Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Parade Hujan

Parade Hujan merupakan band alternatif/indie Indonesia beraliran fusion antara folk, keroncong, dan jazz.

Grup musik indie asal Indonesia
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Parade Hujan
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Parade Hujan
Parade Hujan di Synchronize Fest, 2025
Parade Hujan di Synchronize Fest, 2025
Informasi latar belakang
AsalJakarta, Indonesia
GenreJazz, Folk, Keroncong, Senja (genre), Pop, Indie pop
Tahun aktif2007–sekarang
LabelParara Records
Indie Records
Artis terkait
  • Float
  • SORE
  • Fourtwnty
  • Monita Tahalea
Anggota
  • Alejandro Saksakame
  • Abdul Aziz Turhan "Comi" Kariko
  • Ivan Penwyn
  • Mohammad Istiqamah Djamad
Mantan anggota
  • Marsya Ditia

Parade Hujan (sebelumnya bernama Payung Teduh) merupakan band alternatif/indie Indonesia beraliran fusion antara folk, keroncong, dan jazz.

Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis, gitaris) dan Comi (kontra bass). Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer, lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet. Pada tahun 2010, Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya. Angin Pujaan Hujan adalah lagu pertama yang memunculkan warna bermusik mereka.[1]

Seiring berjalannya waktu, popularitas Payung Teduh mulai meningkat di kancah musik nasional berkat lagu-lagu mereka yang puitis dan disukai oleh para anak muda seperti Kucari Kamu, Berdua Saja, Menuju Senja, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, dan Akad. Ada juga lagu-lagu yang termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam.

Pada akhir tahun 2017, Mohammad Istiqamah Djamad (Is) memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh karena dirinya sudah merasa tidak lagi sejalan dengan band.[2][3]

Pada tahun akhir tahun 2022, Mohammad Istiqamah Djamad (Is) memutuskan kembali ke band yang telah membesarkan namanya, kemudian grup band Payung Teduh mengubah nama grup bandnya menjadi Parade Hujan.[4]

Biografi

Angin Pujaan Hujan adalah lagu pertama yang memunculkan warna musik mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta lagu-lagu lain seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, termasuk karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita tentang Gunung dan Laut, dan juga karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung tahun 2010.

Genre musik yang dimainkan Payung Teduh tidak mempunyai batasan, musik yang dimainkan Payung Teduh adalah musik Payung Teduh itu sendiri. Pada album pertama dapat dikatakan karakter musik yang dibawakan Payung Teduh seperti musik pada era golden 60’s dengan balutan keroncong dan jazz. Apabila ditanya jenis musik apa yang diusung Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya pada pendengar. Artinya Payung Teduh tidak akan hanya berhenti di satu genre tertentu, akan tetapi yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki.

Pada tahun 2013, Payung Teduh merilis album studio kedua mereka yang berjudul "Dunia Batas" dengan label Ivy League Music yang merupakan sebuah label indie. Pada 11 November 2014, pihak Label mengumumkan link digital download album "Dunia Batas" ini dan pada tanggal 18-19 April 2015 album ini dirilis dalam bentuk kaset secara terbatas hanya 300 keping saja oleh Record Store Day Indonesia. Album "Dunia Batas" terdiri dari 8 lagu yaitu Berdua Saja, Menuju Senja, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, Rahasia, Angin Pujaan Hujan, Di Ujung Malam, Resah dan Biarkan.

Pada tahun 2015, Payung Teduh merilis lagu berjudul "Masa Kecilku"[5] dan pada tahun 2016, Payung teduh kembali merilis album yang berjudul "Live and Loud" dan lagu dalam album tersebut diantaranya Menuju Senja, Kucari Kamu, Biarkan-Resah, Berdua Saja-Rahasia, Kita Adalah Sisa-Sisa Keihklasan Yang Tidak Diikhlaskan, Di Ujung Malam, Tidurlah, Cerita Tentang Gunung Dan Laut, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan dan Angin Pujaan Hujan.[6]

Pada tahun 2017, Payung Teduh kembali merilis single berjudul "Akad"[7] dan merilis album berjudul "Ruang Tunggu". Lagu "Akad" kini dan album terbarunya sedang viral di dunia maya. Banyak pula orang yang mengcover lagu "Akad". Setelah merilis album terbarunya, Is dan Comi memilih hengkang dari Payung Teduh.[8]

Setelah hengkangnya Is sebagai Vokalis, Payung Teduh tidak berhenti berkarya. Dengan menggaet sang manager pada akhir tahun 2018, Payung Teduh membuat single terbaru berjudul "Sebuah Lagu", terlebih lagu ini sekaligus menjadi sebuah lagu tema untuk film animasi buatan Disney yaitu "Wreck it Ralph 2" yang tayang pada awal tahun 2019. Ini juga pertama kalinya grup band asal Asia Tenggara menjadi soundtrack original film Disney.[9]

Anggota

Saat ini
  • Mohammad Istiqamah Djamad (Pusakata) – vokalis, gitaris (2007–2017 & 2022–sekarang)
  • Ivan Penwyn – trumpet, guitalele (2007–sekarang)
  • Alejandro Saksame "Cito" – drum (2007–sekarang)
  • Aziz "Comi" Kariko – contra bass (2007–2017 & 2022–sekarang)
Mantan Anggota
  • Marsya Ditia – vokalis (2018–2022)
Anggota tambahan
  • Sadrach Lukas - keyboard (2022 – sekarang)

