Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPembicaraan Pengguna:Ridwan dede janu
Artikel Wikipedia

Pembicaraan Pengguna:Ridwan dede janu

Wikipedia article
Diperbarui 6 November 2018

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Halo, Ridwan dede janu. Selamat datang di Wikipedia bahasa Indonesia!
Memulai
Memulai
Memulai
  • Para pengguna baru dapat melihat halaman Pengantar Wikipedia terlebih dahulu.
  • Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipediawan lainnya di Halaman perkenalan.
  • Bingung mulai menjelajah dari mana? Kunjungi Halaman sembarang.
  • Untuk mencoba-coba menyunting, silakan gunakan bak pasir.
  • Tuliskan juga sedikit profil Anda di Pengguna:Ridwan dede janu, halaman profil dan ruang pribadi Anda, agar kami dapat lebih mengenal Anda.
  • Baca juga aturan yang disederhanakan sebelum melanjutkan. Ini adalah hal-hal mendasar yang perlu diketahui oleh semua penyunting Wikipedia.
Bantuan
Bantuan
Bantuan
  • Bantuan:Isi - tempat mencari informasi tentang berkontribusi di Wikipedia, sebelum bertanya kepada pengguna lain.
  • FAQ - pertanyaan yang sering diajukan tentang Wikipedia.
  • Portal:Komunitas - informasi aktivitas di Wikipedia.
Tips
Tips
Kiat
  • Selalu tanda tangani pertanyaan Anda di Warung Kopi atau halaman pembicaraan dengan mengetikkan ~~~~ pada akhir kalimat Anda. Ini akan otomatis diubah menjadi nama pengguna dan tanggal.
  • Jangan lupa: Prinsip dan pedoman dasar Wikipedia.
  • Ingin membuat atau menyunting halaman? Kenali dulu gaya Wikipedia! Lalu lihat memulai halaman baru dan menyunting sebuah halaman.
Membuat kesalahan?
Membuat kesalahan?
Membuat kesalahan?
  • Jangan takut! Anda tidak perlu takut salah ketika menyunting atau membuat halaman baru, menambahkan atau menghapus kalimat.

    Pengurus dan para pengguna lainnya yang memantau perubahan terbaru akan segera menemukan kesalahan Anda dan mengembalikannya seperti semula.

Welcome! If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the Indonesian Wikipedia embassy or a slight info to find users speaking your language. Enjoy!
Selamat menjelajah, kami menunggu suntingan Anda di Wikipedia bahasa Indonesia!

IvanLanin (bicara) 13 Maret 2013 20.15 (UTC)

kritik terhadap konsep 'maha' pada agama setelah dihubungkan dengan ruang dan konsep 'tak terbatas', kritik terhadap agama. critique of the concept of 'almighty' and 'not limited' on religion after being linked with the space, criticism of religion

IT’S IN INDONESIAN, Ada tambahan ke-3, to versi inggris on http://happenfuturekritikmaha.blogspot.com/2013/02/critique-of-concept-of-infinite-on.html B.5 kritik terhadap konsep tuhan ‘tidak terbatas’ yang dihubungkan dengan konsep bahwa ‘ruang’ tak bisa dihubungkan dengan yang ‘tidak terbatas’. (28-02-2013, kamis) B.6 kritik terhadap perkataan tuhan tak bisa dikenai 'ruang', dan kata tuhan terbatas tapi tetap maha. (05-03-2013, selasa)

D. HASIL yang menurut penulis sudah pasti menyanggah dengan benar. (05-03-2013, selasa)

aku dahului beberapa link dulu.

(dalam perbaikan) Kritik awalku terhadap agama baca di http://maindocument.blogspot.com/2012/12/bukti-keberadaan-tuhan-dan-kritik.html (dalam perbaikan) Kritikku terhadap klaim agama islam tentang alam semesta baca di http://happenfuture.blogspot.com/2012/12/kritik-terhadap-alquran-critic-on.html Kritikku terhadap ayat perintah yang sederhana pada alquran baca di http://happenfuture.blogspot.com/2012/12/kritik-terhadap-ayat-perintah-di.html

Ini adalah kritikku setelah menghubungkan beberapa konsep ‘maha’ dan ‘tak terbatas’ yang ada pada agama dan filsafat dengan ruang dan proses belajar dan lain-lain.

