Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Mas sudar sudah lama sekali ya aku jauh darimu.. tidak bersamamu lagi. Rasanya hati ini ingin meledak seperti bom atom yang telah di isi berbagai rindu dan kenangan kita. Mas sebenarnya aku telah berusaha untuk melupakan kamu, bahkan untuk membencimu pun aku pernah mencobanya.. tapi tetap sulit dan lebih sulit dari aku mencintaimu dulu. Mas di sini aku sangat menyesal sekali karena sudah meninggalkanmu, serta memanfaatkan cintamu padaku mas. Maafkan aku mas. Aku tidak berfikir panjang saat melakukan itu terhadapmu, mas aku sadar betul kalau kamu kini telah memiliki istri bahkan seorang anak dari wanita yang kamu nikahi. Aku juga sadar kini kamu sudah mulai tidak memperdulikan aku lagi, melirik sms ku pun kamu tidak mau, apalagi kamu mengangangkat telepon ku. Lebih parah nya kamu malah mengganti nomor telepon mu mas. Jujur, aku sekarang sangat kehilangan mu, kamu tidak seperti mas sudarku yang dulu, kamu telah berubah lebih yang aku bayangkan. Mas, aku hanya ingin menagih perkataanmu yang dulu. Yang penah kamu katakan padaku, kalau sampai kita tidak berjodoh, kamu akan mengganggap ku seperti saudara perempuan mu atau adik perempuan mu, dan kita tidak akan pernah putus silahturahmi. Tapi sekarang apa? Kamu yang telah mengingkari semua perkataanmu mas. Apakah kamu tidak menyadari kalau aku di sini sangat tertekan oleh sikap mu seperti itu padaku. Tidak ada lagi kah 1 kesempatan kamu berikan padaku untuk menjadi saudara mu bahkan adikmu. Untuk menjadi teman jauh mu pun kamu tidak izinkan mas. mas sudar lalu dengan cara apalagi aku menghubungimu? Untuk mengetahui kabarmu yang jauh di bangka belitung sana mas? Sedangkan kamu sendiri yang membuatku tidak mampu berbuat apa-apa. Asal kamu tau mas sudar, sempat ku berfikir keras untuk menemui mu langsung ke sana seorang diri, tapi aku tidak tau alamat rumah mu di sana mas. Kamu sangat jahat padaku mas. Kamu tidak pernah tahu bagaimana susah aku di sini memikirkan perasaan ku sama kamu mas. Ibaratkan kalau harus memilih.. lebih baik aku mati di bandingkan aku tersiksa oleh perasaanku sendiri padamu. Yang sampai saat ini masih mencintaimu, menyayangimu, merindukanmu, bahkan bermimpi ingin sekali menjadi istrimu. Sebagaimana yang dulu pernah kamu janjikan padaku, bahwa hanya akulah wanita satu-satunya yang pantas menjadi istrimu dan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak. Tapi sekarang kata-katamu hanya sebatas mimpi dari masa lalu ku yang sangat menyiksa hati, jiwa, raga, dan fikiranku mas sudar... Mas sudarto, jika aku bisa seperti burung, ingin rasanya aku terbang jauh untuk menemui mu, dan menjaga mu selalu tanpa kenal letih. Tapi sayangnya aku bukan seorang burung. Jadi aku tidak ada kemampuan untuk terbang menemuimu, kecuali jika aku terbang melalui pesawat. Tapi hanya Doa untukmu, keahlihanku yang terus ku panjatkan kepada Allah, demi menetramkan hatiku walau sebenarnya tidak setentram saat aku bersama mu sayang... Mas sudar jika semua doaku di kabulkan oleh Allah, rasanya sudah banyak sekali permintaan dalam doa ku hanya tertuju padamu. Salah satunya ingin bersama mu lagi sampai kematianku. Aku tau posisi dan status ku berbeda, bahkan sama olehmu mas. Tapi sayangnya aku belum di karuniai anak dari pernikahanku , entahlah mas, aku gak tau kenapa bisa lama seperti ini. Apa mungkin karena aku tidak sepenuh hati dalam mencintai dan menyayangi suamiku, sehingga aku belum juga di percayai Allah untuk memiliki anak. Coba jika kamu berada di posisiku saat ini mas, pasti aku yakin kamu akan mengeluh dan menyerah. Begitu pun dengan aku mas sudar.. perlahan-lahan aku mulai mati rasa pada suamiku sendiri. Seandainya jika Allah mengkehendaki kita dulu menikah mas, mungkin kita hidup bahagia dan punya seorang Putra dan Putri dari hasil buah Cinta kita ya mas??? Achhhh itu hanya sebatas angan dan Khayalan yang tak pernah sampai. Tapi walau kamu sudah begitu tega padaku mas, aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu dan saya lalu mendoakan mu, sampai nanti pada saatnya aku tidak bisa lagi berdoa untuk mu mas sudar. Untuk hari ini minggu 18 February 2017 aku menuliskan semua yang ku rasakan untuk kamu lihat, baca dan renungkan mas,.. semoga kamu bisa lebih membuka hati lagi untukku walau hanya 1 detik memikirkanku. Sebgaiamna aku yang tidak pernah berhenti memikirkanmu dan mengenang kenangan ku saat bersama mu. Mas aku harap kamu bisa menghubungi ku setelah kamu tau surat ini. Ini nomor hape ku mas 089673655272 Ingat mas, jangan pernah melupakan ku, dan jangan pernah kamu bohongi hati, jiwa, raga, dan pikiran mu bahwa kamu juga sebenarnya masih mencintaiku dan ingin kembali bersama ku lagi.. cuma kamu memilih gengsi dari pada terbuka dengan apa adanya padaku.. Mas sudarku sayang.. aku akan selalu Setia menunggu hadir mu kembali padaku. Jika harus bertahun-tahun lamanya aku tidak peduli, yang terpenting kamu dan aku akan bersama lagi seperti dulu , dan hanya terpisahkan oleh kematian .. serta kita mulai awal lagi Cinta Kasih kita yang hilang dulu.. aku mencintaimu mas sudarto..
SALAMKU,
Devi. Marlisa