Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPembicaraan Pengguna:ANDIE WIDADI
Artikel Wikipedia

Pembicaraan Pengguna:ANDIE WIDADI

Wikipedia article
Diperbarui 12 November 2014

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

DHORPHALL

Apabila kita mau menggali dan menelusuri dengan teliti, akan terbukti bahwa masa jauh sebelum sejarah ditulis tersimpan teknologi dahsyat Sejarah itu ditulis oleh kaum pemenang perang. Objektifitasnya harus kembali ditelusuri dengan jujur dan benar agar kita menjadi maju Ada rekayasa pengetahuan tentang masa lalu yang berusaha menutupi kebenaran agar kita menjadi selalu terbelakang dan menjadi robot Apa yang kita lakukan sekarang menurut mereka adalah Forbidden Archaeology karena akan membongkar kebohongan dan rekayasa sejarah Mereka takut kalau kita mengetahui bahwa sebetulnya jauh sebelum masehi kehidupan sudah sangat super duper modern dan canggih Mengapa di Gunung Padang, Gunung Shadu, dan banyak lagi ada beberapa titik mengeluarkan anomali magnetik, dan mampu mengganggu kompas ? Benda itu bernama DORPHALL. Sebuah Ancient Technology kaum leluhur yg mengeluarkan gelombang bertujuan memperkuat molekular tanah

citra benda itu (dhorpall) terlihat apabila di deteksi oleh alat Geo Listrik

Di Gunung Shadu Soreang banyak sekali Dorphall yang digali untuk diambil inti teknologinya, sehingga banyak sekali sisa "cangkang" Dorphall aktif banyak sekali terkubur di Nusantara. Ini bentuk Dorphall kosong yg banyak terdapat di Costarica

Di Costa Rica casing Dorphall utuh banyak berserakan di permukaan tanah, namun karena "kosong" dan kecil orang tidak begitu tertarik Dorphall kosong semacam ini tidak ada anomali magnetik karena belum ada mesin di dalamnya makanya dibiarkan saja Namun bila "Cangkang" Dorphall itu pernah terdapat mesin di dalamnya, maka akan ada anomali magnetic

Di Nusantara "Cangkang" Dorphall dihancurkan berserakan, di Costa Rica ada yg sedikit lebih rapih

Mereka mengambil teknologi yang terdapat di dalam Dorphall sebagai sumber energi besar dan aman juga mahal Di Nusantara yang mencuri isi Dorphall itu adalah kaum penjajah spt Jepang dan Belanda. Mrk tahu dari manuskrip Oleh sebab itu wajar kalau banyak sekali peninggalan dari leluhur termasuk manuskrip kuno dan rahasia ada di Leiden Belanda Melacak Dorphall itu sangat mudah, tinggal jalan ke Gunung bawa Kompas, berkeliling, dan lacak gangguan utara selatan di jarum kompas Apakah selama ini kita diberi pengetahuan sejarah secara benar dan objektif ? Ataukah semuanya adalah setingan dari kaum pemenang perang ? Kita adalah bangsa yang mampu membuat sumber acuan. Mengapa sekarang kita mau saja dibuat menjadi bangsa yang selalu mencari sumber acuan ?

Masuk Akal adalah sesuatu yang bersifat subjektif, karena tak masuk akal menurut seseorang belum tentu tak masuk akal menurut orang lain Di ZULKH juga ada DORPHALL, hanya itu buatan kaum ZERVO, maka dia memblokir gelombang lain. Signal hp menjadi SOS (efek negative) DORPHALL Lemurian akan membantu signal hp menjadi lebih baik (efek positif) Dorphall ZERVO memang bisa mempengaruhi sistem reproduksi tubuh (efek negative, marah2, libido tinggi, suka perang, dll)

wujud asli dari kaum ZERVO sangat persis dgn gambaran di ZULKH / candi sukuh


dhorpal dan probe sangat berbeda.............walaupun sama2 bulat berbeda fungsi dan penempatannya....... Probe bisa melayang anti gravitasi sedangkan dhorpal di tanam ke dalam tanah atau di permukaan tanah ......isi dari probe ada apa aja di dalamnya ada sistem anti gravitasi,sistem perekaman, sistem recharge energy,sistem kamuflase dll ......

fungsi dhorpal dapat memperkuat molekular tanah sehingga lebih subur , ditanam di bawah tanah ada juga di permukaan tanah............... karena itu indonesia termasuk negeri yg tanahnya paling subur, walaupun ada yg bilang karena gunung berapi...........dhorpal di bawah tanah memang sengaja di taruh di rongga tanah dekat gunung berapi..............

di indonesia isi dhorpal sudah diambil penjajah hanya disisakan cangkangnya saja tetapi jika di temui cangkang yang masih mempunyai anomali magnetik pertanda dahulu ada isi yg ada di dalamnya lalu diambil, sedangkan cangkang dhorpal yg tidak mempunyai anomali magnetik berarti belum di isi ...............

isi dhorpal di indonesia diambil oleh penjajah karena mengetahui fungsinya karena itu banyak manuskrip kuno asli indonesia yg berada di negeri luar karena pihak2 asing ingin mengetahui isi lebih lanjut..............penjajah menterjemahkan isi manuskrip tersebut dari raja2 yg bekerjasama dengan mereka di masa lalu

tapi jangan takut dhorpal di bawah gunung padang masih banyak dan utuh...............jangan sampai pihak asing mengambil alih lagi tekhnologi yg di wariskan untuk anak cucu kita untuk kedamaian dunia..........

Fungsi dorphal juga early warning sistem...menjaga kerapatan tanah ..penyeimbang dan minimal dampak bencana alam seperti gempa yg dahsyat..dan gunung2 .makanya ada ayat yg menyatakan gunung itu ada pasak2 yg menahannya

Al Qur’an Allah SWT menyebut gunung dengan dua perkataan bahasa Arab. Yang pertama kata jamak ‘jibal’ dan disebut sebanyak 33 kali, manakala kata tunggal ‘jabal’ disebut enam kali dan yang kedua kata ‘rawasi’ yang diulang sebanyak 10 kali.

istilah jabal lebih bersifat umum, sedangkan rawasi kemungkinan dimaksudkan khusus untuk menyebutkan gunung atau sesuatu yang berfungsi sebagai pasak bumi. kita Bahas : Kata rawasi bermakna sesuatu yang dapat membuat benda yang bergoncang menjadi diam, dalam hal ini benda yang bergoncang adalah bumi. kita bisa lihat dalam surat an nahl 15 dan an anbiya 31.

Penggunaan isim makrifat (al) yang mendahului kata ard dalam Surah Al-Nahl ayat 15. Isim (kata benda) ini menunjukkan pengkhususan, dalam hal ini pengkhususan bagian tertentu daripada bumi. Ini bererti ‘gunung’ atau Rawasi ini dimaksudkan dalam ayat berkenaan tidak terdapat di seluruh permukaan bumi, akan tetapi hanya pada wilayah tertentu. Wilayah yang berkenaan kemungkinan adalah batas-batas lempeng.

nah DORPHAL ini ada di dalam gunung tempat tadi fungsinya untuk menahan atau meredam geteran. analoginya gelombang dilawan gelombang.

Bagian lain setelah kata rawasi dalam Surah Al-Nahl ayat 15 adalah perkataan tamiida bikum yang bermakna ‘supaya ia tidak menghayun-hayunkan kamu.’ artinya untuk meredam goncangan. karena golambang merambat ketika terjadi tumbukan atau pergeseran lempeng benua atau longsoran rongga bawah tanah. DORPHAL mengeluarkan gelombang lagi. contoh untuk meredam suara bising di ruangan maka dengan suara lagi dg frekuensi yg sama.



TANYA JAWAB (agar memahami lebih mudah) :

Magnet di mekah terjadi alami baik dari terjadi dari sisi sejarahnya, ritual aktivitasnya, keajaiban2nya dll.......... Berbeda dengan dhorpal yg memang sengaja di buat...........energy di ka'bah ada yang alami walaupun ada juga energy tiap2 manusia yg mengelilingi kabah juga dapat memunculkan energy yg lainnya yg salah satunya energy magnet ........ Bahkan energy2 di kabah dapat di lihat dari luar angkasa


- kl yg di mekkah itu dorphall bukan? Soalnya kan magnetnya luar biasa, ga heran kl org yg niatnya bener ikhlas ibadah jd sehat,karna ternyata ada medan magnet yg kuat di sana? Bener ga?

  • Yg di mekkah alami.......dhorpall buatan

- Maksudnya magnet di mekah alami terbentuk, jd bukan buatan manusia gt?

  • Yup magnet alami ........ada kaitannya dengan benturan benda langit pada zaman dahulu kala, walaupun ada juga energy tiap2 manusia yg mengelilingi kabah juga dapat memunculkan energy yg lainnya yg salah satunya energy magnet ........ Bahkan energy2 di kabah dapat di lihat dari luar angkasa.......... Magnet di mekah terjadi alami baik dari terjadi dari sisi sejarahnya, ritual aktivitasnya, keajaiban2nya dll.......... Berbeda dengan dhorpal yg memang sengaja di buat

- Lalu isi Dorphal itu apa ?

  • Mesin yg menghasilkan anomali magnetik

- mesinnya apakah pakai GEAR seperti kita ?

  • Lebih canggih dari gear.....

- anomali magnetik itu gimana ya?

  • Anomali magnetik .......mempunyai gelombang magnet.......... Contohnya jika kompas di dekatkan ke magnet maka akan berpengaruh ke pada jarum utara selatan yg bergerak2........... Begitupun dhorpall yg mempunyai anomali magnetik jika di dekatkan dengan kompas maka akan berpengaruh pada jarum kompas utara selatan

- Mengingat isinya sebuah nano tech/sesuatu yang menghasilkan anomali magnetik.. ironis bila casingnya terbuat dari batu, apa karena batu lebih tahan thd pengaruh fisika & kimia bila di banding logam paling mutakhir sekalipun..??

  • Cangkang dhorpall berbeda dengan probe.......cangkang dhorpall di desain agar mudah menyatu dengan alam sekitarnya..............Cangkang probe di desain untuk melindungi data..........cangkang dhorpall di desain agar mudah menyatu dengan alam dengan jangka waktu yang lama.......... terbukti dhorpall yg di isi mesin dan mengeluarkan anomali magnetik ketika isi dari dhorpall tersebut di keluarkan, cangkang dari dhorpall tersebut masih mengeluarkan anomali magnetik walaupun sudah tidak ada isinya

- Punya informasinya gak , seperti apa bentuk tekhnologi yang terdapat dalam cangkang dorphal ???

  • Aslinya ada di manuskrip kuno dan rahasia di leiden belanda.......... Yang sebenarnya manuskrip2 itu punya bangsa indonesia

- Mereka tahu dari siapa ??

  • Dari raja2 yg bekerja sama dengan pihak belanda di masa lalu.........karena mengetahui berisi pengetahuan yg penting makanya di bawa manuskrip2 tersebut

- tahu gak dari kerajaan mana ??

  • Karena dahulu juga banyak kerajaan2 baik kerajaan yg besar atau kerajaan yg kecil....... Mereka mencari raja2 yg mudah di intimidasi atau mudah di bujuk dengan cara kesenangan............

- Di Gunung Shadu Soreang banyak sekali Dorphall yang digali untuk diambil inti teknologinya, sehingga banyak sekali sisa "cangkang". Gunung SHADU SOREANG ini di daerah mana ??

  • Bandung, kecamatan soreang

- Berarti kerajaan pasundan ya ??

  • Dhorpall tersebar di indonesia tidak hanya di bandung .......... Isi Dhorpal tersebut di ambil paksa bukan karena kerjasama raja2 dengan pihak penjajah .........berbeda dengan manuskrip yg dibawa ke belanda dan belanda tahu isi terjemahan manuskrip itu krn kerjasama raja2 dengan pihak penjajah.............Mungkin kalau pemerintah indonesia ekstrem....... langsung ke belanda mengambil paksa manuskrip2 punya bangsa kita dan di bawa ke indonesia kembali untuk dipelajari dari ilmuan dan sejarahwan indonesia2, mungkin lebih cepat tercerahkan heheheee...........Tapi tenang saja di bawah gunung padang masih banyak dhorpal dan masih dalam keadaan utuh sehingga dapat kita pelajari lebih lanjut asalkan tidak ada campur tangan pihak2 yg tidak menginginkan bangsa indonesia maju

- Mungkin nenek moyang kita punya firasat kali ya......makanya di pendam di gunung padang. Sekalian buat memperkuat molekul tanah di gunung padang. Hmmmm.................

  • Betul sekali .......... Lebih tepatnya memprediksi bahwa akan terjadi rekayasa pengetahuan di masa mendatang............karena itulah banyak informasi pengetahuan yg bentrok semakin kita mencari malah semakin misteri.......contohnya saja kristal skull kraiman sekarang banyak beredar yg palsu walaupun ada yg asli juga.........

- Pengetahuan yang sedemikian .......apa yang enak nyebutnya ya .......berpengaruh besar (bahkan di era pembuatan gunung padang) , pasti menyimpan banyak masalah bila terlalu di ekspos secara terbuka.

  • Seperti 2 sisi koin yg saling bertautan di satu sisi positif di satu sisi negatif............masyarakat kita sengaja di buat agar mempercayai bahwa masa lalu itu primitif agar tekhnologi bisa di kuasai pihak2 tertentu untuk berkuasa, cara melawannya yaitu dengan cara merubah paradigma berpikir masyarakat kita dengan mengabarkan informasi penemuan2 salah satunya di gunung padang agar masyarakat kita membuka mata yg selama ini tertidur............tetapi di sisi lain akan menarik pihak2 luar contohnya saja di penelitian gunung padang akan melibatkan peneliti dari mesir dan israel..........karena itu perkuat formasi bangsa kita awasi terus setiap perkembangan, berikan dukungan agar pihak2 yg tidak menginginkan indonesia maju tidak mendapat ruang gerak lagi.............kita harus bersatu

- Yap , paradigma pembodohan yang dilakukan penjajah adalah manipulasi pikiran yang masih di pake sampai zaman sekarang. Makanya perlu ada sistem edukasi independen yang tidak terpengaruh oleh kepentingan2 sepihak.

  • Itu dia

- temenku yg ke mekkah, motret kabah, lalu hasil fotonya banyak bnget orbs mungkin ya, apakah mungkin itu memang energi2 positif yg tersebar di mekkah?

  • Orbs di mekah bisa jadi karena energy positif, karena energy magnet, energy kutub bumi, energy aura seseorang dan energy2 yg lain mempengaruhi udara di sekelilingnya secara langsung atau tidak langsung.........sehingga terkadang dengan frekuensi yg pas dapat terekam di foto, walau pun harus di lihat dahulu kasus per kasus tidak bisa di pukul rata, mengingat banyak keajaiban2 yg terjadi di mekah sebagai tempat suci yg allah istimewakan

- energi magnet alami yg terjadi itu sendiri (janura) coba di definisikan, bedanya apa sama dhorpall?

  • Janura karena tumbukan yg hebat, yg alami pasti lebih tahan lama............Air zamzam (di murnikan alami oleh alam) ........ Air pam ( dimurnikan dengan tekhnologi buatan) ........... Yg alami pasti lebih baik karena langsung tangan tuhan yg bermain di situ bukan tangan manusia, dan pasti ada sesuatu yang besar di balik campur tangan tuhan secara langsung

- kalau lailatulqodar energinya dari dhorpall atau janura? Teori big bang sama ga dg janura?............bagaimana pendapatnya knp lailatur qodar diturunkan hanya satu kali dalam setahun,bahkan ramadhan kemaren tuh dobel alias 2x kejadian lailatur qodar,yg pertama yg biasa sethn sekali,yg ke dua terjadinya 500th 1x,kl ga salah. Knp harus tau,karna ternyata orang yg mengerti energi,dan kekuatan energinya mumpuni(sholeh) bisa merasakan kapan lailaturqodar dateng..bukankah yg merasakan lailatur qodar itu bukan hamya manusia saja kan?alam dan hewan pun bisa merasakan,apalagi manusia?tapi kembali lg manusia sprti apa yg bs merasakan lailaturqodar datang..

  • Sebelumnya kita samakan bahasanya dahulu dalam bentuk energy

agar dapat di pahami…………..lailatul qodar dalam bahasa energy artinya pada malam itu semua planet dalam galaxy tata surya kita membentuk formasi yang sangat teratur dan pas sedemikian rupa sehingga bumi mendapat imbas energy yang sangat kuat dan memberi efek positif bagi penghuni dan lingkungan alam di bumi dari posisi formasi susunan planet2 di galaxy tata surya kita dalam jangka waktu setahun sekali…………..