A. PENDAHULUAN Ini adalah hasil refleksiku, ketahuilah benar atau salah. Menurutku ini bisa untuk mencegah kejahatan dengan motif agama seperti terorisme, dan pemaksaan karena agama. Itu karena konsep-konsepnya bisa aku bantah, dan ini menunjukkan bahwa belum ada agama yang semua ayatnya terbukti benar semua (setahuku).Tapi aku tidak dapat membantah ada suatu yang hebat yang menciptakan alam yang sangat luas ini. ini cukup untuk mempertanyakan apakah salah satu agama benar mengenali tuhan yang sesungguhnya. di kitab hanyalah kumpulan cerita, dan untuk buktinya tidak bisa hanya lewat kitab itu sendiri. saya kecewa, jika anda tak bisa menyanggah tulisan ini dengan benar tetapi terus menyebarkan agama.

B. ISI (anda boleh membaca B.4, B.5, dan B.6 dahulu karena menurutku itu yang penting sebagai permulaan)

B.1 Kritik terhadap konsep maha kuasa pada agama-agama Menurutku tidak bisa, yakni tidak bisa ada ‘sesuatu’ (termasuk tuhan atau kenyataan tertinggi) terlebih dahulu sebelum ada ruang atau tempat baginya (ruang ghaib atau ruang materi). Mari kita andaikan, jika terjadi tuhan ada dulu sebelum ada ruang untuknya, lantas dimanakah tuhan sebelum ada ruang baginya? Tidak dimana-mana? Jika tidak dimana-mana berarti dia belum ada. Apakah menurut anda bisa sesuatu (termasuk tuhan) muncul terlebih dahulu sebelum ada ruang untuknya? Jadi menurutku harus ada ruang atau tempat dulu (ghaib atau materi), setelah itu muncul ‘sesuatu’. Lalu tempat atau ruang yang ada dahulu sebelum ‘sesuatu’ itu siapakah yang menciptakan? Sedangkan pencipta itu pasti didahului juga oleh adanya tempat atau ruang bagi pencipta itu, dan seterusnya seperti diatas, sehingga aku meragukan konsep maha kuasa. Dan baca penjelasannya di B.7.

B.2 Kritik terhadap konsep maha mengetahui pada agama-agama Apakah ada yang maha mengetahui? Padahal alam yang meluas ke segala arah, walaupun jika ada ‘batas’ di ruangan yang terluar dari alam semesta itu, apakah di luar batas itu ada ruangan lagi? Menurutku ada, atau paling tidak ‘batas’ itu yang menebal, sehingga sampai mana batas itu terus menebal dan apa isinya? Kita tak bisa mengatakan tuhan (yang menciptakan manusia dan alam semesta) tiada bandingnya dalam hal pengetahuan karena kita belum memeriksa semua tempat, atau apakah yang kita anggap tuhan sudah memeriksa semua tempat? Atau apakah dunia nyata hanyalah yang ia ciptakan? Maksudku, apakah di luar ciptaannya dan tempat tuhan berada tak ada ruangan lagi? (tolong hubungkan dengan teori penebalanku tadi). Atas refleksiku tadi aku meragukan konsep maha mengetahui, karena proses mengetahui segalanya tentang dunia yang ada pastilah tak akan berakhir, karena tidak bisa dipastikan apakah penebalan baik di dalam batas maupun di luar batas tadi ada ujungnya, dan diluar penebalan tadi adakah ruang lagi? Dan baca penjelasannya di B.7.

