Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPembicaraan Pengguna:Iznuh
Artikel Wikipedia

Pembicaraan Pengguna:Iznuh

Wikipedia article
Diperbarui 8 Juni 2012

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Halo, Iznuh. Selamat datang di Wikipedia bahasa Indonesia!
Memulai
Memulai
Memulai
  • Para pengguna baru dapat melihat halaman Pengantar Wikipedia terlebih dahulu.
  • Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipediawan lainnya di Halaman perkenalan.
  • Bingung mulai menjelajah dari mana? Kunjungi Halaman sembarang.
  • Untuk mencoba-coba menyunting, silakan gunakan bak pasir.
  • Baca juga aturan yang disederhanakan sebelum melanjutkan. Ini adalah hal-hal mendasar yang perlu diketahui oleh semua penyunting Wikipedia.
Bantuan
Bantuan
Bantuan
  • Bantuan:Isi - tempat mencari informasi tentang berkontribusi di Wikipedia, sebelum bertanya kepada pengguna lain.
  • FAQ - pertanyaan yang sering diajukan tentang Wikipedia.
  • Portal:Komunitas - informasi aktivitas di Wikipedia.
Tips
Tips
Kiat
  • Selalu tanda tangani pertanyaan Anda di Warung Kopi atau halaman pembicaraan dengan mengetikkan ~~~~ pada akhir kalimat Anda. Ini akan otomatis diubah menjadi nama pengguna dan tanggal.
  • Jangan lupa: Prinsip dan pedoman dasar Wikipedia.
  • Ingin membuat atau menyunting halaman? Kenali dulu gaya Wikipedia! Lalu lihat memulai halaman baru dan menyunting sebuah halaman.
Membuat kesalahan?
Membuat kesalahan?
Membuat kesalahan?
  • Jangan takut! Anda tidak perlu takut salah ketika menyunting atau membuat halaman baru, menambahkan atau menghapus kalimat.

    Pengurus dan para pengguna lainnya yang memantau perubahan terbaru akan segera menemukan kesalahan Anda dan mengembalikannya seperti semula.

Welcome! If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the Indonesian Wikipedia embassy or a slight info to find users speaking your language. Enjoy!
Selamat menjelajah, kami menunggu suntingan Anda di Wikipedia bahasa Indonesia!

Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon

Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.

Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.

Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?

Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?

Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.

Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):

  Oli -> 200o C
  Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C
  Freon -> 1100o C

Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C

Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.

SYARAT TERJADINYA FLAME

1. Adanya SEGITIGA API :

      Oxygen yang cukup
      Bahan Refrigeran HC yang cukup
      Unsur Api, sebagai pemicu

2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.

3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.

4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.

APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI

1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan

2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi

3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit

4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi

5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA

  Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m
  Terpasang mesin AC kap. 2 PK
  Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai
  Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi)
  Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api

PERTANYAAN

  Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  R 6m X 5m X 3m = 90 m3
  Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr
  Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr
  Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.

PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT

  APAKAH BISA TERJADI ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)

KESIMPULAN

Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat

Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.

www.greenstar-artek.com

Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon

Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.

Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.

Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?

Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?

Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.

Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):

  Oli -> 200o C
  Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C
  Freon -> 1100o C

Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C

Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.

SYARAT TERJADINYA FLAME

1. Adanya SEGITIGA API :

      Oxygen yang cukup
      Bahan Refrigeran HC yang cukup
      Unsur Api, sebagai pemicu

2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.

3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.

4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.

APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI

1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan

2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi

3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit

4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi

5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA

  Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m
  Terpasang mesin AC kap. 2 PK
  Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai
  Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi)
  Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api

PERTANYAAN

  Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  R 6m X 5m X 3m = 90 m3
  Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr
  Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr
  Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.

PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT

  APAKAH BISA TERJADI ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)

KESIMPULAN

Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat

Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.

editor : www.greenstar-artek.com

Vote

Bisakah anda memberikan suara anda disini? Aldo samulo (bicara) 8 Juni 2012 09.44 (UTC)

Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon

Sifat Flammable pada Refrigerant Hydrocarbon sering disalah artikan masyarakat bahwa bisa langsung terbakar dalam segala kondisi jika keluar dari Sistim Refrigerasi.

Flammable merupakan sifat yang melekat pada semua substansi yang berbasis hidrokarbon seperti Bensin, Premium, Solar, Minyak Tanah, Thinner, Oli, Elpiji.

Dan kita sudah familiar dan menggunakan Substansi HC selama bertahun-tahun tanpa takut terjadi flame. Kita naik mobil, dibawah kita ada substansi HC (bensin) sebanyak 50 liter, disebelah tanki bensin ada busi yg jelas2 mengeluarkan api, apakah kita takut naik mobil/motor, kemudian kemana-mana jalan kaki atau naik sepeda, tidak kan ?

Di dapur pada saat memasak, disebelah kompor yang menyala ada gas elpiji atau menggunakan minyak tanah , apakah kita takut dan beralih memasak menggunakan kayu bakar, tidak kan ?