Seperti kita tahu bahwa planet2 di tata surya mempunyai energy tarik menarik antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat mempengaruhi peredaran planet dan garis edar planet ………… karena gaya tarik menarik dalam jangka waktu yang lama maka di pastikan akan ada perubahan pada planet2 itu sendiri dan pada garis edarnya sehingga berimbas pada tata surya kita yang memuai (mengembang) yang mempengaruhi juga perhitungan2 yang di dasarkan pada peredaran planet2 di galaxy tata surya kita……………..selain itu contoh kecilnya dalam setiap 4 tahun sekali ada yang nama tahun kabisat karena pada hakikatnya perhitungan 1 tahun tidak pas 360 hari tetapi lewat beberapa jam yang nanti di akumulasikan pada tahun kabisat setiap 4 tahun sekali…………………

pada tanda2 kiamat juga di beritahukan bahwa matahari terbit dari barat, dan apabila bumi di goncangkan dll…….itu pertanda bahwa secara cepat atau lambat terjadi perubahan di alam semesta ini…….salah satunya adalah pemuaian garis edar planet, perubahan fisik bumi yang semakin mengecil , berimbas pada perubahan cuaca, perubahan iklim, malam yang semakin panjang dll…………… sehingga perhitungan yang berdasarkan garis edar pun harus menyesuaikan dengan perkembangan tersebut ……………….

Pada ilmu aritmatika kita mengenal urutan angka 1,2,3,4,……….. (ganjil, genap, ganjil, genap,…………) ada juga angka bilangan prima 2, 3, 5, 7, 11, 13, ………….. (angka yang hanya dapat habis di bagi oleh bilangan itu sendiri)………artinya apa???? artinya dari banyaknya setiap bilangan atau perhitungan2 ada hal2 istimewa yang terjadi, begitu pun dengan perhitungan planet makanya kemarin double alias 2x kejadian lailatul qodarnya dalam kata lain dalam bentuk energy “ bahwa pada malam malam itu semua planet dalam galaxy tata surya kita membentuk formasi yang sangat teratur dan pas sedemikian rupa sehingga bumi mendapat imbas energy yang sangat kuat dan memberi efek positif bagi penghuni dan lingkungan alam di bumi dari posisi formasi susunan planet2 di galaxy tata surya kita yang biasanya dalam jangka waktu setahun sekali menjadi 2 kali ………….. “


Efek dhorpal hanya bersifat memperkuat daya tarik menarik bumi , janura juga memperkuat tarik menarik secara alami dan dapat memberikan lokasi koordinat pada energy di alam semesta bahwa inilah planet bumi yang mempunyai energy tarik menarik yang besar tercipta secara alami sehingga dapat berimbas efek positif yg lebih besar pada penghuninya di bumi ini sehingga lebih mudah di serap energy positif alam semesta pada waktu malam lailatul qodar oleh penghuni planet bumi dan alamnya………… energy lailatul qodarnya tetap dari alam berdasarkan susunan planet2 di galaxy tata surya kita yang sedemikian rupa sehingga teratur energynya dan mempunyai energy yang lebih besar dari malam2 yang lain…………..jika energy lailatul qodar berasal dari energy dhorpal atau janura yg ada di bumi maka energy bumi hanya setitik debu di bandingkan energy galaxy bima sakti yg mempunyai energy makro cosmos yang sangat besar

Karena malam lailatul qodar energynya lebih besar dari malam2 yang lain maka wajar jika hewan, tumbuhan dan makhluk peka lainnya dapat merasakan perubahan energy yang ada di sekitarnya………… karena energynya di malam lailatul qodar memberi efek positif pada alam semesta maka wajar jika berimbas pada cuaca yang lebih cerah seperti banyak bintang yg dapat kita lihat, dan berpeluang untuk menciptakan langit yang lebih cerah, oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa salah satu tanda lailatul qodar cerahnya cuaca dan banyaknya bintang walaupun terkadang disertai hujan juga………….. ada juga yang mengatakan bahwa malam lailatul qodar ada di 30 hari bulan ramadahan atau di rahasiakan pada sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan ……..yupp itulah tanda kasih sayang Allah terhadap hambanya yang berbaik hati memberi kunci bocoran kapankah malam lailatul qodar itu datang agar kita tetap beribadah dan berbuat hal2 yang positif, tetapi harus kita perhatikan dan mempelajari juga bagaimana malam lailatul qodar itu jika di lihat dari berbagai sudut pandang agar tidak hanya sekedar percaya tetapi paham apa yang terjadi dari sudut pandang – sudut pandang yg lain salah satunya perubahan energy yg terjadi di malam itu karena susunan planet di galaxy yang teratur sedemikan rupa energy tarik menariknya sehingga memberikan efek positif bagi penghuni bumi dan alamnya………………..

Tuhan menyuruh kita berfikir agar kita tidak hanya meyakini saja apa yg di perintahkan sang maha pencipta, tetapi juga menelusuri dan mencari tahu sehingga memahami mengapa kita di perintahkan melakukan hal2 positif tersebut,,,,,,,,,sehingga ibadah tidak hanya sebatas ritual tanpa spiritual saja (sama saya juga masih tahap belajar memahami hal2 tersebut, saya juga masih sebatas ritual tanpa spiritual )

- relief di candi sukuh itu sepertinya semacam rekayasa genetika ya...

  • Yup betul rekayasa gen ada hubungannya juga dengan dhorpal yg di tanam di candi sukuh itu jadi efek negatif makanya libidonya tinggi dll.......

- Gen, magnetic, hormon libido, kaitannya apa???

  • jika kita bicara energy, elektro magnet, cakra , aura, gaya tarik menarik antar planet, perhitungan aritmetika, peningkatan hormon dll semuanya berhubungan hanya tinggal menyamakan bahasanya agar satu sama lain mengerti dan paham ................... Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia2

- Apa reaksi energy positive DORPHALL ???

  • Salah satunya mempercepat akselerasi sel ........ Orang yg sakit, yg depresi, dll akselerasi selnya terganggu\pelan ....... Jika akselerasi selnya di percepat pada bagian yg sakit maka akan cepat sembuh, yg depresi akan lebih tenang karena akselerasi selnya berpengaruh pada peredaran darah yg tersumbat\terganggu menjadi lancar kembali

Seperti atom dalam tubuh manusia yg mempunyai garis edar dan lintasannya sendiri jika pergerakannya atau lintasannya terganggu maka akan bermasalah jika dapat di normalkan kembali maka masalahnya akan hilang........

atom dan tata surya kita mempunyai kemiripan garis edar dan lintasannya.........kita adalah manusia yg telah di ciptakan sempurna seperti susunan tata surya dalam bentuk kecil ............ Tata surya adalah makro cosmos kita adalah mikro cosmos, gangguan pada perputaran planet dan garis edarnya berpengaruh pada tata surya begitu pun atom dan akselerasi sel yg ada di tubuh kita

- Berarti reaksi POSITIVE dari DORPHALL pada (tubuh , pikiran dan jiwa) manusia ; adalah dengan apa yang kita sekarang sebut sebagai "SAKTI" ??

  • Salah satu fungsi positif dhorpal adalah MENORMALKAN kembali akselerasi sel dan atom pada tubuh manusia sehingga berakibat positif pada jiwa pikiran dan tubuh manusia, yang tadinya akselerasinya lambat dipercepat sehingga normal

Sakti akibat akselerasinya lebih cepat dari orang normal nanti harus ada bahasannya tersendiri karena harus di mulai dari definisi sakti itu seperti apa, apakah alami atau dengan upaya, apa yg di lakukannya, dan ada sejarah2 yang harus di pahami dan di ketahui terlebih dahulu dll............karena beda bahasa untuk di pahami akan berimbas juga pada bedanya pemahaman , pastinya pembahasannya jika di bahas di dhorpal akan tidak fokus dan melebar ke mana2

- apa maksudnya kita adalah semesta dalam bentuk kecil

  • Kamu mengganggap dirimu entitas kecil tapi dalam dirimu terbungkus semesta alam - ali bin abi thalib......... "Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain main" (QS. Al Anbiya ayat 16).......Alam semesta terdapat dalam diri manusia........manusia adalah makhluk yg sempurna .......




Terakhir mungkin penjelasan yg sederhana ini bisa menjawab kenapa dhorpall dpat mempengaruhi manusia melihat melalui perspektif unsur2 yang ada di dalam tubuh manusia............


Unsur-unsur Kimia yang terkandung dalam Tubuh Manusia

Dalam tubuh manusia, ternyata banyak sekali terdapat unsur-unsur kimia. Mari kitasimak apa sajakah unsur-unsur tersebut dan seberapa banyakkah mereka mengisi tubuh kita ?

• Oksigen (65%) dan Hidrogen (10%). Kedua unsur ini terdapat dalam air. Hampir 60% tubuh manusia terisi oleh air, tidak salah jika oksigen mempunyai persentase terbesar dibandingkan dengan unsur yang lainnya.

• Karbon (18%) merupakan unsur terbanyak kedua setelah oksigen. Unsur ini merupakan unsur yang paling stabil.

• Nitrogen (3%) ditemukan dalam molekul organik, termasuk asam amino yang membentuk protein, dan asam nukleat yang membentuk DNA.

• Kalsium (1,5%) adalah mineral yang paling umum di tubuh manusia, hampir semuanya ditemukan dalam tulang dan gigi. Tubuh akan menarik kalsium dari tulang (masalah yang menyebabkan seperti osteoporosis) jika tidak cukup unsur dalam tubuh seseorang.

• Fosfor (1%) dapat ditemukan pada bagian tulang, tetapi juga terdapat dalam molekul ATP, yang menyediakan energi dalam sel untuk menjalankan reaksi kimia.

• Kalium (0,25%) adalah elektrolit penting (yang berarti membawa muatan dalam larutan). Kalium membantu mengatur detak jantung dan sangat penting bagi sinyal listrik di saraf.

• Sulfur (0,25%) dapat ditemukan dalam dua asam amino yang penting untuk memberikan protein.

• Natrium (0,15%) adalah elektrolit yang sangat vital bagi sinyal listrik di saraf. Natrium juga mengatur jumlah air dalam tubuh.

• Klor (0,15%) biasanya ditemukan di dalam tubuh sebagai ion negatif, yang disebut klorida. Elektrolit ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan.

• Magnesium (0,05%) merupakan unsur yang mempunyai peran penting dalam struktur kerangka dan otot.

• Besi (0,006%) merupakan unsur kunci dalam metabolisme (hampir semua makhluk hidup mengandung besi). Hal ini juga ditemukan dalam hemoglobin, yang merupakan pembawa oksigen dalam sel darah merah.

• Fluor (0,0037%) dapat ditemukan pada bagian gigi dan tulang.

• Seng (0,0032%) adalah unsur penting bagi semua bentuk kehidupan. Beberapa protein mengandung struktur yang disebut “jari seng” membantu untuk mengatur gen. Di negara berkembang, kekurangan seng telah dikenal sebagai penyebab dwarfisme.

• Tembaga (0,0001%) merupakan unsur penting sebagai donor elektron dalam reaksi biologis. Tanpa cukup tembaga, besi tidak akan berfungsi dengan baik dalam tubuh.

• Yodium (0.000016%) diperlukan untuk membuat hormon tiroid, yang mengatur tingkat metabolisme dan fungsi seluler lainnya. Kekurangan yodium dapat menyebabkan gondok dan kerusakan otak.

• Selenium (0.000019%) sangat penting untuk enzim tertentu, termasuk beberapa anti-oksidan.

• Kromium (0.0000024%) membantu mengatur kadar gula dengan berinteraksi dengan insulin.

• Mangan (0.000017%) sangat penting untuk enzim tertentu, khususnya mereka yang melindungi mitokondria, tempat di mana energi yang dapat digunakan dihasilkan di dalam sel dari oksidan berbahaya.

• Molibdenum (0.000013%) sangat penting untuk hampir semua bentuk kehidupan. Pada manusia, molibdenum berguna untuk mengubah belerang menjadi bentuk yang bermanfaat. Pada bakteri pengikat nitrogen, berguna untuk mengubah nitrogen menjadi bentuk yang bermanfaat.

• Cobalt (0.0000021%) terkandung dalam vitamin B12, berguna dalam pembentukan protein dan regulasi DNA.



Komposisi Kimia Tubuh Manusia

Empat puluh satu unsur kimia yang membentuk tubuh kita hadir secara alami dalam tanah. air, dan makanan dalam berbagai kombinasi molekuler di samping sebagai atom bermuatan listrik yang disebut ion. dan mengelompokkan kombinasi molekuler dan unsur tunggal ini menjadi kategori yang memudahkan, seperti asam amino, asam lemak, elektrolit, unsur trace dan lain-lain. Sebagian unsur ini hanya berada dalam tubuh pada kombinasi molekuler, sementara yang lain mungkin bekerja secara individu atau dalam kombinasi dengan unsur lainnya. Pada awal tahun 1900-an, seorang ahli kimia makanan dari Jerman bernama Georg Augustus Koenig, yang mengajar di Harvard University mengukur jumlah berbagai unsur dalam tubuh manusia yaitu seperti di bawah

Elemen Persentase Unsur Persentase

Oksigen 72,00 Klorin 0,09

Karbon 13,50 Fluorin 0,08

Hidrogen 9,10 Potasium 0,026

Nitrogen 2,50 Magnesium 0,012

Kakium 1,30 Besi 0,01

Fosfor 1,15 Yodium trace

Sulfur 0,15 Silikon trace

Sodium 0,10

Sejak masa Profesor Koenig para peneliti sudah menemukan gambaran yang lebih lengkap dari yang membentuk tubuh manusia. Sekarang unsur kita mengetahui adanya dua puluh satu unsur kimia yang esensial bagi kehidupan manusia, termasuk karbon, hidrogen, oksigen,dan nitrogen yang membentuk air, protein,lemak, dan karbohidrat. Ada sejumlah unsur lain yang mungkin mempunyai manfat kesehatan, tetapi tidak dianggap penting. termasuk di dalamnya nikel, vanadium, arsen, timah putih, silikon, boron, strontium. (Germanium mungkin memiliki manfaat kesehatan, tetapi biasanya tidak ditemukan dalam tubuh manusia) Sisanya berupa tiga belas unsur yang ditemukan dalam tulang, lemak, dan beberapa organ dalam yang tidak diketahui fungsinya. Termasuk di dalamnya rubidium, aluminium, timah, kadmium, barium, emas, zirkon, cesium, air raksa, berilium, uranium dan radium. Timah hitam, air raksa, kadmium, dan berillium menjadi beracun bila ditemukan di atas jumlah tertentu dalam tubuh. (Hampir semua logam menjadi beracun pada tingkat asupan tertentu)

Jumlah total substansi gizi yang penting untuk kehidupan manusia akhirnya ditentukan pada tahun 1970-an dalam perkembangan TPN (Total Parenteral Nutrition). Pada tahun 1970, seorang wanita muda dari Canada bernama Judy Taylor menjalani pembedahan untuk gangren luas di dalam tubuhnya,yang mengharuskan usus kecilnya dibuang Karena protein,lemak, dan karbohidrat dipecah di tempat ini dan diserap melalui dinding usus dan di mana vitamin, mineral, serta unsur trace juga diasimilasi, timbul pertimbangan serius bagaimana menjaganya agar tetap bertahan. Jawabnya adalah TPN. Istilah parenteral berarti “memotong jalur (bypass) alat pencernaan yang normal”, biasanya dengan cara pemberian makanan cair lewat pembuluh darah balik. Seorang pakar di bidang pemberian makan ini, Dr. K.N Jeejeebhoy, dipanggil dari Toronto untuk bertanggung jawab atas keselamatan Nyonya Taylor. Ia berhasil kendati sejumlah masalah sulit harus diatasi, seperti bagaimana mencampur lipid dan vitamin yang larut dalam lemak dengan nutrisi yang larut dalam air. Proses itu diselaraskan dengan berjalannya waktu, tetapi sekarang kita mengetahui nutrisi mana saja yang diperlukan dan mana yang tidak. Hal itu bukan berarti bahwa para pakar tidak akan menemukan nutrisi dan unsur kimia lainnya yang memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan. Tetapi mereka telah menemukan sebuah nutrisi esensial yang diperlukan untuk yang mempertahankan kualitas hidup yang baik

Pertimbangn bahwa karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen terutama ditemukan dalam protein (otot, jaringan ikat, membran, hormon, hemoglobin, dan seterusnya), karbohidrat, lemak ,dan air, kita mempunyai sekitar 97 persen dari berat badan yang mengandung unsur kimia itu. Saya tidak akan membahas tentang hal itu di bagian berikutnya karena Unsur-unsur hampir selalu berada dalam bentuk molekul di dalam tubuh. Unsur Unsur tersebut tidak “berperilaku” sebagai unsur individual apabila dihubungkan bersama di dalam molekul, tetapi berfungsi secara khusus dalam bentuk gabungannya. Sisanya yang sebesar 3 persen berada di dalam unsur tulang, elektrolit, unsur trace dan berbagai unsur nonesensial yang kebetulan ada di dalam tubuh (terutama disimpan dalam tulang dan lemak)



Proses Penciptaan Nabi Adam

Di dalam tubuh manusia, 86%-nya terdiri dari 4 unsur dominan, yaitu :

- Oksigen (65%) - Karbon (18%) - Hidrogen (10%) - Nitrogen (3%)

Hal ini, nampaknya bersesuaian dengan berita yang terkandung di dalam ayat-ayat Al Qur’an, sebagaimana terdapat pada 6 (ayat) berikut :

1. QS. Ar Rahman (55) ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia dari tanah liat (shal-shal) seperti tembikar (fakhkhar = tanah yang dibakar)”. Yang dimaksudkan dengan kata “shal-shal” di ayat ini ialah: tanah kering atau setengah kering yakni “zat pembakar” atau oksigen (O), sedangkan kata “fakhkhar“, ialah “zat arang” atau atom karbon (C).

