Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Halaman ini mungkin cocoknya masuk Pedoman Ejaan, tapi situ isinya uda rame, jadi sementara dibuat halaman sendiri dulu. --a_tumiwa(bicara) 04:19, 19 Desember 2006 (UTC)
Menurut saya contohnya kurang lengkap karena hanya menyertakan contoh untuk pemakaian kata hubung dan, tidak disinggung tentang pemakaian tanda koma untuk kata hubung lainnya, seperti "serta", "atau", dll.
✒ bennylin 02:54, 26 Januari 2010 (UTC)
Tidak dijelaskan di EYD setelah tanda titik koma diikuti dengan huruf kapital atau huruf kecil. ‑Bennylin 「runding」 22.59, 8 Februari 2013 (WIB)
Karena sekarang kita sudah menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), bukan lagi EYD. Kemungkinan tidak berubah dalam pedoman penulisan tanda bacanya. Kemungkinan juga akan diberikan contoh penulisan yang
benar dan
salah, seperti di WP:BAHASA. Alqhaderi Alif (bicara) 18 Desember 2018 04.16 (UTC)
Untuk kata berulang yang imbuhannya di depan dan di belakang, tentu pakai kata sambung. Contoh: mengorek-ngorek, kemerah-merahan, dan sebagainya. Tetapi bagaimana dengan kata berulang yang imbuhannya di tengah? Contoh: tolak-menolak, tarik-menarik, dan sebagainya. Wisnuops (bicara) 22 Januari 2020 07.36 (UTC)