Pelepasan air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik dimulai pada 24 Agustus 2023, setelah bencana nuklir Fukushima Daiichi yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami Tōhoku pada 11 Maret 2011 di Jepang. Akibat tsunami besar yang melumpuhkan sistem pendingin di pembangkit listrik tenaga nuklir itu, tiga reaktor mengalami kerusakan, meninggalkan sisa bahan bakar yang meleleh. Air yang kemudian digunakan untuk mendinginkan puing-puing menjadi terkontaminasi radioaktif nuklida. Sebagian besar bahan radioaktif berasal dari kebocoran langsung ke atmosfer, 80% di antaranya akhirnya mengendap di Pasifik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pelepasan air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik dimulai pada 24 Agustus 2023, setelah bencana nuklir Fukushima Daiichi yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami Tōhoku pada 11 Maret 2011 di Jepang. Akibat tsunami besar yang melumpuhkan sistem pendingin di pembangkit listrik tenaga nuklir itu, tiga reaktor mengalami kerusakan, meninggalkan sisa bahan bakar yang meleleh. Air yang kemudian digunakan untuk mendinginkan puing-puing menjadi terkontaminasi radioaktif nuklida. Sebagian besar bahan radioaktif berasal dari kebocoran langsung ke atmosfer, 80% di antaranya akhirnya mengendap di Pasifik.