2. QS. Al Hijr (15) ayat 28: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah liat (shal-shal) dan lumpur hitam (hamaa-in) yang berbentuk (berupa)”. Di ayat ini kata “shal-shal” yang bermakna oksigen (O), sedangkan kata “hamaa-in” ialah “zat lemas” atau nitrogen (N).

3. QS. As Sajadah (32) ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada tanah (thien)”. Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah atom hidrogen (H).

4. QS. Ash Shaffaat (37) ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari tanah liat (laazib)”. Yang dimaksud dengan kata “laazib” (tanah liat) di ayat ini merupakan hasil persenyawaan antara “zat besi” atau ferrum (Fe) dengan Yodium, Kalium, Silika, dan Mangaan.

5. QS. Ali Imran (3) ayat 59: “… Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah (turab) kemudian Allah berfirman kepadanya ‘Jadilah engkau’, lalu berbentuk manusia”. Yang dimaksud dengan kata “turab”(tanah) di ayat ini ialah “unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.

6. QS. Al Hijr (15) ayat 29: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)…”. Di ayat ini, menerangkan tentang proses terakhir kejadian manusia, yaitu melalui ditiupkannya ruh. Proses yang melibatkan “campur tangan” MAHA PENCIPTA

senyawa

Pada ke-enam ayat Alquran ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani).

Sebagaimana disebutkan pada ayat yang ke-lima tentang kata“turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan atom.

Jelasnya adalah Persenyawaan antara fakhkhar (atom karbon (C) = zat arang), shal-shal (atom oksigen (O)= zat pembakar),hamaa-in (atom nitrogen (N) = zat lemas) dan thien (atom hidrogen (H) = zat air), kemudian bersenyawa dengan “laazib” yang merupakan hasil persenyawaan besi (Ferrum/Fe), Yodium, Kalium, Silika, dan Mangaan. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah “Turab” (zat-zat anorganis) dalam QS. Ali Imran (3) ayat 59. Dan salah satu di antara zat-zat anorganis yang penting ialah “Zat Kalium/Ca” yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, terutama di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dianggap terpenting karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya aktivitas “proteinisasi” berlanjut kepada “proses penggantian” yang disebut “substitusi”. Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah elektron-elektron kosmik yang mewujudkan sebab pembentukan (formasi), dinamai juga “sebab wujud”atau Causa Formatis.

Adapun sinar kosmik merupakan sinar yang mempunyai kemampuan untuk mengubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar kosmik dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya

Alchemy: Science of the Heart ............ The Knowing Heart


Sinonim: Hati, Qalb (Qolbu), batin, heart.

Sebelum membaca, pahamilah adanya tingkatan dari ‘mengetahui’ atau “Knowing”:

Mendengar mengenai sesuatu, mengetahui (knowing) disebut apa sesuatu itu. “Seorang musisi adalah orang yang telah belajar memainkan alat musik”. Mengetahui (knowing) melalui persepsi indera. “Saya telah melihat seorang musisi dan mendengarkan musik”. Mengetahui (knowing)/paham ‘akan’/ mengenai sesuatu. “Saya telah membaca buku mengenai musik dan musisi”. Mengetahui (knowing) dengan melakukan dan menjadi sesuatu. “Saya telah mempelajari instrumen musik dan menjadi seorang musisi”. Mengetahui (knowing) melalui pengertian/pemahaman dan mampu mengaplikasikan pemahamanny itu. “Saya telah menguasai instrumen musik saya dan mengajarkan orang lain untuk menjadi seorang musisi”. Mengetahui (knowing) melalui pemahaman bawah-sadar. “Saya memainkan musik lebih dari nada yang tertera pada partitur, saya bermain musik dari hati”. Mengetahui (knowing) di hati terdalam, kebenaran yang hakiki. Penjelasan untuk tingkatan ini sangat sulit dijabarkan. Pada tingkat ini seseorang telah meniadakan dinding pemisah antara logika dan hati. Antara material dan spritiual, Ia mengetahui segalanya. Ia sudah berada pada ke-SATU-an (Unity of the One, Oneness) dengan kebenaran yang hakiki. Ia telah mampu mengaktifkan seluruh chakra-nya dan berada pada ranah pengetahuan yang hakiki. Tidak ada yang tidak diketahuinya. He/she becomes omniscience.

“The heavens, and the earth cannot contain Me, only the heart of My faithful servant can contain Me.” (Hadits Qudsi)


River, Pond, and Fish (Sungai, Kolam, dan Ikan)

Adalah sebuah sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Di dalamnya ikan-ikan berenang searah aliran sungai. Engkau berada di tepi sungai itu. Tepat di bawah kakimu ada sebuah kolam kecil dimana sebagian air sungai mengisi kolam tersebut.

Suatu ketika, seekor ikan masuk ke dalam kolammu. Kau melihat ikan tersebut terjebak ke dalam kolammu. Kau mengetahui bahwa cepat atau lambat akan ada ikan yang masuk ke dalam kolammu. Kau merasakan kebahagiaan yang tak terbayangkan. Namun kemudian ikan tersebut menemukan jalan keluar dan kembali ke sungai. Engkau merasakan kesedihan yang tak terbayangkan.

Engkau pun berpikir untuk mengupayakan agar akan ada ikan lain yang masuk ke dalam kolammu. Engkau merapihkan kolam dan menunggu. Beberapa waktu kemudian ada seekor ikan yang masuk. Kau menyambutnya dengan penuh rasa bahagia dan antisipasi. Lebih dari itu, engkau memberinya makan. Ikan pun tinggal lebih lama di dalam kolam. Beberapa waktu kemudian ikan menemukan jalan keluar dan ia pun kembali ke sungai. Kolam anda kosong kembali. Anda merasakan sedih yang tak terkira.

Kau pun kembali mengupayakan agar di lain kesempatan ikan akan tinggal selamanya di dalam kolam anda. Kau mulai belajar, menimba ilmu. Kau tau bahwa ikan akan tinggal di dalam suatu lingkungan dimana ia mendapati semua kebutuhannya di situ. Maka kau merubah bentuk kolammu, melengkapinya dengan rumah-rumahan ikan, tumbuh-tumbuhan, menjaga kebersihan air dan ketercukupan oksigen, serta berlimpahnya makanan. Satu waktu kemudian seekor ikan masuk ke dalam kolammu. Engkau kali ini mencurahkan segenap tenaga dan pikiran untuk menjaga ikan tersebut untuk nyaman di dalam kolam. Dan benarlah, ikan tersebut menikmati keindahan kolam dan menikmati makanan berlimpah yang tersedia. Ikan tinggal di dalam kolam itu bertahun-tahun lamanya. Ia tumbuh menjadi besar dan indah. Kau merasakan kebahagiaan yang tak pernah anda bayangkan sebelumnya.

Namun, setelah sekian lama, ikanpun menemukan jalan keluar dari kolam dan ia kembali ke sungai. Kau merasakan kepedihan yang teramat dalam, sedih, amarah, dan kekecewaan yang terlalu dalam dan tidak dapat dihadapi. Usaha dan jerih payah yang telah dilakukan ternyata berakhir begitu saja. Kau ingin mengakhiri permainan ini. Kau ingin mati saja.

Apa yang anda pikirkan setelah membaca cerita di atas?

Kolam yang sudah anda buat adalah hasil dari upaya yang maksimal. Maka ia menjadi sangat indah, ukurannya jauh lebih besar dibandingkan kondisi awalnya, karena anda telah membesarkan ukurannya, dan mengisinya dengan segala bentuk keindahan. Kolam itu akan tetap ada di situ. Kolam itu adalah milik anda.

Sedangkan Ikan, bukan milik anda. Ikan akan selalu mencari sungai. Ia tidak akan selalu berada di dalam kolam. Ia akan selalu mencari sungai kembali.

Maka ketahuilah, bahwa tugas anda bukanlah mencari ikan. Melainkan membangun kolam. Kolam itulah anda. Kolam adalah bentukan spiritual dan material anda yang sesungguhnya. Sedangkan ikan adalah materi duniawi – harta kekayaan, kesuksesan, dan gemerlap kehidupan duniawi, juga termasuk pengetahuan dunia dan pengalaman.

Mungkin anda termasuk di antara mereka yang membangun kolam karena ada ikan yang masuk terlebih dahulu. Atau anda mungkin termasuk di antara mereka yang menyadari kebenaran, dimana anda membangun kolam sebelum ikan itu datang.

Setelah kolam terbentuk sempurna, anda mungkin termasuk dari mereka yang mengalami kejadian seperti cerita di atas, yaitu kecewa bila ikan keluar dari kolam. Dan hanya sebagian kecil manusia yang menyadari bahwa pada hakikatnya, ikan itu bukan milik anda dan tidak akan pernah menjadi milik anda.

Setelah anda terpuruk, maka anda akan menyadari hancurnya ego. Anda mulai mencari hati anda dan berpikir dengan hati (taubah). Kemudian anda akan melihat betapa indahnya kolam yang anda miliki. Kemudian tidak ada yang lain yang bisa anda lakukan selain menjaga kolam tersebut, ada maupun tidak ada ikan di dalamnya. Anda terus membangun kolam tersebut tidak terpengaruh dengan ada atau tidak adanya ikan di dalamnya. Ikan tidak lagi jadi relevan untuk anda. Jika ada ikan masuk, maka anda akan menjaganya baik-baik. Dan ketika ikan itu pergi, anda pastikan bahwa ikan itu pergi dengan hati yang berbahagia dan anda merelakannya dengan hati yang berbahagia pula. Hanya ada rasa syukur di dalam hati anda. Karena anda tau kebenaran yang hakiki. Anda tau beginilah seharusnya permainan ini dimaikan. Demikianlah hidup ini harus dijalani.

Anda terus memperluas kolam anda. Anda terus menimba ilmu untuk menjadikan kolam anda lebih baik dari sebelumnya. Dan pada setiap titik waktu, anda selalu bersyukur atas keindahannya.

Entah anda sadari atau tidak, suatu saat ada sepuluh ekor ikan masuk beramai-ramai ke dalam kolam anda. Mereka hidup bebas tidak merasakan perbedaan di sungai maupun di kolam. Mereka tidak merasakan perbedaannya karena tanpa anda sadari kolam anda sudah berubah menjadi serupa sungai itu sendiri. Begitu luas dan dalamnya sehingga ikan tidak lagi melihat celah untuk membedakan kolam dan sungai. Ikan berkembang biak semakin banyak. Tak terasa beberapa tahun kemudian jumlahnya menjadi ribuan. Dan mereka pun masih tidak menemukan tapal batas ukuran kolam anda. Kolam anda menjadi terlalu besar hingga menciptakan alirannya sendiri. Air terus mengalir di dalam kolam anda. Kolam anda memiliki ekosistem sendiri. Ikan tidak perduli lagi apakah mereka akan kembali ke sungai, karena bagi mereka, mereka sudah dan selalu berada di habitat mereka. Sungai!

Apa yang anda rasakan saat itu? Anda tetap tidak merasakan memiliki ikan itu. Ikan-ikan yang jumlahnya telah menjadi ribuan itu tetap bukan milik anda. Anda justru merasa terpanggil untuk membuka lebih lebar pintu/celah di kolam anda ke sungai agar sebagian ikan bisa keluar dari kolam dengan bebas. Anda membiarkan ikan-ikan itu pergi. Sebagian besar ikan memilih tetap tinggal di kolan anda. Di sini keseimbangan terjadi.

Ikan-ikan yang beraneka ukuran, beraneka warna itu menjadi bagian dari kolam anda dan menjadi komponen penghias kolam anda. Kolam anda menjadi hidup! Dan suatu ketika anda bisa mendengar percakapan di antara mereka. Karena anda mengerti bahasa alam, anda mengetahui pengetahuan yang hakiki. Mereka bercakap-cakap mengenai pengalaman mereka berada di kolam yang lain. Mereka berbagi pengalaman, berkelakar, berkeluh kesah, bersyukur, tersenyum dan merasakan bahagia. Anda mendengar semua itu dan tidak ada rasa yang patut ditanam di dalam hati selain rasa takjub akan pengetahuan yang anda miliki saat itu. Dan tidak ada satu titik pun pada waktu yang tidak anda penuhi dengan rasa syukur kepada seluruh alam Yang Maha Satu.

Di kondisi ini anda mengetahui pula bahwa apa yang anda rasakan, dirasakan pula oleh ikan-ikan itu. Terjadi jalinan hati yang menyatu dalam ke-SATU-an. Sungai, kolam, ikan dan anda adalah SATU. Sekarang anda menjadi satu dengan semua komponen di alam ini. You now have the heart that knows everything. You now have The Knowing Heart.

“The heavens, and the earth cannot contain Me, only the hearth of My faithful servant can contain Me.”

Engkau adalah Dia. Kau adalah seluruh alam ini. Dan seluruh alam ini adalah dirimu. Kau adalah cermin untuk-Nya dan Dia adalah cermin untuk dirimu. Sebagian orang tidak mengerti hal yang paling mendasar ini, bahwa kau dan Dia adalah SATU. Inilah kebenaran yang hakiki.


The Compass (Kompas)

Tersebutlah seorang pengembara spiritual. Sejak mudanya ia haus akan pengetahuan dunia dan akhirat (spiritual). Ribuan buku telah dibacanya dan puluhan Negara telah dijelajahinya. Ia bertemu dengan banyak ilmuwan dan agamawan. Ia bertemu professor sampai ke biksu, kyai, pendeta, pastur, dari berbagai agama, semua, yang paling mengetahui mengenai ketuhanan. Ia pun mengikuti praktik-praktik ajaran-ajaran spiritual. Sang pengembara sangat ingin mengetahui kebenaran yang hakiki. Bagaimana sesungguhnya alam ini dan apa tujuan manusia diciptakan. Serta banyak pertanyaan lain yang tidak bisa ia penuhi jawabannya.

Karena kegigihannya ini, ia seperti memiliki kompas di dalam dirinya yang selalu bergerak menunjukkan arah padanya. Ia mengikuti arah kompas karena di sana ada orang lain yang cukup berilmu yang bisa ia temui untuk berdiskusi, menimba ilmu, yang mungkin dapat memenuhi dahaganya akan sebuah penjelasan yang sempurna akan kebenaran yang hakiki.

Kompas di dalam dirinya terus bergerak dan berputar. Ia pun dengan tanpa merasa lelah sedikitpun mengikuti arahan kompas tersebut. Selama 30 tahun ia terus mengembara kemanapun kompas yang ada di dalam dirinya menunjukkan arah padanya. Menginjak usianya yang ke 50 tahun, ia mulai merasa kelelahan pada fisik badannya. Ia sudah merasa kurang mampu melakukan perjalanan jauh seperti yang biasa ia lakukan. Oleh karena kehidupan yang selalu bergerak dan dinamis, maka ia tidak sempat berpikir untuk berkeluarga. Sekarang ia hidup sendiri. Sebatang kara. Namun ia masih dapat merasakan kompas di dalam dirinya selalu bergerak.

Di suatu sore, ia duduk di teras depan rumahnya. Ia melihat ada dua orang anak yang sedang bermain sepeda. Tak disengaja ia mendengarkan kedua anak itu bercakap-cakap. Seorang anak lebih besar dari yang satunya. Mereka kakak dan adik. Sang adik sedang belajar mengendara sepeda. Sang kakak mengikuti di belakanganya mengajarkan sang adik utnuk bersepeda. Setiap kali sepeda dikayuh, si adik menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri sehingga sepeda pun oleng dan jatuh. Setelah beberapa kali kejadian yang serupa menimpa si adik, sang kakak berkata,

“Janganlah kau bergoyang-goyang terus, kau akan terjatuh! Diamlah maka kau akan bergerak lurus!”

Seperti ada halilintar menyambar sang pengembara setelah mendengar ucapakan anak itu. Ia terjaga, ia terkejut. Ia manangis. Sang pengembara sekarang mengerti apa yang terjadi selama 30 tahun ini. Ia menangis dan terus menangis.

Malam harinya ia duduk di atas lantai di dalam rumahnya. Ia bermeditasi. Ia telah bermeditasi selama puluhan tahun. Namun kali ini ia melakukan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Ia melihat ke dalam dirinya. Ia melihat kompas yang ada. Masih bergerak. Kemudian ia menututp mata, berhenti mengendar melalui telinga, dan yang terutama ia putuskan tali pikiran dari otak ke seluruh tubuh. Yang terjadi kemudian adalah kompas itu berhenti bergerak.