B.3 Kritik terhadap konsep maha besar pada agama-agama Tuhan (jika ada) berada di suatu tempat, entah tempat ghaib atau materi, lalu tidak mungkinlah sesuatu yang ada (termasuk tuhan) lebih besar dari ‘tempat’ ia berada, atau tidak mungkin ‘tempat’ ia berada lebih kecil daripada ‘sesuatu’ (termasuk tuhan) yang ada di situ, sehingga dapat dikatakan ruang tempat tuhan berada pastilah lebih besar dari tuhan itu sendiri, sedangkan diluar batas tempat tuhan itu berada (jika ada batasnya) pastilah ada ruangan lagi, atau paling tidak ‘batas’ itu meluas keluar ke segala arah, dan seterusnya seperti itu. Sehingga aku meragukan konsep maha besar.

  • Jika ada yang mengatakan : ‘tuhan tidak sama dengan makhluknya’, aku katakan, jadi menurutmu ‘sesuatu yang ada’ bisa lebih besar dari tempat ia berada? Jawabanku adalah hal itu tidak mungkin, karena jika ada penonjolan aneh pada suatu ruang karena isi ruang itu terus mencoba lebih besar dari tempatnya semula, kemudian penonjolan itu sobek dan isinya keluar, maka hasil sobekan itu sedang berada di ruangan lain.

Dan baca penjelasannya di B.7.

  • Catatan :jika setelah batas itu kosong, maka kosong itulah ruangannya, tapi sampai mana kosong itu?, (ini jika kosong) jika ada batas lagi setelah kosong, apakah diluar batas kekosongan itu ada ruang lagi? Dan jika kosong lagi, sampai manakah kosong itu? Dan Jika ada batasnya lagi, apakah di luar batas ada ruangan lagi? Dan seperti itu seterusnya (menurutku) sehingga aku ragu adakah sifat maha mengetahui, maha kuasa, dan maha besar, karena apakah tuhan sudah memeriksa semua tempat dan menemukan ia tak ada tandingannya dan menemukan tiada ciptaan lain selain ciptaannya?

B.4 kritik terhadap konsep tuhan tidak bergantung pada siapapun pada agama-agama Saya dahului pertanyaan, menurut anda, tuhan mendapatkan semua kemampuannya adalah dengan proses belajar atau langsung ia dapatkan sejak permulaan tuhan ada? Kedua pilihan tadi semua mengandung risiko, yaitu : 1. Jika dengan proses belajar, berarti tuhan bergantung pada proses belajar itu, dan siapakah yang membuat tuhan bisa belajar? Jika anda menjawab, tuhan mampu membuat dirinya sendiri mampu untuk belajar, darimana kemampuan itu? Jika dengan proses belajar lagi, saya minta pelajarilah paragraf dua yang didahului nomor satu ini, dst. dan jika langsung tuhan dapatkan, bacalah tulisan setelah nomor dua. Dan siapa itu pasti bukan tuhan itu sendiri karena tuhan belum mendapatkan kemampuannya karena masih dalam proses belajar (ketika itu).

      Saya andaikan modal awal tuhan adalah hanya kemampuan belajarnya, lalu menurut saya, belajar membutuhkan dua aspek, yaitu kemampuan mengolah informasi dan benda yang dipelajari, lalu darimanakah benda yang dipelajari ini sedangkan tuhan masih mempelajarinya? Dan jika menurut anda (dan anda berkeras percaya) tuhan langsung mempunyai kemampuan belajarnya, dan kemampuan menciptakan benda-benda yang akan dipelajarinya, dan kemampuan lainnya, saya minta bacalah tulisan yang didahului nomor 2 di bawah ini.

2. Jika tuhan mendapatkan kemampuannya langsung sejak pertama tuhan ada dan tanpa proses belajar, berarti ini semacam keberuntungan bagi tuhan. Lalu siapakah yang membuat tuhan sangat beruntung, pasti bukan dirinya sendiri karena tuhan hanya beruntung (just lucky).Lalu apakah sebenarnya ada sesuatu yang menciptakan tuhan kemudian dia bersembunyi?

karena itu (B.4) aku meragukan konsep maha kuasa. dan tuhan bergantung pada kemampuannya, apa yang dapat dilakukan tuhan tanpa kemampuannya?

