Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pedalai

Pedalai atau Peluntan dan Terap bulu adalah sejenis tumbuhan pohon hijau permanen tropis dari keluarga pohon ara (Moraceae). Tumbuhan ini merupakan sepupu dari nangka dan sukun. Peluntan juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Gumihan (Luzon), dan Tugup (Mindanao). Pohon peluntan merupakan tumbuhan endemik di wilayah Kalimantan, Kepulauan Filipina, Sulawesi, dan Maluku, serta sebagian pesisir utara Jawa Tengah dan umumnya ditemukan di daerah hutan tropis lembap dengan iklim muson sedang di ketinggian 500-1.000 meter. Pohon peluntan juga kadang ditemukan di daerah lereng curam dan liat di pedalaman. Tumbuhan ini ditemukan antara tahun 1959 atau 1961.

spesies tumbuhan bergenus Artocarpus
Diperbarui 24 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pedalai
Peluntan
Daun Peluntan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Rosid
Ordo:
Rosales
Famili:
Moraceae
Genus:
Artocarpus
Spesies:
A. sericicarpus
Nama binomial
Artocarpus sericicarpus
Jarrett
klad</i>:||tracheophyta |- style=\"vertical-align:top;\" |<i id=\"mwBA\">klad</i>:||angiospermae |- style=\"vertical-align:top;\" |<i id=\"mwBQ\">klad</i>:||eudikotil |- style=\"vertical-align:top;\" |<i id=\"mwBg\">klad</i>:||rosid"}]]}'/>
Artikel takson sembarang

Pedalai[1] (Artocarpus sericicarpus) atau Peluntan[2][3] dan Terap bulu[1] adalah sejenis tumbuhan pohon hijau permanen tropis dari keluarga pohon ara (Moraceae).[4][5] Tumbuhan ini merupakan sepupu dari nangka dan sukun. Peluntan juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Gumihan (Luzon), dan Tugup (Mindanao).[6][7] Pohon peluntan merupakan tumbuhan endemik di wilayah Kalimantan, Kepulauan Filipina, Sulawesi, dan Maluku, serta sebagian pesisir utara Jawa Tengah[8] dan umumnya ditemukan di daerah hutan tropis lembap dengan iklim muson sedang di ketinggian 500-1.000 meter. Pohon peluntan juga kadang ditemukan di daerah lereng curam dan liat di pedalaman.[9] Tumbuhan ini ditemukan antara tahun 1959 atau 1961.[5][10]

Pohon peluntan dapat tumbuh sampai 40 meter (120 kaki). Sama seperti buah terap (Artocarpus odoratissimus), daging buah peluntan dapat dimakan dan sangat lezat namun peluntan tidak memiliki bau yang kuat seperti terap. Bijinya juga dapat dimakan dengan cara direbus dan dipanggang, lalu dimakan seperti kacang. Daun penumpunya berbentuk seperti ujung galah serta berukuran 6–12 cm. Daun-daunnya berwarna hijau gelap, berbentuk lonjong atau bulat telur, dengan panjang 20–70 cm serta lebar 10–50 cm. Pepagannya berwarna antara abu-abu atau cokelat dan bisa dimanfaatkan untuk dibuat menjadi kerajinan kayu.[9]

Buah peluntan memiliki bulu dan tampak seperti sebuah rambutan raksasa. Saat buahnya sudah matang (berbentuk bola dengan diameter ±15 cm), kulitnya akan berwarna jingga, dengan ditutupi bulu. Dagingnya berwarna putih (terkadang juga kekuningan) dan terasa sangat manis. Dalam beberapa tradisi di Indonesia, Peluntan lebih dikenal Pelutan atau Cempedak Hutan.

Rujukan

  1. 1 2 Teknologi penanganan pascapanen buah untuk pasar (PDF). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2009. ISBN 978-979-1116-19-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Titin, Titin; Daningsih, Entin; Niagara, Niagara (2018-06-19). "SIFAT FISIK DAN KANDUNGAN GIZI BUAH PELUNTAN, SENARE, DAN ARA' DI KALIMANTAN BARAT". Edukasi: Jurnal Pendidikan (dalam bahasa American English). 16 (1): 68–81. doi:10.31571/edukasi.v16i1.837. ISSN 2407-1803. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-24. Diakses tanggal 2019-07-24.
  3. ↑ Sumarni, Sri (2016-09-04). "PENGARUH PEMBERIAN ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK AKAR PELUNTAN (Artocarpus sericicarpus) DI PERSEMAIAN". Publikasi Informasi Pertanian. 1 (22). ISSN 1907-0403.
  4. ↑ Janick, Jules; Paull, Robert E. The Encyclopedia of Fruit and Nuts. CABI. hlm. 482. ISBN 0851996388. Diakses tanggal September 14, 2015.
  5. 1 2 Verheji, E. W. H., Coronel, Robert E., Edible fruits and nuts, page 80, 1991, Pudoc Press, ISBN 9022009866
  6. ↑ vegeadmin. "pedalai – Malaysia Vegetarian Food" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-24. Diakses tanggal 2019-07-24.
  7. ↑ "Gumihan". NTFP. 2016-02-26. Diakses tanggal 2019-07-24.
  8. ↑ The Malayan Forester, page 262, 1969
  9. 1 2 Lim, T. K. (2012). Edible Medicinal And Non Medicinal Plants: Volume 3, Fruits. Springer Publishing. hlm. 351. ISBN 9400725337. Diakses tanggal September 14, 2015.
  10. ↑ Hanelt, Peter (2001). Mansfeld's Encyclopedia of Agricultural and Horticultural Crops: (Except Ornamentals). Springer Publishing. hlm. 361. ISBN 3540410171. Diakses tanggal September 14, 2015.
Pengidentifikasi takson
Artocarpus sericicarpus
  • Wikidata: Q15475766
  • Wikispecies: Artocarpus sericicarpus
  • BOLD: 1100896
  • CoL: H287
  • EoL: 8695197
  • EPPO: ABFSE
  • GBIF: 3764099
  • GRIN: 474670
  • iNaturalist: 430692
  • IPNI: 582646-1
  • IUCN: 86533348
  • NCBI: 709063
  • Open Tree of Life: 563902
  • Plant List: kew-2654087
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:582646-1
  • Tropicos: 100293288
  • WFO: wfo-0000550604

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Sukun (pohon)

Sukun, su&#039;un, amo, kulur, ketimbul atau timbul (Artocarpus altilis) adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian

Nangka

spesies tumbuhan bergenus Artocarpus

Artocarpus

genus tumbuh-tumbuhan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026