Kompas berhenti bergerak. Bukan hanya itu, sekarang kompas itu sirna. Hanya ada jarum penunjuk yang terdiam tanpa menunjukkan arah apa-apa. Setelah 30 tahun barulah ia rasakan ‘diam’ yang sesungguhnya. Ia memasuki alam tanpa batas. Ia dalam keadaan ‘sadar’, karena seluruh chakra-nya terbuka sempurna dan ia rasakan aliran energy besar datang dari segala arah. Ia berada di suatu tempat dimana ia menemukan jawaban yang sempurna atas pertanyaan-pertanyaannya mengenai kebenaran yang hakiki.

Ia merasa seperti seorang anak kecil yang sedang di dalam pelukan erat seorang ibu. Ia merasakan aliran energy cinta yang sangat besar. Hatinya menangis karena bahagia. Tidak pernah ia merasakan cinta sebesar ini. Sekarang ia tahu segalanya.

Selama ini ia bagaikan berada di depan sebuah rumah. Ia tau ia harus masuk ke dalam rumah, namun ia ragu. Dilihatnya di halaman rumah ada rumput, pohon dan bunga.

Ia bertanya kepada rumput, “ada apa di dalam rumah?” Rumput menjawab, “ada padang luas dimana aku bisa tumbuh lebih leluasa.”

Ia bertanya kepada bunga, “ada ada di dalam rumah?” Bunga menjawab, “ada taman yang subur dimana aku bisa tumbuh.”

Ia bertanya kepada pohon, “ada apa di dalam rumah?” Pohon menjawab, “ada banyak pohon dimana aku tidak lagi sendirian.”

Malam itu sang pengembara mengerti, bahwa tidak ada satu bahasa pun di dunia ini yang mampu menjelaskan dengan sempurna kebenaran yang hakiki, Setiap bahasa akan berusaha semampunya untuk menjelaskan, namun tidak ada yang sempurna. Sekarang ia tahu bahwa semua jawaban itu pada intinya adalah sama. Rumput, bunga, dan pohon semuanya menjawab hal yang sama. Dalam bahasa ruh. Bahasa ruh adalah bahasa yang tidak terucap. Karena jika terucapkan, maka ia akan terdengar berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Selama ini ia mengikuti arah kompas. Selama ini kompas selalu menunjukkan arah yang benar, namun ia belum tau bahwa arah yang sebenar-benarnya adalah di kala tidak ada lagi arah yang dapat ditunjukkan. Dikala jarum berhenti sempurna karena tidak ada arah yang bisa ditunjukkannya.

Di dalam rumah itu hanya ada dia dan DIA. Karena pengembara dan Sang Pencipta adalah SATU. Ia adalah cermin bagi-Nya. Dan DIA adalah cermin untuk dirinya. Seperti dua cermin yg berhadapan. Masing-masing akan memantulkan bayangannya kembali. Namun kebenaran yang hakiki adalah bahwa cermin itu tidak ada.

Sang pegembara sekarang berada di dalam ketiadaan. Kosong. Realita yang selama ini ia ketahui sirna. Tidak ada wujud. Tidak ada duality. Tidak ada polarity, tidak ada apapun. Di sini semua ikatan kemelekatan antar partikel di dalam tubuh dan alam terurai dengan sempurna.

Jika kau percaya bahwa Tuhan adalah medium di mana kita eksis di dalamnya, maka tadinya ia berada di tengah-tengah medium, sekarang ia terurai dan berada pada tepian medium. Di tepian ini ia tidak bisa melihat apa-apa lagi. Karena memang tidak ada apa-apa lagi di luar ini. Hanya Nothingness. Ruh bersatu dengan Allah, Atman bersatu dengan Brahman. Ia telah bertemu Tuhan.

Kekhawatiran, sirna. keinginan, sirna. Penderitaan, sirna.

Ia dipenuhi rasa syukur.

A Secret Pathway


Anda memohon kepada Yang Maha Kuasa agar apa yang anda harapkan terwujud. Entah mungkin karena doktrin yang membuat anda berdoa dengan cara yang biasa anda lakukan. Pernahkan anda mempertanyakan apakah cara yang saya lakukan adalah yang paling benar? Apakah sebenarnya doa? Bagaimana mekanismenya?

Tulisan saya kali ini khusus untuk dibaca hanya bila anda sudah membaca seluruh tulisan saya yang lain. kalau tidak, silahkan berhenti di sini.

Yang Maha Kuasa itu, seperti itu anda meyakininya (believe) wujud di luar realita. Ia hanya ada di realita yang hakiki. Sehingga doa yang anda ucapkan tidak mungkin menembus ke luar realita ini. Doa anda tidak akan sampai ke mana pun. Tapi Tuhan Maha Mendengar. Bagaimana cara Tuhan mendengar?

Jika anda menanggap saya terlalu berani mempertanyakan Kekuasaan Tuhan yang tanpa batas, saya mohon maaf, mungkin memang saya terlalu lancang.

Tidak ada satu partikel pun di alam realita 3-braneworld ini yang mampu pergi ke braneworld manapun. Inilah sebabnya saya katakan bahwa doa anda yang anda ucapkan tidak akan kemana-mana. Keberhasilan manusia dalam kehidupannya semata-mata hanyalah hasil dari usaha dan kerja kerasnya. Saat anda berdoa, anda hanya akan mendapatkan suatu kekhusyuk-an atau konsentrasi yang akan merubah cara pandang dan gerak usaha anda. Cita-cita yang anda lantunkan dalam doa terbawa dalam gerak langkah hidup anda sehingga ketika anda berhasil mewujudkan cita-cita anda maka anda katakan, "doa saya terkabul". Apakah anda sudah mengkibuli diri sendiri?

Kemudian anda membaca atau menonton film yang berjudul "The Secret" oleh Rhonda Byrne, di sana anda mendapat penjelasan bahwa ada suatu 'kekuatan' yang menjawab semua doa anda, semua keinginan anda suatu gaya tarik-menarik antara anda dan alam semesta, antara mikro dan makro kosmos, sebuah hukum ketertarikan atau Law of Attraction. Buku ini sangat baik dalam menjelaskan mekanisme doa. Lalu, apakah pertanyaan saya sudah terjawab? Mungkin sebagian pembaca akan cukup puas dengan The Secret, namun saya belum.

Oleh String/M-Theory di perkenalkan sebuah partikel yang memiliki string tertutup (closed-loop string) yaitu graviton. Graviton adalah pertikel tidak ber-massa yang menjadi penghantar gaya gravitasi. Partikel dengan string tertutup tidak terikat oleh membrane manapun, ia dapat bebas pergi dari satu membrane ke membrane lainnya. Sedangkan partkel dengan string terbuka (seperti karet gelang yang dipotong) kedua ujungnya harus tertambat pada membrane. Sifat yang seperti ini membuat partikel dengan string terbuka terikat pada membrane dan tidak akan mampu pergi ke membrane lain.

Apakah ada partikel lain dengan string tertutup selain graviton? Belum ada yang tau. Namun diperkenalkannya graviton adalah momentum penting dalam fisika dan kosmologi. Pandangan orang atas konsep alam semesta berubah seketika. Kalau boleh saya katakan, manusia menemukan sebuah threshold baru dengan unlimitted possibilities di seberang sana. Alam semesta kita tidak unik, alam semesta kita adalah sebuah membrane 3 dimensi (3-braneworld) yang eksis di dalam ruang yang lebih besar lagi, ruang dengan dimensi lebih, dengan total jumlah dimensi-ruang hingga 10. Alam semesta kita juga berdampingan dengan alam semesta lain, parallel universe. Tidak terhingga jumlahnya. Dan hanya graviton yang mampu pergi keluar-masuk membrane-membrane itu baik yang berdimensi-ruang 3 maupun lebih.

Gravitasi adalah sebuah forsa atau gaya fundamental di alam ini yang sangat kuat (kalau boleh saya katakan yang paling kuat) di antara 3 forsa fundamental lainnya. Gravitasi mengatur gerak seluruh obyek di alam semesta, dari yang seukuran partikel terkecil hingga bintang masif dan galaksi-galaksi. Gravitasi adalah hukum alam yang mutlak. Alam patuh pada hukum ini.

Lalu, dengan diperkenalkannya graviton membuat kita berpikir. Bila demikian maka adalah benar bahwa ada suatu cara atau mekanisme yang menghubungkan realita alam ini dengan realita yang hakiki. Jika alam ini sebuah hologram, maka ada satu pathway yang menghubungkan alam hologram dengan alam realita si-pembuat alam hologram di luar sana. Sebuah jalan khusus bagi si-pembuat alam hologram yang digunakan untuk mengatur dan mengamati serta memodifikasi alam hologram buatannya.

Dari sini anda sudah mulai mengerti arah bahasan saya? Ada satu media yang dapat digunakan sebagai sarana yang menghubungkan kita dengan Yang Maha Kuasa. Sebuah cara atau sarana berkomunikasi, sebuah aturan yang membolehkan kita berpisah dari alam realita semu ini ke realita dan kesadaran yang hakiki. Benarkah demikian?

Masih ada satu keraguan dari saya. String bukanlah bahan dasar pembuat ruang dan waktu. string perlu ruang dan waktu untuk eksis. Maka bagaimana mungkin string adalah bahan dasar pembentuk ruang dan waktu? Bahan dasar pembentuk ruang-waktu haruslah tidak boleh terikat oleh ruang-waktu itu sendiri. Maka sesuatu itu adalah zero-brane. Sebuah entitiy berdimensi Nol. Jika di siniliah batas realita kita, maka graviton tidak mungkin bisa ke sana. Graviton adalah partikel realita, bukan zat realita yang hakiki.

Namun graviton adalah sebuah partikel penghantar yang terbaik. Bayangkan jika kita hidup di dalam animasi sebuah komputer. Dengan ditemukannya secret pathway, atau jalan rahasia itu, kita bisa mengerti bagaimana alam ini diatur, kita bisa memahami sehingga bisa mengerti apa yang harus kita lakukan. Kita pun mampu keluar dari memory komputer (RAM), kita bisa tau bahwa alam kita adalah sebuah animasi dan kita mampu menyadarinya. Namun hanya stop sampai di situ. Sejauh apapun yang bisa kita tempuh melalui jalan rahasia itu, kita tidak mampu wujud di luar komputer. Saat komputer di-unplug, maka alam ini sirna. We cease to exist, dan kita akan kembali ke pencipta animasi, karena kita hanyalah sebuah proyeksi daya cipta dari si programmer.

Tidak ada kata yang tepat yang bisa saya gunakan, namun saya berusaha menyimpulkan. Artikanlah dengan bijak. Alam kita adalah sebuah mimpi Yang Maha Kuasa. Sebuah proyeksi suatu Kehendak Sang Maha Pencipta. Kita wujud di alam itu.

Aku adalah Dia. Dia adalah Aku. Doa-ku adalah kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah Doa-ku.

Braneworlds


Sebuah buku menarik telah saya baca. “The Fabric of the Cosmos”. Sebuah komentar mengatakan “Another Hawking, only better” untuk sang penulis. Dialah Brian Greene dari Columbia University yang juga penulis “The Elegant Universe” yang menjadi best seller. Tidak hanya buku, sebuah tiga episode film berjudul sama, “The Elegant Universe” diproduski oleh NOVA dan PBS dan bisa di tonton online di internet. Bagi yang lebih menyukai menonton film ketimbang membaca buku, Film ini sangat bagus dan lebih mudah dimengerti. Rasa takjub saya kepada alam semesta bertambah dan membuat saya berpikir panjang.

Sempat saya angkat sedikit tulisan saya ke sebuah mailing list di internet, dan mendapatkan banyak tanggapan. Sungguh sebuah topik yang sangat serius dan menggugah siapa pun untuk ikut serta dalam diskusi panjang dan meluas hingga kepada agama.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari beberapa buku fisika yang saya baca namun saya berusaha untuk menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti dan berharap bisa menjadi sebuah referensi sederhana bagi siapa pun.


Fisika Klasik

Perjalanan kita dimulai dari sebuah kecelakaan di masa lampau yang menimpa kepala seorang pemikir terkenal. Sebuah apel jatuh dari pohonnya dan memberi ide kepada Isac Newton. Ide apel yang jatuh ini merupakan awal popularitas gaya atau forsa (force) gravitasi yang diperkenalkan Newton. Forsa gravitasi-lah yang menyebabkan apel jatuh. Forsa ini pula lah yang menyebabkan planet melintas pada orbitnya mengelilingi matahari. Karya Isac Newton mengenai forsa gravitasi dalam bukunya yang tekenal “Principia of Mathematica” masih digunakan orang hingga sekarang untuk meluncurkan roket mengelilingi bulan dan mengirimkan rover ke planet Mars.

Newton berhasil merubah pandangan orang. Gaya tarik-menarik yang tak terlihat itu bisa dihitung dan menjadi nyata dalam aplikasinya. Gravitasi adalah sebuah forsa fundamental di alam ini. Walaupun demikian Newton belum bisa menjawab apakah gravitasi tersebut.


Fisika Relativitas Umum

Dr. Albert Einstein Dari sebuah kantor paten di Swiss, ilmuwan muda, Albert Einstein menyelidiki cahaya. Ia menemukan bahwa cahaya merambat dengan kecepatan sangat tinggi dan tidak ada satu obyek pun yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya adalah konstan dan sama di mana saja di alam semesta ini. Einstein memperkenalkan kepada dunia sebuah konsep dan cara berpikir baru mengenai ruang-waktu.

Dalam menyelidiki ini, Einstein menemukan bahwa sebuah benda massif di alam semesta seperti bintang atau matahari kita, melengkungkan ruang. Anda bisa membayangkan sebuah bola bowling di atas permukaan trampoline. Karet trampoline melendut atau melengkung ke bawah karena massa bola bowling. Kemudian bila sebuah bola yang lebih kecil dan lebih ringan massanya, misal bola tennis, digelindingkan di samping bola bola bowling menyeberangi permukaan trampoline, maka lintasan bola tennis akan membelok dikarenakan permukaan karet trampoline yang melengkung. Einstein menemukan apa yang disebut forsa gravitasi.

Lintasan planet yang mengelilingi matahari sebenarnya adalah lintasan planet yang bergerak lurus namun terlengkungkan oleh ruang yang melengkung dikarenakan massa matahari di dekatnya.

Lalu apa yang terjadi bila tiba-tiba matahari lenyap? Menurut Newton, planet-planet akan kehilangan forsa gravitasi dari matahari dan seketika itu pula melanjutkan gerak lurusnya menjauh dari matahari. Ilustrasi yang benar namun tidak seluruhnya tepat. Einstein menambahkan bahwa cahaya memerlukan waktu 8 menit untuk mencapai bumi. Jika tiba-tiba matahari lenyap, maka kelengkungan ruang yang disebabkan massa matahari akan kembali ke kondisi ruang yang rata. Dengan kata lain anda bisa membayangkan permukaan trampoline yang menjadi rata kembali ketika bola bowling diangkat, atau permukaan air yang beriak kemudian tenang kembali. Sebuah riak gelombang terjadi dari pusat lokasi matahari. Gelombang forsa gravitasi ini merambat dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan cahaya. Sehingga Einstein mengemukakan bahwa planet bumi tidak akan langsung meninggalkan orbitnya sebelum 8 menit, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh forsa gravitasi untuk mencapai bumi dari matahari.

Einstein menerbitkan teori Relativitas Umum. Forsa gravitasi berhasil dijelaskan. Hingga kini, Relativitas umum merupakan teori yang mampu dengan baik menjelaskan pergerakan benda-benda massif di alam semesta seperti planet, matahari, dan galaksi. Teori relativitas menjelaskan alam semesta dalam ukuran besar. Einstein meyakini bahwa alam semesta berperilaku teratur seperti yang diamati dikarenakan mematuhui hukum-hukum fisika. “Tuhan tidak bermain dadu”, ucapnya.

Einstein membuka wawasan tentang bagimana orang seharusnya melihat ruang dan waktu. Ruang dan waktu bagaikan sebuah fabric atau lembaran kain yang membentang. Ruang-waktu dapat mengkerut, meregang, terpilin dan terdistorsi oleh medan gravitasi dari benda massif.


Fisika Quantum

Mulai dari sini tulisan saya akan lebih rumit untuk diikuti, saya pun menemukan kesulitan dalam menuliskannya. Kehadiran Einstein yang cemerlang dan teorinya yang memukau membangkitkan semangat seluruh fisikawan teoretis diseluruh dunia. Gagasan-gagasan baru diajukan dalam waktu yang hampir bersamaan. Pada kesempatan ini saya hanya akan menyinggung yang penting-penting saja.

James Clerk MaxwellListrik (electricity) adalah sebuah forsa. Magnet juga febuah forsa. Orang menemukan bahwa listrik dan magnet adalah relevan, keduanya saling berpengaruh. James Clerk Maxwell berhasil menggabungkan kedua forsa tersebut menjadi sebuah forsa fundamental alam lainnya selain forsa gravitasi, yaitu forsa Electromagnetic (EM). Forsa EM dihasilkan oleh alam setiap saat, bahkan setiap partikel membawa muatan listrik yang mempengaruhi secara signifikan interaksi antar pertikel.