B.5 kritik terhadap konsep tuhan ‘tidak terbatas’ yang dihubungkan dengan konsep bahwa ‘ruang’ tak bisa dihubungkan dengan yang ‘tidak terbatas’. Terimakasih kepada Ujang Bandung karena muncul inspirasi padaku ( 1. ada yang mengatakan tuhan tak terbatas dan konsep ruang tak bisa dikenakan pada yang tak terbatas. pendapatku : memang ada yang mengatakan tuhan tak terbatas, tapi benarkah itu? ‘maha’ apakah kenyataan atau hanya konsep? Jika tuhan tak terbatas, berarti seharusnya ia ada di mana saja termasuk di ruang yang sama dengan manusia sekaligus berada di tempat tuhan sekarang, padahal anda mengatakan konsep ‘ruang’ tak bisa dikenakan pada yang ‘tak terbatas’. Lalu, jika tuhan tak ada di ruang yang sama dengan manusia, berarti tuhan terbatas, dan batasnya ada di antara ruang untuk manusia dan tuhan itu sendiri. 2. jika yang digunakan adalah konsep bahwa tuhan ‘tak terbatas’ dan konsep ‘ruang’ bisa dikenakan pada yang ‘tak terbatas’ itu. Pendapatku : berarti seharusnya tuhan ada dimana saja termasuk di ruang yang sama dengan manusia dan juga ada di (maaf ya) kotoran manusia, kotoran hewan, limbah beracun, dan semua yang menjijikkan, jika tidak ada pada benda-benda itu, berarti tuhan terbatas, dan batasnya ada di antara kotoran itu dengan keberadaan tuhan, padahal dikatakan tuhan maha suci. Pendapatku : berarti tuhan adalah segalanya, tidak mungkin tidak, karena jika ada celah tanpa tuhan maka ada batas, termasuk tuhan adalah kotoran manusia (maaf lagi) 3. jika yang dimaksud ‘tak terbatas’ adalah hanya pada kemampuan tuhan, bukan pada dzat-Nya. Pendapatku : jika kemampuan tuhan tak terbatas, berarti seharusnya tuhan dapat menciptakan apa saja, tapi kenapa ia tak menciptakan semua sempurna dan hanya ada kebaikan, keadaan dunia yang sekarang ini tak bisa dikatakan adalah keadaan yang paling sempurna karena masih ada kejahatan, padahal kemampuan tuhan tak terbatas (jika benar). Lalu apakah ia berbuat aniaya?

B.6 kritik terhadap perkataan tuhan tak bisa dikenai 'ruang', dan kata tuhan terbatas tapi tetap maha

      1. ini jika batas ada di terluar tuhan bukan didalam

tuhan terbatas tapi tetap maha? jika tuhan terbatas, batas harus lebih besar dari tuhan (maka aku meragukan konsep maha besar), dan dalam batas itu adalah ruang untuk tuhan, lalu berarti tuhan bisa dikenakan ruang, kemudian ini berarti B.1, B.2, B.3 di atas dapat digunakan.

      2. ini jika batas ada di bagian dalam tuhan yaitu membatasi tuhan dengan hal yang menjijikkan

apakah pada kitab dan agama ada yang mengajarkan ini, setahuku tidak, jadi jika kamu percaya tuhan terbatas pada bagian dalamnya yang membatasi tuhan dengan hal menjijikkan (yang dapat digunakan untuk meragukan konsep maha suci) maka kamu melakukan bid'ah agama (yang dilarang) bukan bid'ah duniawi, padahal ada agama yang mengklaim ajarannya telah sempurna.

jika ada perkataan, tuhan tak terbatas, maka aku meragukan konsep maha suci (baca B.5). jika ada perkataan tuhan terbatas baca B.6