Diskografi

Album studio

  • Payung Teduh (2010)
  • Dunia Batas (2012)
  • Live At Yamaha Live and Loud (2016)
  • Ruang Tunggu (2017)
  • Mendengar Suara (2018)

Singel

Judul Tahun Album Ref
"Akad" 2017 Ruang Tunggu
"Cerita Tentang Gunung dan Laut" Live At Yamaha Live And Loud
"Diam" 2018 Singel non-album [10]
"Nanti" 2019
"Masa Kecilku"
(bersama Dian Pramana Poetra dan Pusakata)
"Renung" 2020 [11]
"Suar" 2021 [12]
"Datang" 2023 [13]
"Maka Diturunkanlah Hujan"
(bersama Adrian Yunan)
2024 [14]
"Kehadiran"
(bersama Monita Tahalea)
[15]

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil Ref
2017 Anugerah Musik Indonesia Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang Terbaik "Akad" Menang
2018 Indonesian Choice Awards Song of the Year Nominasi
Album of the Year Ruang Tunggu Nominasi
Anugerah Musik Indonesia Album Pop Terbaik Nominasi

Adaptasi

Pada tahun 2020 lagu Akad yang terdapat dalam album Ruang Tunggu (2017) menjadi inspirasi bagi pembuatan film dengan judul sama yang disutradarai oleh Reka Wijaya serta dibintangi oleh Kevin Julio, Indah Permatasari dan Mathias Muchus.[16]

Referensi

  1. ↑ Febriarko, Yulianus (2015-06-17). "Payung Teduh Ungkap di Balik Terciptanya "Angin Pujaan Hujan"". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-30.
  2. ↑ Is Vokalis Payung Teduh Pamit Mundur
  3. ↑ Bukan Perselisihan, Ini Alasan Is Keluar dari Payung Teduh
  4. ↑ Tim. "Payung Teduh x Pusakata Bersatu Kembali sebagai Parade Hujan". hiburan. Diakses tanggal 2023-02-06.
  5. ↑ Subagyo (2019-09-14). "Payung Teduh - Pusakata kolaborasi garap lagu Dian Pramana Poetra". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-30.
  6. ↑ Nugroho, Muhammad (12 Februari 2017 | 18.30 WIB). "Grup Payung Teduh Meluncurkan Album Baru, Baca Resensinya". Tempo. Diakses tanggal 2026-01-30.
  7. ↑ Saraswati, Dyah Paramita. "Sah! Payung Teduh Rilis Single 'Akad'". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-30.
  8. ↑ Khrisnanda, Andrian (2017-12-19). "'Ruang Tunggu', Album Terakhir Payung Teduh Bersama Is". kumparan. Diakses tanggal 2026-01-30.
  9. ↑ Saraswati, Dyah Paramita. "Bagaimana Awal Keterlibatan Payung Teduh dalam 'Wreck It Ralph 2'?". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-30.
  10. ↑ Journal, Whiteboard (2019-04-26). "Single "Nanti" Dari Payung Teduh Sebagai Bukti Mereka Kembali Berkarya". Whiteboard Journal. Diakses tanggal 2026-01-30.
  11. ↑ "Secercah Harapan Payung Teduh yang Tertuang dalam "Renung"". www.gilanada.com (dalam bahasa Inggris). 2020-05-28. Diakses tanggal 2026-01-30.
  12. ↑ Anggraini, Pingkan. "Lewat Suar, Payung Teduh Puji Sang Pencipta". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-30.
  13. ↑ Eko, Frans (2023-07-15). "Payung Teduh dan Pusakata lahirkan Parade Hujan dengan single "Datang"". iMusic.id. Diakses tanggal 2026-01-30.
  14. ↑ Cavalera, Streamous (2024-03-21). "Maknai Jeda Kehidupan, Parade Hujan X Adrian Yunan Rilis Single "Maka Diturunkanlah Hujan"". Gigsplay. Diakses tanggal 2026-01-30.
  15. ↑ Fadillah, Dicky (2024-12-31). "Parade Hujan dan Monita Tahalea Berkolaborasi Luncurkan Single Kehadiran, Keuntungan Disalurkan kepada Anak-Anak yang Membutuhkan". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-30.
  16. ↑ Lagu Akad Diangkat ke Layar Lebar

Pranala luar

  • Ngaso 'selow' bersama Payung Teduh BBC Indonesia 8 Maret 2013, diakses 13 Maret 2014
  • Ini Band Kampus Namanya Lucu, Payung Teduh Tribunnews 12 Agustus 2012, diakses 13 Maret 2014
  • InfoBiografi.com, diakses 9 Januari 2018
  • Kisah Payung Teduh yang Meneduhkan
Basis data pengawasan otoritas: Seniman Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Anggota
  3. Diskografi
  4. Album studio
  5. Singel
  6. Penghargaan dan nominasi
  7. Adaptasi
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Fourtwnty

grup musik indie asal Indonesia

Sisitipsi

grup musik asal indonesia

Perunggu (grup musik)

grup musik asal indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026