Maxwell mengirimkan sebuah paper kepada Einstein untuk dipublikasikan. Maxwell meyakini bahwa selain forsa gravitasi yang merambat pada dan melengkungkan ruang, forsa EM juga demikian, dan forsa EM memerlukan ruang untuk merambat. Tapi dimana? Untuk menjawab ini maka Maxwell mengusulkan sebuah dimensi ruang tambahan agar Forsa EM tersebut dapat merambat. Einstein menerima ide Maxwell ini. Diterimanya sebuah dimensi ruang tambahan adalah sebuah momentum awal manusia dalam mengkoreksi cara pandang terhadap alam. Lalu, dimana letak dimensi tambahan ini? Mengapa kita tidak melihatnya?

Ilmuan lain, Kaluza dan Klein mengusulkan bahwa dimensi extra itu sangat kecil. Bayangkan saja bila anda melihat sebuah kawat listrik dari jauh. Anda melihat kawat tersebut sangat kecil bagaikan sebuah tali yang memiliki panjang saja tanpa lebar. Namun bila kita melihat dari jarak yang sangat dekat, misalkan dari pandangan seekor semut, maka seekor semut itu dapat bergerak maju, mundur serta berputar ke kanan dan ke kiri di badan kawat listrik tersebut. Inilah dimensi extra yang tak tampak tesebut. Kaluza-Klein mengusulkan bahwa dimensi extra berukuran sangat kecil di setiap titik lokasi pada ruang. Karena terlalu kecil maka ia tak terlihat.

Einstein terinspirasi oleh forsa EM ini dan meyakini bahwa untuk mengerti alam ini secara fundamental maka forsa Gravitasi harus bisa disatukan dengan forsa EM. Sebuah penggabungan atau unification. Sejak saat itu seluruh hidupnya dihabiskan untuk menemukan sebuah rumusan tunggal yang mampu menjelaskan forsa gravitasi dan EM.

Sementara itu Neils Bohr memperkenalkan model atomnya yang diterima dengan baik, yaitu bahwa atom terdiri dari inti, inti terbentuk dari proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral, di sekitar inti mengorbit electron yang bermuatan negatif.

Di sinilah orang mulai berpikir pada semesta yang sangat kecil. Untuk mengerti perilaku alam semesta secara keseluruhan, maka orang harus mengerti interaksi antar partikel. Penelitian ini menghantarkan orang pada alam sub-atomic. Disinilah lahirnya fisika quantum. Jika Teori Relativitas menjelaskan alam semesta dalam ukuran besar, maka fisika quantum menjelaskan alam semesta dalam ukuran sangat kecil.

Namun terjadi sebuah kontradiksi. Pada ukuran alam yang sangat kecil ini, gravitasi bagaikan tidak punya gigi. Maksudnya, forsa gravitasi tidak memiliki peran sama sekali dalam reaksi antar partikel. Malahan, fisikawan berhasil menemukan forsa fundamental lainnya, yaitu forsa nuklir Kuat (Strong Nuclear Force) yang merekatkan inti atom pada tempatnya, dan forsa nuklir lemah (Weak Nuclear Force) yang menyebabkan peluruhan atom atau radiasi.

Sejauh ini telah ditemukan seluruh forsa fundamental alam. Mereka adalah forsa gravitasi, forsa electromagnetic, forsa nuklir kuat dan forsa nuklir lemah. Ditinjau dari kekuatan energi-nya, maka forsa nuklir kuat adalah yang terkuat. Ini telah dibuktikan dengan dibuatnya bom atom. Peledakan bom atom adalah sebuah pelepasan energi forsa nuklir kuat yang disebabkan oleh pemisahan partikel pada inti atom. Pemecahan inti atom ini membuat luruhnya (radiasi) atom yang energi-nya (energi forsa nuklir lemah) masih dapat dideteksi hingga sekarang.

Forsa gravitasi adalah yang terlemah di antara ketiganya. Bila dibandingkan dengan forsa EM saja, maka forsa EM trilyunan kali lebih kuat. Forsa Gravitasi hanya dapat dirasakan pada benda-benda ber-massa sangat besar seperti planet dan bintang. Pada alam quantum, forsa gravitasi tidak memiliki pengaruh, karena kekuatan forsa ini terlalu kecil untuk diperhitungkan.

Sebuah dilema dan masalah serius bagi fisikawan. Unification mengalami kendala.

Pada kesempatan lain, Roger Penrose dan Stephen Hawking mendalami sebuah fenomena alam, yaitu keruntuhan bintang. Sebuah bintang dapat runtuh bila setiap partikel yang membentuknya kehilangan energi. Electron yang kehabisan energi akan jatuh ke inti atom. Ukuran atom mengkerut sangat signifikan sehingga ukuran bintang itu pun mengkerut ke ukuran yang sangat kecil. Namun demikian, forsa gravitasi tidak berubah. Singkatnya, pada ukuran yang sangat kecil ini, forsa gravitasi sangat kuat. Ruang terlengkungkan ke ukuran tak hingga.

Demikian kuatnya forsa gravitasi hingga cahaya pun tidak dapat lolos. Bila cahaya tidak dapat lolos, maka kita tidak mungkin bisa melihat bintang runtuh tersebut. Keberadaan bintang runtuh ini hanya dapat dilihat dengan memperhatikan daerah hitam gelap di langit yang memiliki gravitasi kuat. Oleh kerenanya bintang runtuh lebih sering disebut lubang hitam (black hole).

Cahaya, atau partikel cahaya yang disebut photon yang jatuh ke dalam lubang hitam tidak akan dapat lolos. Namun pada jarak tertentu dari inti lubang hitam dimana forsa gravitasi tidak terlalu kuat sehingga cahaya masih dapat bertahan untuk tidak jatuh namun terlalu lemah untuk bisa lolos, maka cahaya tersebut hanya dapat melayang-layang di situ. Jarak ini disebut horizon peristiwa (event horizon). Dinamakan demikian karena dipercayai jika cahaya berhenti bergerak, maka waktu setempat ikut berhenti.


Singularitas dan Penciptaan Alam Semesta

Saya rasa perlu untuk meninjau bahasan ini. Tujuan akhir fisika adalah untuk mengerti perilaku alam semesta, bagaimana terciptanya dan untuk apa diciptakan. Pertanyaan terakhir terdengar seperti keinginan manusia untuk mengerti pikiran Tuhan. Namun apabila memang Tuhan menciptakan alam ini dengan alasan khusus, maka jawabannya tentu saja dengan harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan bagaiman alam semesta ini diciptakan.

Penrose memberi ide kepada Hawking mengenai asal-usul alam semesta. Ditambah dengan Sebuah pengamatan mengenai alam semesta yang mengembang, menyimpulkan bahwa suatu saat di masa lampau, alam semesta ini berukuran sangat kecil. Hawking menegaskan bahwa alam semesta ini berawal dari sebuah titik tunggal sangat kecil. Sebuah singularitas.

Singularitas berasal dari kata singular atau sebuah kondisi “tunggal”. Di titik awal terbentuknya ruang-waktu ini, seluruh forsa fundamental alam seharusnya masih berupa satu forsa tunggal. Kemudian seperti halnya ledakan bom nuklir, pecahnya sebuah forsa tunggal ini menjadi empat forsa alam menghasilkan ledakan yang Maha dahsyat, yang disebut “Big Bang”.

Big Bang adalah peristiwa penciptaan alam semesta ini. Sebuah peristiwa terpecahnya sebuah forsa tunggal menjadi 4 forsa fundamental.

Alam mengembang hingga sekarang dan membentuk bintang dan planet.

Penemuan lubang hitam bagaikan melihat Big Bang dari arah terbalik. Lubang hitam adalah singularitas. Maka untuk mengerti bagaimana alam semesta ini diciptakan, adalah dengan menggabungkan keempat forsa yang ada. Sampai hingga fase ini, manusia sudah berhasil menggabungkan forsa EM dengan forsa nuklir lemah menjadi forsa elektrolemah (Electroweak Force). Juga elektrolemah digabungkan dengan forsa nuklir kuat menghasilkan sebuah framework yang diyakini sebagai “model standard” (Standard Model) dari sebuah teori pamungkas yang mampu menjelaskan asal usul alam semesta dalam sebuah teori tunggal; “Teori Segala Hal”, atau ”Theory of Everything (TOE)”


Relativitas VS Quantum

Lubang hitam adalah sebuah momok bagi fisika saat itu. Dikala mereka melupakan forsa gravitasi karena dinilai terlalu lemah, di depan mata mereka terpampang peristiwa nyata mengenai penyatuan forsa-forsa tersebut ke dalam sebuah singularitas. Bagaimana sebuah obyek berukuran tak-hingga kecilnya menghasilkan gravitasi begitu besarnya? Bagaimana menjelaskan mekanika lubang hitam ini?

Teori Relativitas tidak berlaku di alam berukuran quantum karena pada teori ini forsa gravitasi sangat berperan dan hanya melibatkan benda-benda besar. Teori fisika quantum mampu menjelaskan alam sangat kecil ini namun ia tidak bisa melibatkan forsa gravitasi.

Kesimpulannya, fisika runtuh di lubang hitam. Benar-benar sebuah lubang hitam yang sangat gelap karena tidak ada satu pun perangkat ilmu yang mampu menjelaskannya.


Strings Theory

Agak kembali sedikit ke masa lampau, saat hampir semua fisikawan berbondong-bondong menyelidiki fisika quantum, ada sebagian kecil, mungkin boleh dikatakan, satu atau dua orang saja yang tersisa dari seluruh ilmuwan yang ada di dunia ini yang tidak mengikuti jejak rekan-rekan yang lainnya.

Saat semua orang beranggapan bahwa wujud atom dan partikel berbentuk menyerupai titik atau bola, maka sebagian kecil ilmuwan ini menemukan kemungkinan lain dari persamaan matematis yang membawa mereka pada ide liar bahwa kesalahan fisika selama ini terletak pada ‘bentuk’. Kita telah keliru memandang partikel berbentuk bola. Mereka menemukan bahwa pertikel berbentuk tali atau string.

Lalu apa implikasinya jika pertikel fundamental berbentuk string?

String berukuran sangat kecil, yaitu berjuta-juta kali lebih kecil dari quark. Untuk membayangkan ukuran string yang sangat kecil ini, bayangkanlah bila sebuah atom adalah tata surya kita, maka sebuah string berukuran sebuah pohon di bumi. String super kecil ini yang saking kecilnya dianggap hanya memiliki panjang saja (satu dimensi-ruang) bergetar dan variasi getarannya itulah yang menghasilkan apa yang kita amati sebagai partikel-partikel. Para pengusung teori string ini mengatakan bahwa string adalah satu-satu nya bahan dasar pembentuk ruang dan waktu. Yang kita amati sebagai beraneka ragam partikel itu sebenarnya adalah hasil variasi getar string-string yang sama.

Dengan demikian maka perhitungan atau persamaan matematikanya menjadi berubah sama sekali. Alam fisika quantum yang tadinya mengabaikan forsa gravitasi sekarang dapat menerima forsa gravitasi tersebut sebagai bagian dari persamaan matematisnya. Atau boleh dikatakan telah ditemukan forsa gravitasi di alam quantum. Fisika relativitas dan fisika quantum berhasil disatukan. Teori string diduga kuat sebagai teori pamungkas yang dicari, sebuah teori tunggal yang mampu menjelaskan perilaku alam semesta ini; sebuah teori segala hal.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana forsa gravitasi ditemukan dalam persamaan matematika fisika quantum? Untuk menyinggung ini, perlu kita kilas balik sedikit sekelumit sejarah panjang perkembangan teori string.

Teori string tidak terjadi dalam semalam saja. Diawali di tahun 1968, oleh seorang fisikawan muda asal Italy, Gabriele Veneziano, sekarang bekerja untuk CERN, yang mempelajari persamaan matematis yang menjelaskan forsa nuklir kuat. Ditemukannya persamaan ini membuka jalan pada penelitian forsa tersembunyi di inti atom. Kemudian penelitian menggugah ilmuwan lainnya, Leonard Suskind dari Stanford University yang melihat bahwa persamaan tersebut mengindikasikan sesuatu yang tersembunyi, sebuah partikel yang memiliki struktur internal yang bisa melendut dan meregang. Partikel ini bukan berbentuk titik atau bola, namun berbentuk string yang secara alami bergerak lentur. Temuannya ini sempat tidak mendapat tanggapan dari fisikawan lainnya.


John H. Schwarz dan Michael B. Green

Adalah seorang fisikawan yang melanjutkan penelitian mengenai string ini, di tahun 1973, yaitu John H. Schwarz dari California Institute of Technology, mengemukakan bahwa jika string ini benar, maka string akan mampu menjelaskan banyak misteri alam ini. Schwarz berhasil menarik perhatian para ilmuwan dunia dan orang mulai banyak bergabung mendalami teori radikal ini.

Namun teori string mengalami kendala besar. Yaitu terdapat beberapa anomali pada perhitungan atau persamaan matematisnya. Pertama, teori string melibatkan sebuah partikel bermassa nol dan partikel tachyon, yaitu partikel yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Telah disinggung sebelumnya bahwa Teori Relativitas tidak membenarkan adanya obyek yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Teori string sekali lagi nyaris turun pamor.

Michael B. Green dari Cambridge University bergabung dengan Schwarz untuk mengkaji dan membedah persamaan matematis teori string ini lebih dalam. Di tahun 1984 Mereka berhasil meniadakan anomali tersebut. Mereka menemukan bahwa partikel aneh yang menjadi momok teori ini sebenarnya adalah “graviton” yaitu partikel untuk forsa gravitasi. Peristiwa sangat bersejarah ini dikenal sebagai salah satu yang menggemparkan dunia. Schwarz dan Green menemukan forsa gravitasi dalam persamaan mereka. Mereka berhasil gemilang meniadakan anomali.

Lebih banyak lagi orang ikut bergabung melanjutkan perjuangan Schwarz dan Green hingga kemudian sebuah kendala besar dihadapi mereka kembali, yaitu: Teori string melibatkan dimensi extra. Seperti yang kita kenali bersama bahwa kita hidup di alam dengan 3 dimensi-ruang yaitu panjang, lebar, dan tinggi ditambah 1 dimensi waktu menjadikan total = 4 dimensi ruang-waktu. Namun string harus bergerak di lebih dari 3 dimensi ruang itu. String harus bergerak di 9 dimensi ruang. Sehingga menurut teori string, alam yang kita tempati ini sebenarnya memiliki 10 dimensi ruang waktu.

Lalu dimana ke-enam dimensi ruang lainnya? Mengapa kita tidak bisa melihat atau merasakannya? Sekali lagi Kaluza dan Klein mengajukan bahwa 6 dimensi ruang ini berukuran sangat kecil sehingga tidak bisa teramati.

Namun kemudian orang mulai menerima kehadiran dimensi ektra ini karena memang HARUS ada dimensi extra di alam ini bagi string untuk wujud. Dimensi extra adalah sebuah temuan fenomenal.

Terdapat 5 teori string. Ini merupakan masalah besar. Bagaimana sebuah teori segala hal hadir dalam 5 variasi? Setiap teori sama-sama benar namun memiliki perbedaan mendasar pada persamaan matematisnya.

Strings / M-Theory Edward Witten Barulah Pada tahun 1995, pada konvensi fisika sedunia, seorang fisikawan yang kemudian menjadi sangat terkenal, yaitu Edward Witten, dari Institute for Advance Study, mempublikasikan papernya. Edward Witten dijuluki sebagai orang tercerdas di planet bumi ini dan mendapat julukan “the true successor of Einstein”, ia berhasil menggabungkan ke-lima teori string menjadi sebuah teori tunggal yaitu M-Theory.

Witten mengemukakan bahwa kelima teori string itu sebenarnya hanyalah ragam cara melihat suatu hal yang sama. Kita bagaikan berada dalam ruangan gelap gulita dan saling meraba seekor gajah yang sama di depan kita. Sebagian meraba kepalanya, sebagian meraba kakinya, sebagian meraba belalainya dan sebagian meraba badannya, begitu Edward Witten memberikan penerangan di dalam ruangan, barulah orang menyadari bahwa sebenarnya mereka semua meraba seekor gajah yang sama.

Penerangan yang dibawa oleh Witten dalam M-Theory nya ini adalah dengan menghadirkan sebuah dimensi ruang tambahan ke dalam hitungan matematis teori string. Seluruh persamaan menjadi klop dan semuanya mejadi masuk akal. Kini alam kita diyakini oleh string/M-theory memiliki 10 dimensi ruang menjadikannya total 11 dimensi ruang-waktu.

Edward Witten tidak menyebutkan kepanjangan dari “M” itu.


