pilihan C: Sint Maarten menggabungkan diri ke Belanda | 72 | 0,9% |
| Pilihan D: Sint Maarten menjadi negara independen | 493 | 6,2% |
| Suara sah | 7.868 | 99,8% |
| Suara tidak sah atau kosong | ? | 0,2% |
| Sumber: countrysintmaarten.org | ||
| Referendum tentang status Sint Maarten, 22 Juni 2000 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Sint Maarten tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 332 | 3,7% |
| Pilihan B: Sint Maarten menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 6.212 | 69,9% |
| Pilihan C: Sint Maarten menggabungkan diri ke Belanda | 1.050 | 11,6% |
| Pilihan D: Sint Maarten menjadi negara independen | 1.282 | 14,2% |
| Suara sah | 8.876 | 99,4% |
| Suara tidak sah atau kosong | ? | 0,6% |
| Sumber: countrysintmaarten.org | ||
Pada tanggal 10 September 2004, Bonaire memilih untuk hubungan yang lebih dekat dengan Belanda. Pilihan ini mendapatkan 59,0% suara, sedangkan status aparte mendapatkan 24,1%. Tetap menjadi bagian dari Antilles Belanda mendapatkan 15,9% suara; independen hanya mendapatkan kurang dari satu persen suara.[4]
| Referendum tentang status Bonaire, 10 September 2004 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 853 | 15,94% |
| Pilihan B: Hubungan konstitusi langsung dengan Belanda | 3.182 | 59,45% |
| Pilihan C: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 1.290 | 24,10% |
| Pilihan D: Independen | 27 | 0.50% |
| Suara sah | 5352 | 98,06% |
| Suara tidak sah atau kosong | 106 | 1,94% |
| Total | 5.458 | 100,00% |
| Jumlah pemilih | 57,24% | |
| Sumber: | ||
Pada tanggal 5 November 2004, 86,05% penduduk di Saba juga memilih hubungan yang lebih dekat dengan Belanda sedangkan pilihan tetap menjadi bagian dari Antilles Belanda mendapatkan 13,18% suara. Pilihan independen hanya mendapatkan kurang dari satu persen suara.[5]
| Referendum tentang status Saba, 5 November 2004 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Hubungan konstitusi langsung dengan Belanda | 555 | 86,05% |
| Pilihan B: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 85 | 13,18% |
| Pilihan C: Independen | 5 | 0,78% |
| Suara sah | 645 | 96,85% |
| Suara tidak sah atau kosong | 21 | 3,15% |
| Total | 666 | 100,00% |
| Jumlah pemilih | 77,80% | |
| Sumber: sabatourism.com | ||
Setelah memilih pada tahun 1993 untuk merestrukturisasi Antilles Belanda, 68% penduduk Curaçao memilih untuk status aparte dalam referendum yang diadakan pada tanggal 8 April 2005. Hubungan yang lebih dekat dengan Belanda memperoleh 23% sedangkan independen hanya memperoleh 5% suara.[6]
| Referendum tentang status Curaçao, 1993 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Merestrukturisasi Antillen Belanda | 48,587 | 73.56% |
| Pilihan B: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 11.841 | 17,93% |
| Pilihan C: Menjadi bagian langsung dari Belanda | 5.299 | 8,02% |
| Pilihan D: Independen | 325 | 0,49% |
| Suara sah | 66.052 | ? |
| Suara tidak sah atau kosong | ? | ? |
| Total | ? | 100.00% |
| Jumlah pemilih | ? | |
| Sumber: | ||
| Referendum tentang status Curaçao, 8 April 2005 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 42.425 | 67,83% |
| Pilihan B: Independen | 3.014 | 4,82% |
| Pilihan C: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 2.342 | 3,74% |
| Pilihan D: Menjadi bagian langsung dari Belanda | 14.769 | 23,61% |
| Suara sah | 62.550 | 99,25% |
| Suara tidak sah atau kosong | 474 | 0,75% |
| Total | 63.024 | 100,00% |
| Jumlah pemilih | 55,04% | |
| Sumber: | ||
Pada tanggal 15 Mei 2009, referendum yang lain diadakan di Curaçao tentang apakah untuk menyetujui persetujuan bahwa Curaçao akan menjadi negara otonom sebagai bagian dari Kerajaan Belanda atau tidak. 52% pemilih menyetujui persetujuan tersebut.[7][8][9][10]
| Referendum tentang status Curaçao , 2009 | ||
|---|---|---|
| Pertanyaan: "Saya menyetujui hasil Perjanjian Meja Bundar untuk menjadikan Curaçao wilayah otonom dalam Kerajaan Belanda" | ||
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Menyetujui | 41.398 | 51,90% |
| Tidak menyetujui | 38.363 | 48,10% |
| Total | 79.761 | 100,00% |
| Jumlah pemilih | 67% | |
| Sumber: Het Parool | ||
Juga pada tanggal 8 April 2005, 76% pemilih di Sint Eustatius memilih untuk tetap menjadi bagian dari Antilles Belanda. 20% memilih untuk hubungan yang lebih dekat dengan Belanda dan kurang dari satu persen memilih independen.
| Referendum tentang status Sint Eustatius, 8 April 2005 | ||
|---|---|---|
| Pilihan | Total suara | Persentase |
| Pilihan A: Tetap menjadi bagian dari Antillen Belanda | 605 | 76,6% |
| Pilihan B: Hubungan konstitusional langsung dengan Belanda | 163 | 20,6% |
| Pilihan C: Menjadi negara yang memerintah sendiri sebagai bagian dari Kerajaan Belanda | 17 | 2,2% |
| Pilihan D: Independen | 5 | 0,6% |
| Suara sah | 790 | ? |
| Suara tidak sah atau kosong | ? | ? |
| Total | ? | 100,00% |
| Jumlah pemilih | 56,0% | |
| Sumber: | ||