Bensin apabila ada kebocoran dari pipa atau tanki akan keluar berbentuk cair, karena dalam tekanan rendah bensin bentuknya cair, sehingga sangat berbahaya jika ada api, sedangkan hidrokarbon refrigeran dalam tekanan rendah akan berbentuk gas, dan jika terjadi kebocoran akan langsung terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2. Refrigeran Hidrokarbon adalah merupakan substansi hidrokarbon yang paling aman dibanding dengan substansi hidrokarbon lainnya.

Flash Point Self Ignition (titik temperatur menyala sendiri):

  Oli -> 200o C
  Refrigeran Hidrokarbon -> 460o C
  Freon -> 1100o C

Itulah sebabnya Freon sangat sulit terbakar, tetapi jangan lupa didalam sistem pendingin terdapat oli yang sebagian bercampur dengan bahan pendinginnya, dimana self ignition dari oli adalah 200o C

Ada Persyaratan ketat untuk dapat terjadinya flame pada HC.

SYARAT TERJADINYA FLAME

1. Adanya SEGITIGA API :

      Oxygen yang cukup
      Bahan Refrigeran HC yang cukup
      Unsur Api, sebagai pemicu

2. Ketiga unsur Segitiga Api muncul pada saat bersamaan.

3. Jumlah Refrigeran HC yang keluar memenuhi syarat jumlah Ambang Batas Minimum (Lower Limit) 2% atau 40gr per 1m3 ruangan; dan Ambang Batas Maksimum (Upper Limit) 10% atau 200gr per 1m3 ruangan.

4. Ruangan kedap udara (tidak ada infiltrasi udara keluar atau masuk dan tidak ada aliran udara atau angin, hembusan Blower/Fan atau Exhaust Fan.

APAKAH SYARAT TERJADINYA FLAME DAPAT TERPENUHI

1. Unsur Segitiga Api sulit/jarang muncul bersamaan

2. Keluarnya Refrigeran HC dari sistimRefrigerasi sedikit demi sedikit konsentrasi tidak terjadi karena hembusan Fan/Blower sehingga Lower Limit tidak terpenuhi

3. Apabila terjadi kebocoran hebat/sekaligus dan pada saat bersamaan muncul api tidak mungkin terjadi flame, karena jumlah Refrigeran HC yang dimasukkan ke Sistim AC jauh di bawah Lower Limit

4. Ruangan tidak mungkin kedap udara, pasti ada pintu, jendela atau ventilasi

5. Pada Unit Indoor/Evaporator di ruangan terdapat Blower/Fan yang menghembuskan udara/angin sehingga tidak terjadi konsentrasi Refrigeran HC CONTOH DALAM KENYATAAN FAKTA

  Ukuran Ruangan Kamar : Panjang 6m, Lebar 5m, Tinggi 3m
  Terpasang mesin AC kap. 2 PK
  Letak Indoor/Evaporator AC : 2,75 m dari lantai
  Terjadi kebocoran pada Indoor sekaligus (suatu hal yang kecil kemungkinan terjadi)
  Di ruangan ada orang sedang merokok/menyalakan korek api

PERTANYAAN

  Apakah bisa terjadi flame/kebakaran ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  R 6m X 5m X 3m = 90 m3
  Ambang Batas Minimum : 90 m3 X 40 gr = 3.600 gr
  Jumlah Refrigeran HC pada mesin AC 2 PK adalah kl 600 gr
  Tidak akan terjadi flame, karena jumlah refrigeran HC tidak cukup, dan pada saat terjadi kebocoran, Hydrocarbon akan terurai dengan oksigen menjadi H2O (uap air) dan CO2.

PERTANYAAN FLAME PADA KOMPRESOR AC JIKA TERJADI SHORT

  APAKAH BISA TERJADI ?

JAWABAN

  Tidak

Penjelasan :

  Dalam Kompresor sama sekali tidak ada Oxygen (O2) sebagai salah satu Segitiga Api karena sebelum diisi Refrigeran HC telah di vacuum terlebih dahulu (hingga tekanan mencapai -30 Psi)

KESIMPULAN

Walaupun memiliki Sifat Flammable HC sangat sulit/tidak mungkin terjadi flame, karena persyaratan untuk terjadinya flame sangat ketat

Di Eropa penggunaan HC untuk mesin pendingin sudah memasyarakat dan sudah dipakai selama bertahun-tahun. Amerika belum menggunakan Hidrokarbon karena alasan politik dan ekonomi, Amerika adalah penghasil Sintetic Refrigeran (Freon) terbesar didunia, apabila Freon dilarang di AS, maka pabrik2 Freon akan kolaps dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian AS secara nasional.

editor : Greenstar Artek Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon
  2. Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon
  3. Vote
  4. Flammable pada Refrigeran Hidrokarbon
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026