Braneworlds

M-theory mengemukakan bahwa: String merupakan tali super kecil yang memiliki panjang saja (1 dimensi) dengan kedua ujungnya terbuka (open loop). Terdapat string yang melar hinga memiliki panjang dan lebar (2-dimensi), membentuk membrane (disingkat, “brane”) atau sebuah lembaran super tipis. Kita sebut ini sebagai 2-brane. Sedangkan string 1 dimensi disebut dengan 1-brane. Kedua ujung string 1-brane harus melekat / bertumpu pada 2-brane. Perbedaan signifikan terjadi setelah hadirnya M-Theory adalah bahwa orang mulai meninggalkan gambaran dimensi extra yang terpilin sangat kecil itu. M-Theory memberi gambaran pada kemungkinan yang berlawanan, yaitu bahwa dimensi-ruang extra itu berukuran sangat besar. Kita mungkin hidup di alam semesta 3 diemensi-ruang yang berada di dalam sebuah dimensi-ruang yang lebih besar lagi. Bahwa alam semesta kita berupa membrane 3 dimensi ruang atau 3-brane, dan alam 3-brane kita berada di dalam alam berdimensi lebih tinggi – yaitu alam 4 dimensi-ruang atau 4-brane.

Agar lebih mudah mengerti konsep membrane ini, bayangkanlah bahwa layar televisi anda adalah sebuah dunia dua dimensi. Pemain film di dalam televisi hidup di alam dengan 2 dimensi-ruang saja (hanya memiliki dimensi panjang dan lebar) mereka tidak memiliki dimensi ruang ke-tiga. Mereka tidak tau dan tidak menyadarinya. Jarak antara mata anda ke layar televisi adalah sebuah dimensi-ruang ke-tiga yang tidak dimiliki alam dalam televisi itu. Atau boleh saya dikatakan bahwa untuk menemukan dimensi extra, maka makhluk yang hidup di dimensi layar televisi harus keluar dari layar televisi tersebut.

Sampai tahap ini apakah anda sudah bisa membayangkannya? Sekarang coba bayangkan alam semesta kita adalah layar televisi tersebut. Televisi dengan 3 dimensi ruang. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-empat yang tidak dimiliki oleh alam kita. Alam di luar alam kita adalah sebuah alam semesta yang memiliki 4 dimensi-ruang.

Sekarang bayangkan bila alam semesta dengan 4 dimensi-ruang itu adalah sebuah layar televisi. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-lima yang tidak dimiliki oleh alam 4 dimensi-ruang.

Demikian seterusnya.

Marilah kita lanjutkan membayangkan dengan cara yang sama ke alam semesta kita.

Alam semesta kita yaitu 3-brane berada di membrane yang lebih tinggi; 4 brane. Atau boleh saya katakan alam 3-brane kita dibungkus oleh alam 4-brane. M-Theory mengatakan bahwa alam 3-brane kita memiliki kemungkinan exist berdampingan dengan alam 3-brane lainnya (parallel universe). Ada berapa banyak parallel universe? Tidak ada yang tau.

Lalu dimana dimensi 5, 6, 7, 8, 9, dan 10? Mari kita lanjutkan lagi membayangkannya. Bila alam 3-brane dibungkus alam 4-brane, maka: Alam 3-brane dibungkus oleh alam 4-brane (lapis 1) Alam 4-brane dibungkus oleh alam 5-brane (lapis 2) Alam 5-brane dibungkus oleh alam 6-brane (lapis 3) Alam 6-brane dibungkus oleh alam 7-brane (lapis 4) Alam 7-brane dibungkus oleh alam 8-brane (lapis 5) Alam 8-brane dibungkus oleh alam 9-brane (lapis 6) Alam 9-brane dibungkus oleh alam 10-brane (lapis 7)

Alam semesta kita dibungkus oleh alam lainnya yang berdimensi-ruang lebih tinggi. Dan di setiap membrane terdapat parallel universe.


String terbuka (opened-loop string) yang kedua ujungnya tertambat pada membrane.


Graviton

M-Theory diterima luas sebagai teori elegan dengan keindahan matematika tingkat tinggi. Inilah sebuah wujud pencapaian peradaban manusia terkini.

Untuk melengkapi pemaparan saya, saya akan singgung sedikit lagi kelanjutan atau perkembangan dari teori ini.

String tertutup (closed-loop string) String dipercaya memiliki bentuk open-loop atau kedua ujungnya terbuka dan menumpu pada membrane lain. Namun diyakini ada pula string dengan ujungya saling bertautan (besambung) sehingga membentuk closed-loop. Dengan ujung yang tidak bebas ini maka string jenis ini tidak bisa bertumpu pada membrane. Jenis string seperti ini bebas melayang ke ruang mana saja dan menyebrang ke membrane lain. String dengan closed-loop ini adalah Graviton.

Masih ingat forsa gravitasi yang dianggap paling lemah diantara forsa yang lainnya? Dengan sifat graviton yang bebas itu maka forsa gravitasi sesungguhnya sangat kuat, bahkan mungkin sama kuatnya dengan forsa Electromagnetic. Ia tampak lemah karena sebagian kekuatan forsa gravitasi mampu menyebrang ke brane lainnya dengan bebas.

Graviton adalah satu-satunya partikel saat ini yang diyakini bebas bergerak menyebrang ke membrane lainnya. Forsa lainnya tidak bisa meninggalkan suatu membrane. Sehingga tidak mungkin kita bisa melihat alam brane lain atau parallel universe karena cahaya tidak dapat keluar dari membrane. Forsa nuklir kuat, forsa nuklir lemah, Electromagnetic dan cahaya terperangkap di dalam sebuah membrane.

Satu hal yang menjadi perhatian dunia adalah membuktikan keberadaan string melalui percobaan laboratorium. String adalah teori elegan yang belum terbukti melalui experimen. Namun dengan syarat yang ditentukan oleh teori ini sendiri, terbuka peluang untuk membuktikannya dan upaya pembuktian ini menjadi prioritas utama. Antara lain adalah sedang berjalannya usaha bersama antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan California Intitute of Technology (CIT) dan didanai oleh The National Science Foundation membangun sebuah Observatory raksasa yang bukan berbasis cahaya maupun radio, melainkan berbasis forsa gravitasi. Harapannya adalah terdeteksinya graviton yang muncul semerta-merta membawa signature dari alam semesta membrane lain. Wahana ini dinamakan Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory (LIGO). Juga direncanakan untuk dibangun Versi luar angaksa dari LIGO, adalah Laser Interferometer Space Antenna (LISA).


Ilustrasi Graviton bergerak meninggalkan membrane

Usaha lainnya sedang dilakukan Fermilab, sebuah laboratorium di Illinois yang memiliki atom smasher, yaitu sebuah Akselerator Partikel yang berfungsi untuk mempercepat inti atom hydrogen dalam suatu lintasan sepanjang 4 mil untuk kemudian ditabrakkan dengan inti atom Hydrogen lain ujung lintasan. Inti atom yang ditabrakkan akan terpecah dan menghasilkan siraman partikel-partikel yang lebih kecil. Sebelum M-Theory, ilmuwan hanya berusaha mengindentifikasi siraman partikel-partikel baru tersebut, namun kali ini mereka berusaha mendeteksi partikel graviton yang muncul saat terjadi tabrakan. Namun graviton akan muncul hanya sekejap karena graviton yang berdiri sendiri akan langsung menyeberang ke membrane lain. Graviton yang muncul dan hilang hanya dalam sekejap ini tidak akan memberi kesempatan pengamat untuk mendeteksinya. Untuk mengatasi ini maka pendeteksian graviton ditandai dengan absen-nya partikel tersebut sesaat setelah tabrakan.


Fermilab

Hal serupa akan disusul oleh sebuah atom smasher raksasa yang sedang dalam tahap pembangunan yang memiliki kekuatan 7 kali lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki Fermilab. Atom smasher dan Akselerator Partikel raksasa ini adalah milik CERN, Swiss.


Large Hadron Collider (LHC) milik CERN, akselerator partikel terbesar di dunia


Jutaan dollar telah dikeluarkan untuk pembangunan alat-alat raksasa tersebut dan mereka saling berlomba sebagai yang pertama kali menemukan graviton. Jika graviton ditemukan, maka teori string kukuh dan benar dengan seluruh impllikasinya; braneworlds yang meggambarkan alam semesta kita ini berlapis dengan 11 dimensi ruang-waktu adalah benar. Dan alam semesta ini bisa terjelaskan dengan sebuah teori tunggal, “Theory of Everything”.


Membranes

Zero-Brane

Perkembangan lain dari String/M-Theory adalah munculnya sekelompok ilmuwan yang menemukan kejanggalan atas statement bahwa string adalah satu-satunya ingredient atau bahan dasar pembentuk ruang dan waktu. Pertanyaan mereka adalah, jika string perlu ruang dan waktu untuk bergetar dan bergerak, bagaiman bisa mereka dinobati sebagai bahan dasar pembentuk ruang-waktu?

Jikapun harus ada bahan dasar yang paling fundamental yang membentuk ruang-waktu, maka entity ini haruslah tidak terikat oleh ruang-waktu, atau space-less and time-less entity . Entity semacam ini tidak mungkin berbentuk string, melainkan sebuah titik tanpa dimensi atau berdimensi nol; Zero-Brane Entity. Usulan ini patut mendapat perhatian karena usulan ini meng-klaim bahwa string bukanlah bahan fundamental pembentuk ruang waktu.

Zero-Brane yang berbentuk titik tanpa dimensi ini haruslah teratur menandai setiap titik pada ruang namun tidak terikat oleh ruang. Titik-titik teratur bagai grid. Teori ini dikenal sebagai Matrix Theory. “M” sebagai “Matrix” dari M-theory.


Kesimpulan

Sampailah saya pada bab kesimpulan yang saya persiapkan untuk menyimpulkan serta memberi pendapat atau usulan kepada pembaca sebagai bahan pemikiran dan diskusi.

Dulu Stephen Hawking pernah bertanya, jika ruang dan waktu akan hancur suatu saat nanti dalam sebuah kehancuran besar atau Big Crunch maka dimana letak Tuhan? Hawking mendapat julukan atheis (tidak percaya Tuhan). Namun saya pun pernah menanyakan hal serupa. Seorang teman memperingatkan saya agar berhati-hati dan menghindari diri dari kekafiran. Tapi saya yakin kita adalah manusia ciptaan Tuhan yang diberi karunia otak yang berkemampuan mempertanyakan pertanyaan tersebut. Lalu kenapa harus jadi kafir karenanya?

Keyakinan dan rasa ingin tau saya, saya salurkan dengan mempelajari ilmu-ilmu kebatinan, fisika, serta melakukan wawancara kepada beberapa pemuka agama. Kesimpulan yang saya dapat adalah yang tertuang di dalam tulisan saya ini.

Orang mengatakan bahwa Tuhan itu lebih besar dari alam semesta ini. Ia tidak mungkin hancur oleh ciptaanNya sendiri. Benar! Saya setuju, lalu tentunya ada penjelasan logis yang menempatkan Tuhan di posisi yang Maha Besar itu.

Di alam semesta yang kita tempati ini, kita hidup di sebuah planet bernama bumi. Bumi dan planet-planet lannya mengorbit mengelilingi matahari. Ini sebuah tata-surya. Tata surya kita ini adalah satu dari milyaran tata surya lain dalam sebuah galaksi yang bernama bima sakti. Galaksi Bima sakti adalah satu dari milyaran galaksi lain dalam sebuah cluster galaksi. Dan cluster galaksi tersebut merupakan satu dari milyaran cluster galaksi lainnya. Seluas itulah alam semesta kita. Dan Bumi bagai sebuah debu yang sangat kecil. Perjalanan ilmu pengetahuan manusia telah melawati tapal batas alam semesta ini dan sekarang sedang berusaha menyeberang ke alam semesta lainnya yang berdimensi lebih.

Mampukah manusia menembus hingga 10-braneworlds (alam semesta paling tertinggi)? Apakah kita akan menemukan Tuhan di sana?

Ada ketentuan yang telah saya singgung di atas; Tuhan tidak mungkin terbelenggu oleh ciptaanNya sendiri. Tuhan tidak mungkin berada di dalam salah satu-pun ruang membrane/braneworlds. Tuhan tentunya juga tidak mungkin terikat oleh “waktu” yang diciptakannya sendiri. Tuhan adalah sebuah entity yang terbebas dari ruang dan waktu. Tuhan pastilah menguasai sebuah realm dimana ruang dan waktu tidak relevant; The Zero-Brane Entity.


Lain-lain

Ide untuk kajian-kajian lain memenuhi kepala saya saat itu, seperti; Bagaimana manusia bisa menyeberang ke alam brane lain sedangkan cahaya saja tidak mampu menembusnya? Bagaimana Malaikat hilir mudik dengan mudahnya dari satu brane ke brane yang lainnya Seberapa kuasanyakah manusia untuk bisa menguasai itu semua?

Dibawah ini adalah hasil diskusi saya bersama rekan-rekan saya;

Tidak ada partikel yang mampu pergi ke alam brane lain selain graviton. Bilapun mungkin ada partikel lain yang memiliki string tertutup (closed-loop), saat ini kita tidak mengetahuinya. Tapi katakanlah demikian, maka untuk bisa menyeberang ke alam brane lain adalah dengan cara membungkus diri kita dengan graviton. Teman saya memberi ide mungkin kita harus berubah wujud dulu menjadi suatu zat dengan string tertutup, barulah kita bisa pergi ke brane lain. Atau mungkin zat inilah yang disebut sebagai ruh? Ruh adalah sebuah zat dengan string tertutup? Ini berarti bahwa untuk pergi ke brane lain kita harus mati dulu?

Yang terbayangkan, entity dengan dimensi lebih sedikit (misalkan alam 3 dimensi-ruang kita), bila pergi ke alam yang berdimensi lebih banyak (misal alam berdimensi-ruang 4) akan kekurangan substance dan tidak akan berwujud di alam tersebut. Seperti cara membayangkan alam di dalam televisi yang orang di dalamnya keluar ke alam 3 dimensi, maka bagaimana bentuk orang yang hanya memiliki 2 dimensi itu berada di alam 3 dimensi ini?. Kita bisa bayangkan ia hanya akan berwujud lembaran sangat tipis dan tidak mungkin bisa exist di alam ini.

Begitu pula kita apabila ingin pergi ke alam brane lain yang lebih tinggi, maka tidak mungkin kita pergi utuh dengan jasad kita seperti apa adanya. Maka usulan yang terdengar paling tepat adalah dengan berubah wujud terlebih dulu menjadi zat yang mampu exist di alam brane manapun.

Dan katakanlah kita mampu berubah wujud menjadi zat netral tersebut, apakah kita masih bisa pergi ke Zero-Brane? Tidak. Mengapa? Karena zat kita itu akan masih memerlukan ruang dan waktu untuk exist.

Saya meyakini bila manusia menguasai braneworlds, maka manusia menguasai dan menyatu dengan alam. Pada tingkat kedewasaan seperti ini, seharusnya tingkat kebijaksanaan manusia sudah mencapai kesempurnaan yang diperlukan untuk bersatu dengan alam ini di semua tingkat brane. Tidak ada lagi dinding pemisah antara yang fisik dan yang metafisik. Manusia akan mampu mendengar tawa bintang, tangisan pohon, serta percakapan semut termasuk keluhan batu-batuan. Manusia akan memimpin alam ini secara total.

New Science: Alchemy Science of the Heart


Setiap obyek di alam ini adalah zat Tuhan. Karena semua eksis di dalam Tuhan. Tuhan adalah Satu Medium dimana semua, tanpa kecuali, eksis di dalamNya. Tidak ada satu obyek pun di alam ini yang terlepas dari pengaturan Satu Zat yang menghubungkan semuanya. Tuhan, Dialah tempat setiap obyek di alam ini bergantung. Setiap obyek saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Setiap obyek mematuhi aturan atau hukumNya. Setiap obyek menjalani peran (karma)-nya masing-masing secara unik. Tidak ada satupun obyek yang terlepas sendiri tanpa pengaruh dari obyek lain dan tanpa mempengaruhi obyek lainnya. Karena semuanya ada dalam satu Tempat, satu Wadah, satu Medium, Satu Tuhan. Inilah kebenaran yang hakiki.

Keterhubungan antara satu obyek dengan obyek yang lain dikomunikasikan menggunakan sebuah bahasa yang berlaku di mana saja di alam ini. Bahasa Tuhan, bahasa alam. Bahasa alam adalah bahasa paling primitif, yang sudah ada sejak Tuhan menghendaki alam ini wujud. Melalui perantara bahasa alam inilah Tuhan menyampaikan hukumNya kepada setiap obyek. Dan setiap obyek mengerti apa yang harus dilakukan, dan mematuhinya.

Anda, pembaca blog saya sudah mengerti mengenai bahasa alam ini karena anda sudah membaca tulisan-tulisan saya sebelumya. Bahasa ini sudah dijelaskan dalam science. Ia termasuk bahasa fundamental yang mendasari keberadaan science itu sendiri. Siapapun yang mengerti bahasa alam, siapapun yang bisa mengerti ucapan alam, maka ia mengerti alam ini sepenuhnya. Kebenaran yang hakiki.

