Pembuangan ke Babilonia atau pengasingan ke Babilonia, yang di dalam Alkitab disebut Pembuangan ke Babel, merupakan sebuah istilah untuk peristiwa pengasingan dan pembuangan orang-orang Israel dari Kerajaan Yehuda kuno ke Babilonia oleh Nebukadnezar II pada tahun 586 SM. Peristiwa pembuangan ke Babilonia, dan selanjutnya kepulangan orang-orang buangan ke Israel dan pembangunan kembali Bait Salomo merupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah bangsa Israel dan agama Yahudi dan memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan budaya & kebiasaan bangsa Israel modern.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pembuangan ke Babilonia atau pengasingan ke Babilonia, yang di dalam Alkitab disebut Pembuangan ke Babel, merupakan sebuah istilah untuk peristiwa pengasingan dan pembuangan orang-orang Israel dari Kerajaan Yehuda kuno ke Babilonia oleh Nebukadnezar II pada tahun 586 SM. Peristiwa pembuangan ke Babilonia, dan selanjutnya kepulangan orang-orang buangan ke Israel dan pembangunan kembali Bait Salomo merupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah bangsa Israel dan agama Yahudi dan memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan budaya & kebiasaan bangsa Israel modern.
Kerajaan Yehuda (juga dikenal dengan "Kerajaan Selatan") yang berdiri sekitar tahun 930 SM setelah pecahnya Kerajaan Israel Bersatu.[1] Raja Daud diangkat sebagai raja Israel saat 1007 SM, dan garis Daud diteruskan melalui Kerajaan Yehuda selama 420 tahun hingga kerajaan runtuh pada tahun 586 SM.
Tabel berdasarkan pustaka: Rainer Albertz, "Israel in exile: the history and literature of the sixth century BCE", p.xxi. Tarikh-tarikh ini mempunyai sejumlah alternatif.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 609 SM | Kematian raja Yosia |
| 609–598 SM | Pemerintahan raja Yoyakim (menggantikan Yoahas, yang menggantikan Yosia, tetapi hanya memerintah selama 3 bulan) |
| 605 SM | Penyerangan atas Yerusalem pada tahun ke-4 pemerintahan raja Yoyakim (tahun pertama raja Babel, Nebukadnezar II) Pembuangan awal: sejumlah tenaga ahli dan bangsawan termasuk Daniel dan teman-temannya. |
| 598/7 SM | Pemerintahan raja Yoyakhin (memerintah selama 3 bulan 10 hari). Pengepungan Yerusalem (597 SM). Pembuangan besar pertama, 16 Maret 597 SM, raja Yoyakhin dan keluarganya, serta orang-orang, termasuk Yehezkiel |
| 597 SM | Zedekia diangkat menjadi raja Yehuda oleh raja Nebukadnezar II |
| 594 SM | Persekongkolan Anti-Babel |
| 588 SM | Pengepungan Yerusalem (587 SM) Pembuangan besar kedua: Juli/Agustus 587 SM |
| 583 SM | Gedalya, gubernur "Yehud Medinata" (provinsi Yehuda) yang diangkat oleh raja Babel, dibunuh. Sisa penduduk Yehuda lari ke Mesir dan kemungkinan ada yang mengalami pembuangan ketiga ke Babel |
| 562 SM | Raja Yoyakhin dilepaskan dari penjara Babel setelah 37 tahun dipenjarakan.[2] Ia menetap di Babel. |
| 538 SM | Persia menguasai Babel (Oktober) |
| 538 SM | Koresh Agung mengeluarkan surat perintah yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke Yerusalem |
| 520–515 SM | Kepulangan banyak orang Yahudi ke wilayah Yehuda dipimpin oleh Zerubabel dan Imam Besar Yesua. Landasan Bait Suci Kedua diletakkan |