B.7 sebenarnya ini seperti tambahan Tuhan bergantung pada ruang, aku ingin katakan, menurutku semua hal di alam semesta, yakni hal ghaib (jika ada) dan hal nyata, semua membutuhkan ruang (yang entah ghaib atau materi), dan menurutku pencipta alam semesta juga, yakni tuhan bergantung pada ruang, karena tuhan (ghaib atau materi) untuk membentuk dirinya pastilah butuh suatu ruang yang ada terlebih dahulu untuk dapat diisi oleh dzat penyusun diri tuhan itu. Dan ruang, bagi ruang untuk membentuk dirinya pastilah butuh ruang juga. Lantas, siapakah yang menciptakan ruang yang terdahulu itu? Padahal pencipta itu pastilah butuh ruang juga bagi dirinya, dst. Maka perlu dipikirkan lagi, benarkah ada yang maha kuasa dan maha esa? - Jika ada yang mengatakan tuhan muncul (disini aku tidak setuju dengan anggapan ‘tuhan tidak berawal’ karena tidak mungkin, menurutku) bersama-sama dengan ruangnya; maka aku katakan, dimanakah ‘sesuatu’ yang potensial menjadi tuhan berada? Pastilah butuh ruang terlebih dahulu juga untuk dapat diisi ‘sesuatu’ itu. - Jika ada yang mengatakan ‘tuhan tidak berawal’, dan menolak pendapatku bahwa ‘semua berawal’, aku ingin tanyakan apa alasannya? Menurutku, harus ada ‘awal’ sebagai pembeda antara yang ‘ada’ dan yang ‘tiada’. Mohon kritik dan saran untuk membangun.

C. MELAWAN SANGGAHAN 1. jika ada yang mengatakan : tuhan mengalahkan semua pesaingnya (tuhan-tuhan lain) pada waktu dulu, dan sekarang hanya tinggal satu yang menang, saya katakan : apakah dalam agama dan kitabmu mengajarkan hal itu? Tidak setahuku, jadi jika yang tadi itu kamu anggap benar maka kamu telah melakukan bid’ah, dan itu adalah bid’ah agama (yang dilarang) bukan bid’ah duniawi. Sedangkan saya? Saya ada dalam pihak kefilsafatan. apakah kamu masih menganggap ajaran agamamu sempurna? 2. Jika ada yang mengatakan : ini tidak terbukti. Aku katakan, apa buktinya Allah (dalam islam) atau yesus (dalam kristen) adalah yang menciptakan seluruh alam semesta dan bukan hanya salah satu fenomena? Belum terbukti juga. 3. Jika ada yang mengatakan : ini tidak masuk akal, apakah benar tidak ada yang terhebat, lalu sampai mana rantai kekuasaan itu? Aku katakan aku belum menemukan jawabannya, tapi pendapatku tentang konsep ‘maha’ tadi menurutku tak bisa dibantah. lihatlah alam yang luasnya seolah tanpa batas ini. Mintalah pada tuhan untuk bertanggung jawab, karena dalam ajaran agama, tak ada yang tanpa izin-Nya kan.

D. HASIL yang menurut penulis sudah pasti menyanggah dengan benar 1. maha mengetahui dapat diragukan (B.2). 2. maha kuasa dapat diragukan (B.4). 3. konsep tuhan tidak bergantung dapat diragukan (B.4). 4. konsep tuhan tidak terbatas (dan apakah ia maha suci?) dapat diragukan (B.5). 5. konsep tuhan terbatas tapi tetap maha dapat sebagian diragukan (B.6), sedangkan yang lainnya dianggap bid'ah.

E. LAIN-LAIN 1. tapi, ini tidak membuktikan bahwa tidak ada tuhan, jadi tetap jaga perilaku, tapi kita sudah dewasa dan mandiri kan? 2. dan, melalui tulisan ini, aku katakan perhitungan kita tentang tuhan maha kuasa, tuhan maha esa, dan kenyataan tertinggi, bahwa masih ada yang kurang. 3. menurutku, ini seperti ayat di alquran bahkan lebih logis (menurutku), jika ada yang menantang membuat semacam ayat di alquran.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. kritik terhadap konsep 'maha' pada agama setelah dihubungkan dengan ruang dan konsep 'tak terbatas', kritik terhadap agama. critique of the concept of 'almighty' and 'not limited' on religion after being linked with the space, criticism of religion
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026