Hal ini bukanlah hal yang baru, namun ia terlupakan, terpendam di dalam kelalaian. Terisolir di sudut kegelapan ingatan kita yang tertinggal oleh waktu. Masa demi masa, zaman berganti zaman, ia semakin tak terilhat, terkubur, dan mengaburkan keseimbangan seluruh alam semesta, Ia tertutup oleh bayangan gelap tak-keseimbangan kemurnian cahaya. Seperti sambaran halilintar di langit yang gelap pada siang hari. Cahaya berkelebat, bercampur dengan kegelapan. Kehidupan tidak dapat membedakan cahaya dan kegelapan. Keduanya saling menutupi, tirai ilusi yang sudah mengaburkan pandangan manusia selama ribuan tahun.

Dibalik gelapnya langit, cahaya itu masih ada. Jauh dari kedalaman keterlupaan manusia kepadanya, ia tetap ada. Ia tidak bisa di hilang, ia adalah bagian dari alam, ia adalah bagian dari manusia. Tanpanya maka kita tidak eksis. Ia adalah kualitas kita. Sifat dasar, pola dasar yang menjadikan kita. Bagaikan seorang perancang pakaian yang merancang pakaian kehidupan, ia membuat sebuah pola dasar dari pakaian tersebut. Kemudian setelah pakaian tercipta, maka pola dasar itu masih ada di atas meja kerja sang penjahit, selamanya.

Inilah pola dasar. Archetype of the grand design of the cosmos, and of life. Pada awalnya, Sang Yang Maha menorehkan Wisdom-Nya, OM, maka pola dasar terbentuk, membentang dari satu sisi ke sisi lainnya alam kosmos ini. Sebentuk cahaya tercipta dan dari pola dasar itu terproyeksikanlah alam semesta dengan kesadaran Sang Penciptanya, penuh, murni, consciousness of purity, immortal awareness bahwa ia hidup dan akan menjadikan kehidupan padanya.

Pada awalnya hanya keseimbangan. Keseimbangan adalah cinta dan kasih Sang Maha. Ketenangan, keharmonisan, keterpaduan, seluruh kehidupan mengetahui pengetahuan yang hakiki. Seluruh kehidupan mendengar dan merasakan cinta kasih Sang Satu. Dia adalah kita, kita adalah Dia. Kita dan Dia adalah satu. Pola dasar itu adalah DNA seluruh alam. Ia menentukan sifat dan perilaku alam dan isinya/penghuninya. Pola dasar memiliki kesadaran Tuhan. Bagaikan sang penjahit tadi yang telah menorehkan segenap tinta cintanya ke atas maha karyanya yang menjadi pola dasar untuk seluruh karyanya. Maka pola dasar itu hidup. Namun terlupakan. Terpendam. Terkubur. Manusia melupakan asal-usulnya. Manusia lupa akan adanya hubungan langsung yang sangat erat antara manusia dengan pola dasarnya, dengan kesadaran Sang Tuhan. Sebagian mansuia tahu bahwa ia berasal dari Sang Pencipta, namun ia lupa hubungan yang bagaimana antara ia dan Tuhannya, dan apa yang dimaksud dengan ‘berasal dari Sang Pecipta’ tersebut. Ia hanya tahu karena ia diberitahu.

Alam semesta berperilaku alamiah. Setiap kejadian tidak terlepas dari desain alam. Tidak ada benar dan salah. Buruk dan baik. Semua adalah alamiah. Sesuatu yang ‘katanya’ adalah baik, dapat berakibat pada keburukan. Cinta adalah hal yang baik, namun dengan mencintai sesuatu, maka akan ada kesedihan, yaitu bila yang kita cintai tidak ada lagi di sisi ktia. Namun dengan rasa sedih itu, akan datang rasa cinta karena rasa sedih menggerakkan rasa kasih yang kemudian berbuahkan cinta. Renungkanlah, anda pasti pernah mengalami hal ini. Ini adalah sebuah siklus yang alamiah. Cinta dan sedih adalah dua kualitas dengan nilai yang sama. Semakin anda belajar, maka anda lebih banyak tau, pengetahuan itu membuka kebaikan dan keburukan secara bersama-sama. Baik dan buruk adalah sama. Salah dan benar juga sama. ‘Perbedaan’ yang memisahkan makna keduanya adalah ilusi yang dibuat oleh ego manusia. Yin dan Yang. Feminine dan Masculine, keduanya selalu ada secara bersamaan dan berdampingan. Salah satu tidak bisa dihindari, keduanya akan stabil dalam keadaan seimbang. Demikianlah desain alam ini.

Termasuk siklus perubahan tingkat kesadaran itu sendiri. Desain alam menghasilkan alam kosmos penuh bintang dan galaksi. Mereka berevolusi, berotasi, bergerak, berperilkau yang mempengaruhi satu sama lain pada semua aspek, baik material maupun spiritual bagi seluruh alam ini. Dengan pola dan desain ini juga terjadi pergerakan kesadaran, yang tadinya dalam kesatuan yang seimbang, menjadi terpisah, yang nantinya akan bersatu kembali. Kesatuan menghasilkan keterpisahan, yang kemudian menghasilkan kesatuan kembali. Demikanlah alam ini bekerja. Saat ini telah ada jarak keterpisahan antara pola dasar dengan manusia. Keterpisahan antara feminine dan masculine. Yin dan Yang.

Keterpisahan ini menimbulkan rasa kerinduan, rasa kasih antara sesama. Manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Manusia tidak dapat hidup tanpa alam. Jika anda merenungkan hal ini, maka anda mungkin pernah mengalaminya, baik disadari maupun tidak disadari. Anda pernah merasakan siraman kebahagiaan yang begitu hangatnya di hati anda dikala anda mampu membantu orang lain yang sedang dilanda kesusahan. Memberikan sebagian harta anda kepada fakir miskin, anak yatim dan piatu, dan melihat senyuman kecil dari seorang anak yang berterima kasih atas pertolongan anda, adalah sebuah kebahagiaan yang tak terbayangkan dan hanya bisa dialami sendiri-sendiri untuk memahaminya. Suatu kebahagiaan dan kesedihan yang keduanya datang bersama-sama. Inilah cinta dan kasih Tuhan. Inilah bahasa alam.

Terjadi kerinduan dan kasih antara manusia dan manusia, manusia dan alam. Antara manusia dan kesadaran Tuhan. Manusia bisa menjangkaunya. Kita bisa membangkitan ingatan kita kembali kepada ‘kesatuan’ yang pernah kita alami dahulu, dengan mengerti ‘bahasa’ alam. Bahasa alam adalah pengetahuan akan kebenaran yang hakiki, yang berlaku dimana saja, baik materi maupun spiritual. Sebuah pengetahuan akan kesadaran Tuhan. Yaitu dengan menyadarinya, hingga kita berani mengakui akan kebenarannya.

Alam senantiasa berbicara dengan kita, namun sebagian besar dari kita tidak menyadari atau memahaminya. Hal ini karena adanya keterpisahan yang sudah disinggung di atas. Logika kita hanya mampu menerima bahasa yang dapat diterjemahkan ke dalam kosa-kata. Sedangkan suara alam tidak terdengar oleh telinga fisik kita. Alam adalah rasa. Ia berkomunikasi dengan kita dalam rasa. Seperti saat anda merasakan cinta dan kasih, Dan rasa seperti halnya otot, ia dapat dilatih untuk lebih kuat/peka terhadap suara alam, terhadap suara pola dasar – kesadaran Tuhan.


Seseorang sahabat bertanya kepada saya saat mendapati saya yang suatu ketika sedang membaca buku fisika, dan pada saat lainnya membaca buku spiritual, “Teman, apa yang sesunggguhnya sedang engkau cari?” Pertanyaan ini membuat saya termenung sejenak, saya berpikir dan juga menanyakan hal yang sama kepada diri sendiri, apa sebenarnya yang sedang saya lakukan? Menulis blog semata? Jika saya pikirkan dengan segenap logika di dalam otak saya, maka saya tidak menemukan jawabanya, karena apa yang saya lakukan berasal dari hati, ada rasa yang menggerakkan niat saya untuk membaca dan menulis. Belajar dan berbagi. Ini adalah kebutuhan hati, bukan kebutuhan otak. Ada kedamaian dan kebahagiaan di sana. Ketakjuban kepada ciptaan Tuhan, dan rasa syukur yang sangat dalam. Rasa itu adalah bahasa alam, dan alam sedang berkomunikasi dengan saya. Setelah beberapa saat kemudian, saya menjawab pertanyaan sahabat saya itu dengan, “Sesuatu untuk kita semua.”

Kerinduan terhadap pola dasar tidak terjadi satu arah. Pola dasar adalah kesadaran yang hidup. Ia juga merindukan kita. Yin merindukan Yang. Feminine merindukan Masculine. Bagaikan sepasang kekasih yang terpisah jauh dan saling rindu untuk bertemu kembali. Dan bila berhasil bertemu kembali maka akan terjadi persatuan, pernikahan, buah pernikahan itu akan lahirlah anak, manusia baru, kita, yaitu manusia yang sadar akan kebenaran yang hakiki. Tidak ada satu bahasa pun di bumi ini yang mampu menceritakan dengan sempurna apa yang terjadi sesungguhnya. Bahasa manusia justru menambah lapisan kiasan, tirai dan tabir kesemuan terhadap arti sesugguhnya. Saya mempelajari Materi (fisika) dan spiritual, fisik dan mistik. Islam, Sufi, Hindu, Buddha, dan lainnya selama beberapa waktu semata-mata adalah untuk menyibak tabir bahasa, tabir kesemuan, dan merasakan secara langsung bahasa alam, maksud sesungguhnya dari semua pesan-pesan semua ajaran itu. Dan pada kesempatan ini, akan saya bagikan kepada pembaca saya, di sini.

Di alam quantum, manusia tidak ada. Manusia adalah sekumpulan atribut atau properti yang dibawa oleh partikel-partikel fundamental. Partikel adalah pembawa informasi terkecil. Informasi tidak dapat dihancurkan. Informasi akan selalu ada di alam ini. Informasi ini termasuk pula setiap kejadian pada waktu yang berjalan sejak partikel itu terbentuk. Dengan kata lain sejak peristiwa penciptaan. Setiap bongkah kecil kristal pada pasir atau garam merekam peristiwa alam sejak terbentuknya. Informasi itu dapat diakses dan dibaca. Bukan dengan teknologi komputer super canggih. Akan tetapi, dengan ‘kesadaran’.

Mereka yang tercerahkan, mengetahui akan kebenaran ini. Oleh karena itu, hal terpenting yang mereka ajarkan kepada umatnya adalah meditasi. Misteri terbesar alam ini bukan angkasa luar, bukan pada bintang dan planet, melainkan manusia itu sendiri. Meditasi adalah cara yang dilakukan untuk mengakses informasi pengetahuan di alam, dengan cara menyingkirkan tirai atau tabir yang menutupi kebenaran yang hakiki, melalui keteringatan (dzikr) kepada yang SATU.

Seperti melatih otot untuk lebih kuat, dengan melatih kesadaran, kesadaran akan menjadi kuat pula. Yaitu kesadaran penuh bahwa kita yang sesungguhnya tidak eksis di alam ini. Memisahkan khandha. Bahwa jasad, pikiran, rasa, kesadaran, adalah properti eksistensi kita yang berdiri sendiri, terpisah satu sama lain. Dengan terpisahnya khandha, maka kita sadar bahwa kita yang sesungguhnya tidak ada. Bahwa alam ini adalah fana, maya, tidak nyata. Kenyataan yang sesungguhnya bukan di sini. Pola dasar yang disinggung sebelumnya adalah salah satu dari khandha. Kita akan menemukannya, dan juga menjadi bagian yang terpisah dan merupakan salah satu property eksistensi kita di alam ini. Keterpisahan khandha akan menyadarkan kita dengan kesadaran yang penuh mengenai kebenaran yang hakiki. Inilah kesadaran Tuhan, atau Christ consciousness, Atman, Ruh.

Setelah kita ‘tau’ dan mencapai kesadaran di tingkat itu, maka kita akan menyadari adanya kualitas diri kita yang terlupakan, yang disinggung sebelumnya di atas. Mereka berkomunikasi melalui rasa yang hanya dapat dicapai dengan kesadaran. Mereka hidup dan berkomunikasi dengan kita. Mereka adalah energi pola dasar (archetypal energies) dari awal terbentuknya alam ini. Kesadaran Tuhan. Cinta-kasih.



The sacred Feminine is longing for the Masculine. The Sacred Masculine is longing for the Feminine. We are longing for unification, the coming-together, by the consciousness of the ultimate truth.

Is there a scientific explanation for all of this? Yes. This is Alchemy, the science of the heart. Because nature talks to us in the language only our hearts understand. The language is to be felt to be heard. The archetypal energies are to be felt to be seen. They exist in the knowing of the ultimate truth. The Knowing Heart. A God consciousness.

The archetypal energies exist in the deepest realm of the knowing heart. These are the gods. The inner self which once surfaced together in the balance of our minds. We were once gods who took care of the entire planet with God consciousness.

Now, we are all coming together again. All you have to do to be part of this is ‘to know’.

There is no God but God.

Science of the Spiritual Part 1: Working With Energies


Apakah Energi? Energi sudah ada di alam sejak alam tercipta. Kita mengenal adanya energi dan materi. Formula terkenal yang sudah kita ketahui bersama adalah E=mc2. Dimana formula ini membuktikan kepada kita bahwa energi dapat dipertukarkan dengan materi. Artinya, materi bisa berubah atau dirubah menjadi energi, dan sebaliknya, energi menjadi materi. Dapat pula kita artikan bahwa materi sebagai penghasil energi, dan energi sebagai penghasil materi.

Alam ini dipenuhi oleh satu jenis pita energi (string, namun banyak jumlahnya) dengan perilakunya (getarannya) yang beraneka ragam, kemudian menghasilkan (atau tampak sebagai) partikel-pertikel materi. Sehingga pada dasarnya, hanya ada satu bahan dasar pembentuk atau pengisi alam ini, yaitu string itu sendiri. Teori string menjelaskan bagaimana energi dasar (string) tampak sebagai partikel materi. String memenuhi setiap lokasi pada ruang di alam semesta ini, bagaikan bentangan fabric of the cosmos.

Pada kesempatan ini, kita akan mengulas energi di alam dan hubungannya dengan spiritual.

Semua materi di alam ini memproduksi energi setiap saat. Dari mulai yang tampak atau dapat dirasakan sampai yang tak tampak atau tidak dapat dirasakan. Selama ini kita bisa merasakan hawa panas yang dihasilkan oleh tubuh. Hal ini adalah proses pelepasan energi oleh tubuh yang sedang bekerja. Semua organ di dalam tubuh bekerja dan menggunakan sejumlah energi dan melepaskan panas ke sekelilingnya. Namun, energi yang dihasilkan oleh tubuh bukan hanya itu. Setiap bentuk aktivitas, menghasilkan energi. Setiap sel pada tubuh menghasilkan energi. Sebentuk emosi juga akan berwujud energi. Beragam emosi akan menghasilkan beragam jenis energi, sifat-sifat manusia pun termanifestasi ke bentuk-bentuk energi. Energi-energi tersebut berbeda karakteristik satu sama lainnya.

Tubuh manusia menghasilkan banyak ragam energi. Saat kita sedang merasakan bahagia, sedih, cemas, marah, dan lain sebagainya, semua itu akan berwujud energi. Anda boleh membayangkan betapa banyaknya energi di alam ini hasil dari aktivitas manusia. Tidak hanya manusia, namun juga aktivitas dari semua makhluk hidup. Jika fabric of the cosmos adalah seperti kanvas, maka padanya terlukis warna-warni energi yang saling tumpang tindih dan tak terhingga banyaknya. Demikianlah kondisi alam ini. Alam semesta penuh corat-coret, torehan warna-warni beragam energi-energi yang dihasilkan oleh setiap materi di alam ini. Mulai dari benda-benda masif seperti bintang-bintang dan planet-planet hingga manusia, hewan, tumbuhan, hingga partikel terkecil, dan lainnya.

Apakah manusia bisa merasakan keberadaan energi-energi itu? Jawabannya adalah, Ya. Manusia mampu mengasah inderanya untuk mengetahui keberadaan energi-energi di alam, merasakannya, berinteraksi dengannnya, dan memilah-milahnya satu-persatu, menggerakkannya sehingga dapat lebih teratur. Kemampuan ini dapat dilatih dan menjadi bagian pertama dari pengasahan diri dalam ranah spiritual. Dengan kata lain; langkah awal dari kemampuan spiritual adalah merasakan eksistensi energi-energi pada alam.

Indera yang terlatih/terasah dengan baik akan menjadi cukup sensitif untuk merasakan keberadaan energi-energi tersebut, kemudian mampu membedakan jenis energi yang satu dan lainnya. Seseorang akan menjadi selalu awas dan merasakan setiap pergerakan atau perubahan energi di sekelilingnya. Ia akan mampu merasakan energi yang dihasilkan dari emosi orang lain, seperti energi bahagia, sedih, marah, dan lain-lain. Juga berbagai rupa energi pada alam seperti yang dihasilkan oleh tumbuhan, hewan, termasuk seluruh makhluk lainnya seperti tanah, bebatuan, gunung, angin, dan lain sebagainya, serta entitas yang tak tampak. Dan seperti halnya string yang eksis di multi-dimensi ruang, maka tingkat spiritualitas seseorang juga akan mampu mendeteksi keberadaan energi pada multi-dimensi ruang.

