Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Halo, Iznuh. Selamat datang di Wikipedia bahasa Indonesia! | |||
|---|---|---|---|
|
Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.
Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.
Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?
Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?
Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.
Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):
Oli -> 200o C Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C Freon -> 1100o C
Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C
Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.
SYARAT TERJADINYA FLAME
1. Adanya SEGITIGA API :
Oxygen yang cukup
Bahan Refrigeran HC yang cukup
Unsur Api, sebagai pemicu
2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.
3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.
4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.
APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI
1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan
2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi
3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit
4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi
5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA
Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m Terpasang mesin AC kap. 2 PK Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi) Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api
PERTANYAAN
Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
R 6m X 5m X 3m = 90 m3 Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.
PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT
APAKAH BISA TERJADI ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)
KESIMPULAN
Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat
Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.
www.greenstar-artek.com
Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.
Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.
Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?
Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?
Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.
Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):
Oli -> 200o C Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C Freon -> 1100o C
Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C
Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.
SYARAT TERJADINYA FLAME
1. Adanya SEGITIGA API :
Oxygen yang cukup
Bahan Refrigeran HC yang cukup
Unsur Api, sebagai pemicu
2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.
3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.
4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.
APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI
1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan
2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi
3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit
4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi
5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA
Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m Terpasang mesin AC kap. 2 PK Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi) Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api
PERTANYAAN
Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
R 6m X 5m X 3m = 90 m3 Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.
PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT
APAKAH BISA TERJADI ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)
KESIMPULAN
Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat
Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.
editor : www.greenstar-artek.com
Bisakah anda memberikan suara anda disini? Aldo samulo (bicara) 8 Juni 2012 09.44 (UTC)
Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.
Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.
Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?
Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?
Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.
Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):
Oli -> 200o C Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C Freon -> 1100o C
Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C
Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.
SYARAT TERJADINYA FLAME
1. Adanya SEGITIGA API :
Oxygen yang cukup
Bahan Refrigeran HC yang cukup
Unsur Api, sebagai pemicu
2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.
3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.
4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.
APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI
1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan
2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi
3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit
4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi
5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA
Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m Terpasang mesin AC kap. 2 PK Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi) Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api
PERTANYAAN
Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
R 6m X 5m X 3m = 90 m3 Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.
PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT
APAKAH BISA TERJADI ?
JAWABAN
Tidak
Penjelasan :
Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)
KESIMPULAN
Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat
Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.
editor : Greenstar Artek Indonesia