Mungkin tulisan saya di atas tidak mudah anda terima. Dan mungkin anda harus membacanya beberapa kali. Atau mungkin anda perlu waktu untuk mencernanya terlebih dahulu dan melakukan pembuktian sendiri sebelum melanjutkannya. Tidak mengapa, hal itu adalah wajar dan saya tidak akan membantah atau menyalahkan. Proses pengenalan energi adalah proses yang ditempuh tidak dalam satu hari, melainkan membutuhkan pendalaman selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Akan lebih mudah bila anda memahami konsepnya. Dan untuk memahami ini, akan sulit bila anda tidak membuka diri atau membuka pikiran anda seluas-luasnya.

Manusia saat ini sudah sangat lekat dengan alam materi sehingga semua pengetahuan harus diterima oleh logika untuk bisa dipahami dengan baik. Namun pendalaman spiritual memutarbalikkan cara berpikir anda, memutarbalikkan logika anda. Tujuan dari tulisan saya ini adalah saya ingin mengajak anda megenali sebentuk logika yang lain. Ia adalah logika yang sebenar-benarnya. Logika yang hakiki. Kebenaran cara pandang terhadap alam ini secara utuh. Karena alam ini tidak hanya terisi oleh materi, namun juga non-materi, energi yang tampak maupun tak tampak. Maka logika yang didasari oleh materi saja tidak akan pernah sempurna untuk memahami perilaku alam secara menyeluruh, secara utuh. Anda memerlukan sebuah pemahanan alam semesta secara menyeluruh atas dasar pemahaman kebenaran yang hakiki. The ultimate understanding of Nature. The ultimate truth of creation.

Diawali dengan mengenali energi yang terdekat dengan diri sendiri - energi yang dihasilkan oleh diri sendiri, sebelum mengenali energi lainnya. Di dalam tubuh fisik kita, ada beberapa lokasi pemusatan sensor energi. Pintu-pintu dimana energi dapat keluar dan masuk tubuh. Lokasi-lokasi itu berposisi bagaikan gugusan bintang di langit yang membentuk garis lurus dari ujung kepala. Pada kebudayaan India, titik-titik ini disebut Chakra. Chakra harus dibangkitkan untuk bisa aktif dan dapat merasakan energi yang keluar dan masuk tubuh.

Namun, hanya dengan kebersihan hati, manusia mampu untuk membangkitkan sensor-sensor energi tersebut. Saya perlahan memulai membawa anda untuk memasuki ranah logika yang hakiki, dimana kalimat sebelumnya terlihat seperti doktrin spiritual. Tidak. Saya bukan orang yang mengawali segala sesuatu dengan doktrin tanpa logika yang baik. Tidak ada doktrin, yang ada hanyalah alamiah. "Alamiah" adalah logika yang hakiki. Jika anda ingin memahami alam ini secara utuh, maka gunakalah logika yang digunakan oleh alam ini, yaitu "alamiah".

Mengapa melalui hati yang bersih? Hati yang bersih adalah hati yang bebas. Bebas dari keraguan. Bebas dari pertimbangan apapun. Bebas dari segala bentuk antisipasi. Hati yang bersih adalah hati yang pasrah - menyerahkan segenap eksistensi diri anda seutuhnya kepada Sang Alam. Kepada Sang Maha Pencipta. Kepada Sang Yang Maha Satu.

Hati yang pasrah secara penuh akan memposisikan hati itu ke dasar kesadaran terdalam, terbawah. Tidak ada posisi terdalam lagi selain itu. Pada kondisi ini anda akan merasakan sebuah rasa kerendahan-hati yang belum pernah anda rasakan sebelumnya. Setinggi apapun posisi anda di masyarakat, setinggi apapun kehormatan anda di masyarakat, sebanyak apapun harta yang anda miliki selama hidup anda, seberuntung / sesukses apapun perjalanan hidup anda, semua itu tidak ada artinya lagi. Anda akan menyadari bahwa semua itu adalah baju materialistis kehidupan dunia yang serba semu, fana, maya, tidak kekal dan tidak ada artinya sama sekali bagi essensi eksistensi diri anda di alam ini. Dengan terbiasa melatih hati anda sedemikian rupa, maka anda akan terlepas dari 'kemelekatan' terhadap keduniawian. Tidak hanya sikap, namuan sebenar-benarnya jiwa anda, seluruh diri anda akan mulai terlepas dari kemelekatan duniawi - segala bentuk rupa kepemilikan material. Anda anda sadar penuh bahwa semua itu bukan anda. Bukan anda yang sejatinya. Bukan sesuatu yang menjadi 'milik' anda. Tidak ada yang milik anda. Anda hanya sebentuk ruh yang sejatinya bagian dari Tuhan.

Kemampuan merasakan energi alam dapat muncul dari dalam diri jika kita mengakui bahwa kita adalah satu dengan alam. Kita adalah Divine Creation. Ini adalah sebuah pengetahuan (knowledge) mendasar yang harus diawali dengan pengakuan terhadap kebenaran yang hakiki, bahwa kita adalah makhluk Illahi, Divine, maka manusia memiliki sifat-sifat Illahi. Pengakuan akan hal ini sangatlah penting. Tanpa adanya keyakinan bahwa kita adalah makhluk Illahi, maka pengetahuan tersebut tidak akan dapat kita bangkitkan. Mengapa saya menggunakan kata "bangkit"? Karena sejak terciptanya, manusia sudah memiliki pengetahuan itu. Sehingga pengetahuan itu tidak perlu lagi dicari, melainkan perlu dibangkitkan. Pengetahuan itu terlupakan, terselubung kabut materialisme, maka ia harus diingatkan kembali.

Inilah cara kerja alam. Inilah logika alam. Jika anda benar-benar ingin tahu bagaimana sesungguhnya alam ini bekerja, maka anda harus memeluk pemahaman ini. Dan secara bertahap anda akan mengakui bahwa inilah kebenaran yang hakiki dan tidak ada kebenaran lain selain ini.

Anda akan memulai merasakan hal-hal di sekelilingnya anda yang sebelumnya belum pernah anda rasakan. Energi-energi yang beragam macamnya mulai menjadi bagian dari keseharian anda. Kemudian anda mulai mengenali energ-energi itu. Mengenali eksistensinya. Dan memilah-milah antara energi yang satu dan yang lainnya. Ada yang kuat ada yang lemah, ada yang sepertinya bertentangan dengan anda, ada yang sangat menenteramkan anda. Ada yang kadang mengganggu anda, ada yang tidak. Ada yang mempengaruhi emosi anda seperti menjadikan anda resah, kesal, marah, ada juga yang membahagiakan anda.

Bekerja dengan energi adalah mengenali energi-energi disekeliling anda, lalu memilah-milahnya, memanfaatkan energi yang bersifat postiif untuk kebaikan jiwa anda, dan yang terpenting adalah menetralkan energi yang agresif, posessif, dan semua yang bersifat negatif.

Ingatlah bahwa every creation is divine. Setiap obyek di alam ini adalah hasil penciptaan dari Sang Maha Pencipta, maka mereka semua bersifat Illahi. Sehingga energi-energi itu tidak dapat dimusnahkan. Mereka akan selalu ada dan mereka juga bersifat Illahi. Hati yang bersih akan menerima mereka apa adanya tanpa terpengaruh atas sifat-sifat mereka. Inilah yang ingin dicapai. Seperti adanya kemelekatan terhadap alam materialistis, maka juga ada kemelekatan terhadap alam non-meterialistis. Hati / jiwa yang bersih adalah jiwa yang tidak memiliki kemelekatan terhadap material maupun non-material. Alam ini adalah fana, maya, semu, dan tidak nyata, tidak hanya untuk materi, namun juga untuk non-materi, termasuk semua bentuk energi-energi itu. The ultimate reality is only God. And there is no God but God.

Sampai di sini, jika anda berpikir atau bertanya, "Lalu, untuk apa saya menggeluti atau mengarungi perjalanan spiritual jika pada intinya/akhirnya hanya untuk mengakui bahwa tidak ada apa-apa untuk saya di sana?" Ini berarti anda masih memiliki kemelekatan cukup kuat terhadap alam materi. Logika anda berkata bahwa setiap usaha harus ada imbalan/hasil. Sedangkan perjalanan spiritual tidak membawa hasil yang material atau duniawi. Hal ini melanggar logika berpikir anda. Cukup banyak orang yang terjun kepada pembelajaran energi-energi alam kemudian memanfaatkannya untuk kehidupan duniawi. Menolong orang lain dengan mengharap imbalan materi (uang) dan popularitas. Hati yang tidak bersih seperti itu akan membuat yang bersangkutan berputar-putar di tempat, realita yang hakiki tidak akan tercapai untuknya. Ia akan terbelenggu dan terkunci oleh kemelekatan duniawi - yang maya, fana.

Logika alamiah yang harus anda gunakan memang bertentangan dengan logika material anda selama ini. Dan anda baru akan benar-benar memahaminya dengan baik, bila anda sudah menjalaninya. Inilah mengapa terkadang ajaran spiritual dan atau agama pada mulanya terdengar seperti doktrin. Karena ajaran-ajaran itu seolah memaksa anda untuk percaya atau yakin terlebih dulu baru bisa mengerti sepenuhnya. Tidak selalu harus begitu. Jika anda adalah orang seperti saya, maka anda akan melakukan pencarian panjang. Seperti seorang anak yang menginjak usia dewasa, mencari jati diri, meninggalkan rumah untuk pertama kalinya, berkelana dan mengembara hingga bertahun-tahun, yang pada akhirnya pulang kembali ke rumah dimana ia dilahirkan, menemui kedua orang tuanya yang telah tua renta. Bersujud di hadapan mereka dan mencium kaki mereka sambil menangis terharu sekaligus berbahagia penuh syukur, karena sang anak sekarang sudah tau kebenaran yang hakiki, dan kedua orang tuanya masih setia menunggu kepulangannya. Di saat itu tidak ada lagi kata-kata yang pantas untuk diucapkan. Si anak hanya bisa tersenyum penuh syukur. Kebahagiaan yang tidak ada bandingannya di dunia. Sekaya (harta) apapun ia, sesukses apapun ia, sepenting apapun ia bagi masyarakat, semua itu sirna dan tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan pengetahuan mengenai kebenaran yang hakiki yang telah berhasil ia dapatkan - semua itu sirna seketika dengan senyuman penuh syukur.

Mereka yang sudah tercerahkan seperti sang anak di atas, akan selalu tersenyum kepada seluruh alam ini. Mereka akan terus menyelaraskan semua energi yang mengalir padanya menjadi kumpulan kesadaran akan satu kebenaran yang hakiki, yang sejati. Tanpa diminta, tanpa imbalan, tanpa dikenal, semuanya sudah menjadi bagian darinya secara alamiah. Ia menyadari dengan sepenuhnya akan perilaku seluruh alam. Ia tidak akan berbicara kecuali ditanya. Ia tidak akan bertemu orang kecuali ditemui. Tidak ada lagi kemelekatan duniawi. Ia sadar penuh akan semua kualitas alam tanpa harus ada kemelekatan terhadap satu kualitas pun.

Sampai di sini mungkin tulisan saya jauh dari harapan anda. Anda mungkin berharap ada penjelasan yang scientific atau ilmiah melalui rumus-rumus, teori-teori fisika, serta melibatkan angka-angka mengenai bahasan Working with Energies ini. Science untuk spiritual seperti halnya Alchemy, dimana pada akhirnya, kesimpulan akhir yang ditarik oleh para Alchemist berupa kesimpulan yang sangat jauh dari apa yang mereka harapkan sebelumnya. Bukan berupa angka, bukan teori, bukan rumus atau formula. Apalah artinya angka, teori dan rumus bila para Alchemist itu dihadapkan oleh suatu kebenaran pamungkas? Kebenaran yang menjawab semua misteri alam?

Dalam usaha mereka menemukan cara merubah logam timbal (atau logam lainnya) menjadi emas (the philosopher's stone), dan menemukan cairan/ramuan awet muda (the elixir of life), mata, hati, jiwa mereka terbukakan pada hal yang jauh lebih penting. Mereka menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga, lebih berarti dari segalanya di dunia ini. Sebuah pengetahuan akan kebenaran yang hakiki. Mereka melihat bahwa alam bekerja secara terpadu dan tidak terpisah-pisah. Pengetahuan alam tidak terkotak-kotak. Semua hadir sekaligus dalam satu kesatuan. Materi dan spiritual adalah satu. Anda tidak dapat menjadi ahli dalam fisika (ilmu pasti, science modern) super hebat untuk memerikan perilaku alam semesta tanpa juga menjadi seorang ahli spirtual. Begitu pula sebaliknya, anda tidak dapat menjadi seorang ahli spiritual saja tanpa mengenali science modern, untuk memiliki pemahan yang sempurna mengenai alam ini.

"Mereka" merasakan eksistensi beragam energi di alam. Warna-warninya, beraneka coraknya, berbagai sifatnya, berbagai kekuatannya, pengaruhnya pada yang lain, Interaksi di antara satu dengan lainnya. Mereka tidak menggunakan alat atau aparatus bentukan teknologi apapun. Mereka menggunakan sensor tercanggih yang ada di alam ini, yaitu diri mereka sendiri. Tubuh manusia adalah teknologi tercanggih yang ada di alam ini.

Tidak akan bisa dijelaskan dengan rumus maupun teori fisika (science). Tidak perlu! Jika anda memaksa untuk menjelaskannya dengan science modern, maka anda berarti melangkah mundur ke belakang. Ini adalah logika alamiah paling mendasar. Ini adalah science alamiah paling mendasar. Yaitu; Manusia adalah Illahi, maka manusia memiliki kualitas Tuhan, sehingga manusia memiliki dan menguasai pengetahuan seluruh alam.


Sensing The Energies

Maafkan saya bila pemilihan kata-kata yang saya tuliskan di sini kurang baik. Karena saya berupaya menuliskan / mendeskripsikan sesuatu yang hampir tidak mungkin dituliskan. Tidak ada kata-kata yang tepat - menggunakan bahasa apapun di dunia ini untuk menuliskannya.

Hati yang sudah bersih, tubuh yang bersih adalah tubuh yang selaras dengan alam. Tanpa kemelekatan, tenang, kosong. Hanya ada anda dan Tuhan. Hati adalah indera yang akan aktif pertama kali. Anda harus percaya padanya. Karena di sana ada Tuhan. Hati anda secara perlahan akan mampu me-rasa-kan alam di sekeliling anda. "Rasa" inilah hasil dari apa yang dideteksi oleh indera hati anda. Jika selama ini anda kurang percaya pada hati anda, maka anda harus percaya padanya.

Alam ini hidup. Mereka berbicara pada kita dalam bahasa yang hanya bisa di-rasa-kan oleh hati anda. Karena kita dan alam ini adalah satu. Semua berasal dari suatu penciptaan yang Satu. Semua ciptaan adalah Illahi. Sehingga kita adalah semua. Dan semua adalah kita. Hingga apa yang ada di langit - seluruh alam semesta, ada juga di dalam diri kita, secara nyata. Kita adalah micro cosmos dari seluruh alam macro cosmos.

Yang menutup atau menghalangi hati anda dalam merasakan alam ini adalah ego anda. Dalam kerendahan hati, kekosongan, ketenganan, harus terputus kemelekatan terhadap ego. Rasa cemas, curiga, takut, kekhawatiran, dll. Semua itu adalah energi negatif yang akan anda rasakan pula. Energi-energi itu akan mengkabutkan pandangan hati untuk melihat kebenaran yang hakiki. Dan mereka akan terus mengkabutkan anda selama anda belum melepaskan mereka dari kemelatannya anda kepada mereka. Mereka hidup dan tidak bisa dimusnahkan, mereka perlu diselaraskan.

Secara perlahan, anda akan mampu merasakan pemisahan bagian-bagian dari diri anda (khandha). Anda akan menemukan sebentuk kesadaran tanpa atribut. Tanpa kemelekatan terhadap apapun. Melalui hati dan chakra, anda akan merasakan/melihat kondisi alam ini dalam wujud yang utuh. Anda akan merasakan/melihat energi di alam yang ada di sekeliling anda. Bagaikan lautan luas membentang tanpa berujung. Bagaikan kanvas yang penuh dengan coretan warna-warni. Bergelombang aktif tanpa henti. Tanpa batas ruang, tanpa batas waktu. Semua terjadi saat ini, di sini.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. DHORPHALL
  2. Alchemy: Science of the Heart ............ The Knowing Heart
  3. A Secret Pathway
  4. Braneworlds
  5. New Science: Alchemy Science of the Heart
  6. Science of the Spiritual Part 1: Working With Energies
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026